M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Alasan Tidur Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

6 Alasan Tidur Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa alasan tidur bisa membantu menurunkan berat badan Anda. Penasaran? 

Banyak orang berfokus pada olahraga dan pola makan sehat untuk menurunkan berat badan, tetapi sering kali melupakan satu hal penting, yakni tidur yang cukup.

Tidur bukan hanya waktu untuk beristirahat, melainkan juga saat di mana tubuh melakukan banyak proses penting, termasuk mengatur hormon, metabolisme, dan energi. Ketika Anda kurang tidur, tubuh tidak hanya terasa lelah, tetapi juga lebih sulit membakar lemak dan menahan keinginan makan.

Ternyata tidur memiliki pengaruh langsung terhadap berat badan. Orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam per malam cenderung memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup.

Hal ini bukan kebetulan, karena tidur memengaruhi keseimbangan hormon lapar, kontrol gula darah, dan bahkan motivasi Anda untuk beraktivitas.

Baca Juga: 9 Tanaman Herbal Terbaik yang Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan saat Diet

Melansir dari Healthline, ini beberapa alasan tidur bisa membantu menurunkan berat badan Anda:

1. Menghindari Kenaikan Berat Badan akibat Kurang Tidur

Tidur kurang dari 6–7 jam per malam sering dikaitkan dengan peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dan risiko obesitas yang lebih tinggi.

Sebuah analisis terhadap 20 studi yang melibatkan 300.000 orang menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko obesitas hingga 41% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur 7–9 jam per malam.

Penelitian juga menemukan bahwa kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin. Ketika tidur tidak cukup, kadar ghrelin meningkat yang kemudian meningkatkan rasa lapar, serta leptin menurun yang kemudian menurunkan rasa kenyang. Akibatnya, seseorang lebih mudah tergoda mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang berperan dalam penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini bisa menciptakan lingkaran setan antara tidur yang buruk dan berat badan berlebih.

2. Menjaga Nafsu Makan Tetap Terkendali

Tidur cukup membantu menstabilkan nafsu makan. Ketika seseorang kurang tidur, hormon ghrelin meningkat dan leptin menurun, yang membuat rasa lapar meningkat meski tubuh tidak benar-benar membutuhkan kalori tambahan.

Tinjauan penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat mengonsumsi hingga 500 kalori lebih banyak per hari dibandingkan mereka yang tidur cukup.

Selain itu, kurang tidur juga memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan berlemak, serta meningkatkan ukuran porsi makan.

3. Membantu Membuat Pilihan Makanan yang Lebih Baik

Tidur nyenyak juga berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam membuat keputusan, termasuk memilih makanan. Ketika kurang tidur, area otak yang bertanggung jawab untuk pengendalian diri menjadi kurang aktif, sementara bagian yang merespons kesenangan dari makanan menjadi lebih aktif.

Studi tahun 2019 menemukan bahwa orang yang kurang tidur lebih tertarik pada gambar makanan tinggi kalori dan bahkan rela membayar lebih untuk makanan tersebut. Artinya, setelah malam tanpa tidur cukup, Anda cenderung lebih sulit menolak makanan manis atau berlemak.

Baca Juga: 5 Cara Cepat Turunkan Berat Badan yang Efektif, Mau Coba?

4. Tidur Lebih Awal Mencegah Ngemil Larut Malam

Begadang sering membuat orang merasa lapar di malam hari. Semakin lama Anda terjaga, semakin besar kemungkinan Anda makan lagi, terutama jika sudah berjam-jam sejak makan malam.

Ngemil di malam hari dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan gangguan metabolisme. Selain itu, makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menurunkan kualitas tidur dan memperburuk siklus kurang tidur.

Jika memang lapar sebelum tidur, pilih camilan ringan yang tinggi protein seperti yogurt Yunani atau keju cottage, daripada makanan manis atau gorengan.

5. Menjaga Metabolisme Tetap Optimal

Tidur cukup membantu menjaga fungsi metabolisme tubuh tetap normal. Ketika Anda kurang tidur, tubuh mengalami penurunan kemampuan membakar lemak dan energi, serta meningkatkan risiko sindrom metabolik, kondisi yang berkaitan dengan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa orang dewasa muda yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolisme. Kurang tidur juga dapat menurunkan proses oksidasi lemak, yaitu kemampuan tubuh memecah lemak untuk energi.

6. Membuat Tubuh Lebih Aktif dan Berenergi

Tidur dan olahraga saling berhubungan. Kurang tidur membuat Anda merasa lelah di siang hari dan menurunkan motivasi untuk berolahraga. Sebaliknya, olahraga teratur membantu meningkatkan kualitas tidur.

Kurang tidur juga berdampak negatif pada kekuatan otot, ketahanan tubuh, dan waktu reaksi, yang dapat menurunkan performa fisik. Akibatnya, Anda mungkin membakar lebih sedikit kalori dan kesulitan mencapai defisit energi yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga: 3 Tips Latihan Treadmill untuk Menurunkan Berat Badan

Itulah beberapa alasan tidur bisa membantu menurunkan berat badan Anda. Tidur sering dianggap sepele dalam program penurunan berat badan, padahal perannya sangat penting. Kurang tidur dapat memicu peningkatan nafsu makan, memperlambat metabolisme, dan membuat Anda sulit menolak makanan tidak sehat.

Dengan tidur cukup 7 jam–9 jam setiap malam, Anda bukan hanya menjaga kesehatan fisik dan mental, tapi juga memberi tubuh kesempatan untuk bekerja secara optimal dalam mengatur berat badan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.