M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Cara Mengurangi Resistensi Insulin secara Alami yang Dapat Anda Coba

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Yuk, coba terapkan beberapa cara mengurangi resistensi insulin secara alami berikut!

Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, sehingga menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, stres berlebihan, serta kurang tidur. Namun, ada berbagai cara alami yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh mengelola kadar gula darah dengan lebih baik.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Rempah-Rempah Penurun Gula Darah Tinggi Alami

Melansir dari laman Eating Well, berikut ini adalah beberapa cara mengurangi resistensi insulin secara alami:

1. Konsumsi Lebih Banyak Makanan Nabati

Menambahkan lebih banyak makanan nabati yang kaya serat seperti kacang-kacangan, lentil, sayuran hijau, dan biji-bijian ke dalam pola makan Anda dapat membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik.

Menurut ahli gizi Vandana Sheth, makanan ini mengandung serat, antioksidan, dan senyawa antiinflamasi yang berperan dalam menjaga keseimbangan gula darah serta meningkatkan fungsi insulin.

Serat dalam makanan nabati juga memperlambat pencernaan, yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan meningkatkan sensitivitas insulin. Dengan demikian, makanan tinggi serat dapat menjadi pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan metabolisme tubuh.

2. Kurangi Konsumsi Lemak Jenuh

Makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, produk susu berlemak tinggi, mentega, makanan panggang, dan gorengan, dapat meningkatkan kadar asam lemak dalam tubuh.

Akumulasi asam lemak ini bisa menyebabkan dinding sel menjadi lebih kaku, sehingga menghambat kerja insulin dan menyebabkan resistensi insulin.

Anda tidak harus menghindari lemak jenuh sepenuhnya, tetapi membatasi asupannya hingga kurang dari 10% dari total kalori harian sangat dianjurkan.

Sebagai alternatif, pilih sumber lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah 10 Ciri-ciri Kadar Gula Darah yang Tinggi dalam Tubuh

3. Rutin Berolahraga

Olahraga dapat membantu tubuh menggunakan glukosa secara lebih efisien. Saat Anda bergerak, otot membutuhkan lebih banyak energi, sehingga glukosa yang ada dalam darah digunakan tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada insulin.

Selain itu, olahraga juga dapat membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin dan membantu membentuk lebih banyak massa otot, yang berperan dalam metabolisme glukosa.

Jenis olahraga terbaik adalah yang Anda nikmati dan bisa dilakukan secara konsisten. Para ahli merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik per minggu, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang, serta dua hari latihan kekuatan untuk meningkatkan sensitivitas insulin secara optimal.

4. Prioritaskan Tidur yang Berkualitas

Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan meningkatkan resistensi insulin. Studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, memastikan tidur yang cukup dan berkualitas menjadi langkah penting dalam mengatur kadar gula darah.

Jika Anda sulit tidur tepat waktu, cobalah mulai tidur 15 menit lebih awal setiap malam hingga mencapai durasi tidur yang dianjurkan.

Hindari paparan layar ponsel sebelum tidur, ciptakan lingkungan yang nyaman, dan batasi konsumsi kafein di malam hari untuk mendukung tidur yang lebih baik.

Baca Juga: 9 Tips Efektif Menurunkan HbA1c yang Dapat Anda Coba Terapkan

5. Kelola Stres dengan Baik

Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mengganggu metabolisme glukosa dan menyebabkan resistensi insulin. Jika stres tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat memperburuk kondisi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya.

Untuk mengurangi stres, lakukan aktivitas yang Anda nikmati seperti meditasi, yoga, jalan kaki, menulis jurnal, atau sekadar menghabiskan waktu dengan hobi favorit Anda. Teknik pernapasan dalam atau mindfulness juga bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

6. Menurunkan Berat Badan Jika Diperlukan

Jika Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan sebanyak 5-7% dari berat badan awal dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan secara signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berhasil menurunkan berat badan dalam kisaran ini memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami diabetes hingga 58%.

Menurunkan berat badan memang bukan hal yang mudah, terutama jika sudah mencoba berkali-kali tanpa hasil yang bertahan lama. Oleh karena itu, fokuslah pada perubahan gaya hidup secara bertahap dan realistis.

Jika mengalami kesulitan, berkonsultasi dengan ahli gizi dapat membantu menemukan strategi yang sesuai untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.

Baca Juga: Apa Saja Minuman Penurun Gula Darah yang Terbukti Efektif? Ini Daftarnya

Demikianlah beberapa cara mengurangi resistensi insulin secara alami. Dengan menerapkan perubahan ini secara konsisten, Anda dapat meningkatkan sensitivitas insulin secara alami dan mengurangi risiko diabetes serta gangguan metabolisme lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Pakaian tidak terpakai belum tentu harus dibuang. Kenali cara memperpanjang masa pakai, memilah baju layak donasi, dan tips mengelola tekstil.

Masih Mau Minum Tiap Hari? Ini Sisi Gelap Teh Boba buat Tubuh, Ada Risiko Obesitas

Rasa manis dan kenyalnya teh boba memang menggiurkan, tapi kebiasaan meminumnya setiap hari bisa memicu obesitas hingga sembelit.

Stres dan Susah Tidur? Ini 4 Tanda Anda Butuh Suplemen Magnesium

Banyak orang tanpa sadar mengalami defisiensi magnesium. Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium ya.

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Tidak Lagi Sebatas Persoalan Representasi Perempuan

Kesetaraan gender di dunia kerja tidak lagi sebatas persoalan representasi perempuan, tapi juga pengembangan SDM, inovasi, hingga saing bisnis.

Cegah Sebelum Telat! Ini 5 Cara Mencegah Pradiabetes Biar Enggak Jadi Diabetes

Ingin tahu cara mencegah pradiabetes agar tidak memburuk? Cukup kurangi gula tambahan, olahraga secara rutin, dan pantau kesehatan Anda.

Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi

Jangan abaikan kesehatan organ reproduksi Anda karena kanker ovarium bisa menyerang usia muda. Mulai dari riwayat keluarga hingga menstruasi.

4 Kesalahan Makeup Bold yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Pemula Wajib Tahu

Makeup bold sering kali menjadi pilihan favorit. Ini 4 kesalahan makeup bold yang bikin wajah terlihat tua yang wajib Anda hindari.

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.