M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Tren Kesehatan Berisiko yang Sebaiknya Dihindari, Apa Saja?

 5 Tren Kesehatan Berisiko yang Sebaiknya Dihindari, Apa Saja?
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa tren kesehatan berisiko yang sebaiknya dihindari, lho. Kira-kira apa saja? Cek pembahasannya di sini, yuk!

Media sosial dipenuhi berbagai tren kesehatan yang diklaim mampu menurunkan berat badan, meningkatkan energi, hingga membuat tubuh lebih sehat dalam waktu singkat. Tidak sedikit konten yang menampilkan pengalaman pribadi atau testimoni yang terlihat meyakinkan. Namun, tidak semua tren tersebut didukung oleh bukti ilmiah.

Sebagian kebiasaan yang sedang populer justru dapat memicu gangguan kesehatan jika dilakukan tanpa pengawasan. Mulai dari kekurangan nutrisi hingga gangguan metabolisme, risikonya bisa lebih besar daripada manfaat yang dijanjikan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk lebih selektif sebelum mengikuti tren kesehatan yang sedang viral.

Baca Juga: 8 Pilihan Minuman Sehat yang Bikin Risiko Kanker Menurun

Tren Kesehatan Berisiko yang Sebaiknya Dihindari

Melansir dari Verywell Health, berikut beberapa tren kesehatan berisiko yang sebaiknya dihindari:

1. Terapi Sengatan Lebah

Terapi sengatan lebah merupakan pengobatan alternatif yang sedang diteliti karena diduga memiliki efek antiradang pada beberapa penyakit autoimun.

Namun, ada pula orang yang menggunakannya sendiri dengan sengaja membiarkan tubuhnya disengat lebah sebagai cara alami mengatasi penyakit tertentu, seperti penyakit Lyme.

Padahal, cara ini sangat berisiko. Hingga saat ini belum ada pedoman yang jelas mengenai dosis, cara penggunaan, maupun keamanannya. Terapi ini juga dapat memicu reaksi alergi berat hingga anafilaksis yang mengancam nyawa. Selain itu, penelitian yang tersedia belum menunjukkan manfaat yang meyakinkan.

2. Mengonsumsi Banyak Suplemen Sekaligus

Tren lain yang cukup populer adalah mengonsumsi beberapa jenis suplemen sekaligus untuk mencapai tujuan kesehatan tertentu. Rekomendasi seperti ini mudah ditemukan di media sosial.

Padahal, menggabungkan berbagai suplemen tanpa pengawasan dapat membuat tubuh menerima vitamin atau mineral dalam jumlah berlebihan. Misalnya, seseorang mengonsumsi multivitamin, suplemen untuk rambut dan kulit, suplemen tidur, serta vitamin D secara terpisah. Tanpa disadari, semuanya bisa mengandung vitamin D.

Kelebihan vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah dan memicu gangguan ginjal. Oleh karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan atas saran tenaga kesehatan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Jika Dikonsumsi Bisa Meningkatkan Risiko Kanker, Hindari ya!

3. Menghindari Karbohidrat Sepenuhnya

Karbohidrat sering dianggap sebagai penyebab utama kenaikan berat badan sehingga ada yang memilih untuk menghilangkannya sama sekali dari menu harian.

Padahal, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Kebutuhan setiap orang memang berbeda, tetapi tubuh tetap memerlukan karbohidrat agar dapat berfungsi dengan baik.

Yang lebih penting adalah memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat, seperti gandum utuh, beras merah, kentang, ubi, dan makanan tinggi serat lainnya, dibandingkan menghindari semua jenis karbohidrat.

4. Minum Susu Mentah

Susu mentah atau susu yang belum dipasteurisasi sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih alami dan lebih bergizi dibandingkan susu biasa.

Namun, hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa susu mentah memiliki nilai gizi yang lebih baik. Sebaliknya, susu mentah berisiko mengandung bakteri berbahaya, seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria, yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Proses pasteurisasi justru membuat susu lebih aman dikonsumsi tanpa mengurangi kandungan protein maupun kalsiumnya secara signifikan.

Baca Juga: 4 Risiko Membuat Tato di Tubuh, Bukan Cuma Reaksi Alergi

5. Menolak Vaksin

Keraguan terhadap vaksin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi COVID-19. Akibatnya, angka vaksinasi di sejumlah negara mengalami penurunan.

Padahal, vaksin merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vaksin telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.

Menolak vaksin tanpa alasan medis dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, informasi mengenai vaksin sebaiknya diperoleh dari tenaga kesehatan atau sumber ilmiah yang tepercaya.

Itulah beberapa tren kesehatan berisiko yang sebaiknya dihindari. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Kembali Harga Pangan di Akhir Pekan Minggu Pertama Oktober, Ada Yang Turun

Rincian daftar harga-harga komoditas pangan yang dirilis dari PIHPS Bank Indonesia untuk periode Jumat ini (6/11).

Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? Ada Kegiatan Menghias Cupcake dari Mako

Mako Cake & Bakery menggelar aktivitas Kids Cupcake Decorating yang bisa menjadi pilihan kegiatan bagi keluarga.

Sering Jadi Bahan Candaan karena Gemuk? Jangan Anggap Remeh Dampaknya

Komentar soal berat badan bisa berdampak lebih dari melukai perasaan. Stigma obesitas juga dapat mengganggu kesehatan mental. Cek Dampaknya

IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Jumat (6/11)

BNI Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdaangan hari ini Jumat (6/11/2026). Simak ulasannya berikut ini.

Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (6/11) Naik, Buyback Jadi Rp 2.370.000 per gram

Harga emas Antam melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan hari ini Jumat (6/11), kenaikan juga terlihat pada harga buyback.

Dari Usaha Rumahan hingga Ekspor ke 4 Negara, Simak Kisah Sukses UMKM Adarasa

Dari usaha rumahan hingga ekspor ke 4 negara, ini kiat Adarasa mengembangkan bisnis UMKM sampai go international.                   

Kamera 200 MP Motorola Signature 27 Sapu Bersih Dominasi Pixel 11 Pro XL

Kamera periskop 200 MP milik Signature 27 langsung menandingi spesifikasi Pixel 11 Pro XL. Intip detail keunggulan sensor utamanya.

Kenalan dengan Pivot Payment, Teknologi Pembayaran untuk Bantu Kelola Bisnis Hotel

​Mengenal teknologi pembayaran digital yang mendukung transaksi hotel, mulai dari pemesanan langsung hingga pembayaran melalui online travel agent

Mencari Pendingin untuk Usaha Kuliner? Midea Punya 16 Pilihan Produk

​Mulai dari menyimpan daging beku, mendinginkan bahan makanan, hingga memajang minuman, Midea menawarkan 16 pilihan produk pendingin komersial.

Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat (6/11) Kompak Naik Tinggi

Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian hari ni Jumat (6/11) kompak menguat signifikan dibandingkan dengan perdagangan di hari sebelumnya.