MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lho, beberapa makanan olahan yang masih bisa masuk dalam pola makan sehat. Yuk, cek di sini!
Makanan olahan sering kali mendapat reputasi buruk karena dianggap tinggi gula, garam, dan lemak tidak sehat. Padahal, tidak semua makanan olahan harus dihindari sepenuhnya. Beberapa di antaranya justru tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama dipilih dengan cermat dan dikonsumsi dalam porsi yang tepat.
Kuncinya bukan sekadar menghindari makanan olahan, tetapi memahami mana yang masih memiliki nilai gizi baik. Dengan pendekatan yang seimbang, Anda tetap bisa menikmati makanan praktis tanpa mengorbankan kesehatan.
Baca Juga: 8 Menu Sarapan Rendah Gula yang Tidak Bikin Gula Darah Naik
Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa makanan olahan yang masih bisa masuk dalam pola makan sehat:
1. Buah dan Sayuran Beku
Buah dan sayuran beku termasuk makanan olahan karena telah dicuci, dipotong, lalu dibekukan dan dikemas. Meski begitu, biasanya produk ini hanya mengandung sedikit pengawet agar tahan lebih lama.
Mengonsumsi buah dan sayur beku bisa menjadi cara praktis dan hemat untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat. Menariknya, bahan makanan ini biasanya dipanen saat sudah matang sempurna, lalu langsung dibekukan sehingga nutrisinya tetap terjaga.
Saat memilih, sebaiknya hindari produk yang ditambahkan sirup atau saus. Anda bisa langsung mengolahnya saat masih beku atau mencairkannya terlebih dahulu di dalam kulkas.
2. Kacang Kalengan
Kacang seperti kacang merah dan lentil merupakan sumber protein nabati dan serat yang baik. Mengonsumsi kacang kalengan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mendukung kesehatan jantung.
Selain itu, kacang juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan kalori dan menjaga berat badan tetap sehat.
Namun, kacang kalengan sering mengandung natrium tinggi. Pilih produk dengan label rendah natrium dan bilas kacang dengan air sebelum dikonsumsi agar kandungan garamnya berkurang.
3. Yogurt Yunani Polos
Yogurt Yunani tanpa rasa merupakan sumber kalsium, protein, dan probiotik yang baik untuk tubuh. Konsumsi rutin dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan menurunkan risiko gangguan tulang.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara teratur dapat meningkatkan kesehatan tulang, termasuk pada atlet dan wanita setelah menopause.
Hindari yogurt dengan tambahan rasa karena biasanya mengandung gula cukup tinggi. Anda bisa menambahkan buah segar, kacang, atau biji bijian sebagai pemanis alami.
Baca Juga: 10 Tips Panjang Umur dengan Menerapkan Pola Makan Sehat ala Jepang
4. Selai Kacang Alami
Kacang mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, serat, vitamin, dan lemak sehat. Selai kacang alami, termasuk selai almond, kaya akan lemak tak jenuh yang baik untuk jantung.
Lemak sehat ini dapat membantu meningkatkan kolesterol baik sekaligus menurunkan kolesterol jahat, sehingga mendukung kesehatan jantung.
Saat memilih selai kacang, pastikan produk tersebut tidak mengandung tambahan gula, minyak, atau bahan lain. Idealnya, selai hanya terbuat dari kacang.
5. Ikan Kalengan
Ikan kalengan seperti tuna dan salmon sudah matang dan siap dikonsumsi. Makanan ini kaya akan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.
Omega 3 diketahui dapat membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat. Konsumsi rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.
Anda bisa mengolah ikan kalengan menjadi salad, menambahkannya ke pasta gandum utuh, atau mengombinasikannya dengan alpukat untuk menu yang lebih sehat.
6. Pasta Gandum Utuh
Pasta gandum utuh dibuat dari biji gandum yang masih utuh, sehingga kandungan serat, vitamin, dan mineralnya tetap terjaga. Makanan ini juga dicerna lebih lambat dibandingkan pasta biasa.
Karena itu, pasta gandum utuh membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan energi lebih tahan lama. Pola makan yang kaya biji bijian utuh juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Saat membeli, pastikan label mencantumkan gandum utuh dan tidak mengandung tambahan gula.
Baca Juga: Tips Makan Sehat untuk Stabilkan Gula Darah dari Dokter, Intip di sini!
7. Burger Sayuran
Burger sayuran biasanya dibuat dari bahan seperti kacang, lentil, atau sayuran. Dibandingkan burger daging, pilihan ini cenderung lebih rendah lemak jenuh.
Burger sayuran juga mengandung serat, karbohidrat, dan protein yang membantu Anda merasa kenyang sekaligus tetap bertenaga. Selain itu, kandungan serat larutnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Pilih produk dengan bahan alami dan hindari yang mengandung terlalu banyak bahan tambahan. Jika memungkinkan, Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah agar lebih sehat.
Itulah beberapa makanan olahan yang masih bisa masuk dalam pola makan sehat. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News