M O M S M O N E Y I D
Keluarga

6 Cara Merawat Talenan Kayu biar Terbebas dari Kuman dan Bau Tak Sedap

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Cara membersihkan dan merawat talenan kayu wajib Anda lakukan, agar tak jadi sarang kuman dan bau tak sedap.

Talenan kayu selalu menjadi pilihan banyak ibu rumah tangga untuk memasak. Talenan kayu yang kesat tak akan membuat jari terluka saat memotong makanan licin seperti daging dan seafood mentah.

Sayangnya, talenan kayu cukup sulit dibersihkan. Karena terbuat dari kayu, talenan ini biasanya menyerap sari-sari makanan secara cepat. Jika tak dibersihkan segera, maka bakteri akan menumpuk di dalamnya.

Untuk itu, mari simak cara membersihkan dan merawat talenan kayu dengan mudah. Merangkum dari Greatist dan Bonappetit, berikut artikelnya.

Baca Juga: Hindari Jamur Tumbuh, Ikuti Tips Bersihkan Bagian dalam Dispenser

Cara membersihkan talenan kayu

Bersihkan dengan sabun

Membersihkan talenan kayu dengan sabun dan air adalah langkah tersimpel yang bisa diterapkan untuk mengusir kuman dan bakteri.

Jangan pernah menggosok talenan kayu menggunakan bahan kasar yang bisa membuat permukaan kayu jadi terkikis. Hal ini malah akan memperbesar risiko berkembang biaknya kuman.

Cukup bersihkan dengan spons atau kain sambil digosok lembut menggunakan sabun. Jangan lupa bilas hingga bersih.

Aneka Manfaat Cuka di Rumah Anda
Aneka Manfaat Cuka di Rumah Anda

Baca Juga: Terbukti Ampuh, Ikuti Tips Hilangkan Noda Kunyit di Baju, Wajah, hingga Kuku

Bersihkan dengan cuka

Membersihkan talenan kayu dengan campuran air cuka cukup aman dilakukan dan efektif membasmi bakteri hingga kuman.

Cuka merupakan disinfektan alami yang punya fungsi ganda dalam menghilangkan bakteri maupun untuk membantu mengembalikan kulit alami kayu.

Caranya, cukup campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:4, kemudian aduk merata. Oleskan campuran cuka ke talenan kayu dan diamkan selama beberapa menit sebelum dibilas dengan sabun dan mengelapnya.

Baca Juga: 5 Cara Bersihkan Parutan dari Residu Makanan Tanpa Bikin Tangan Terluka

Cara menghilangkan bakteri pada talenan kayu

Pakai pemutih klorin

Jika talenan kayumu digunakan untuk memotong daging mentah, segeralah membersihkannya menggunakan pemutih klorin. Sebab jika tidak, akan ada penumpukan bakteri dan kontaminasi silang yang terjadi di dalam talenan kayu.

Melansir laman Restaurantware, caranya dengan menggunakan 1 sendok makan pemutih klorin cair tanpa pewangi dengan 3,7 liter air. Rendam talenan kayu dalam larutan tersebut selama beberapa menit, kemudian bilas hingga bersih dengan air hangat.

Cara Merawat Talenan Kayu
Cara Merawat Talenan Kayu

Segera keringkan talenan

Setelah dicuci, talenan wajib dikeringkan saat itu juga. Talenan yang tak segera dikeringkan setelah dicuci membuat air dapat terserap ke dalam bagian kayu. Justru air merupakan media/sarana tempat berkumpulnya kuman dan bakteri.

Jadi, sebagiknya keringkan segera talenan kayu menggunakan lap bersih ataupun tissue.

Baca Juga: Begini Cara Membersihkan Peralatan Stainless Steel Supaya Lebih Berkilau

Cara menghilangkan bau pada talenan kayu

Talenan kayumu terlihat bersih namun berbau? Coba bersihkan dengan garam kosher & perasan air lemon.

Cukup taburkan campuran garam kosher dan perasan air lemon ke atas talenan kayu, kemudian gosok perlahan menggunakan potongan buah lemon. Biarkan menempel selama 5 menit, kemudian bilas dan keringkan.

Dengan cara ini, talenan kayu Anda dijamin tak akan bau lagi.

Baca Juga: Terbukti, Ikuti 5 Metode Hilangkan Karat pada Pisau Dapur Secara Efektif

Cara merawat talenan kayu

Untuk perawatan, Anda bisa mengoleskan food-grade mineral oil ke bagian atas, bawah, dan sisi-sisi dari talenan kayu.

Minyak mineral yang ringan, tak berwarna dan tak berbau dapat membantu agar talenan kayu tetap kinclong, halus, dan terlihat seperti baru.

Ingat, jangan pakai jenis minyak lain secara sembarangan seperti zaitun ataupun kanola karena bisa membuat talenan kayu berubah jadi berbau tengik.

Itulah berbagai cara membersihkan hingga merawat talenan kayu agar terbebas dari kuman dan bau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Ekuador vs Curacao (21/6): La Tri Wajib Menang Demi Jaga Asa Lolos

Prediksi Ekuador vs Curacao Piala Dunia 2026, duel Grup E pada 21 Juni pukul 07.00 WIB di Kansas City Stadium yang penuh gengsi.  

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat