MOMSMONEY.ID - Mulai banyak digandrungi oleh pria dan wanita, sudah tahu belum ada beberapa dampak buruk atau risko pakai tato belum?
Salah satu perkembangan budaya sosial yang mulai lekat dengan budaya milenial kekinian adalah penggunaan tato.
Tato merupakan seni menggambar pada kulit yang bisa menambahkan efek seni pada tubuh seseorang dengan desain permanen menggunakan tinta tato.
Mayo Clinic menjelaskan, biasanya seorang seniman tato menggunakan mesin genggam yang berfungsi seperti mesin jahit.
Mesin tersebut memiliki jarum yang menembus kulit berkali-kali. Pada setiap tusukan, jarum memasukkan tetesan kecil tinta ke lapisan atas kulit.
Nah, sebelum memutuskan untuk membuat tato, ada baiknya memperhatikan beberapa risiko yang muncul akibat tato berikut ini.
Baca Juga: Slow Living Bukan Malas tapi Kunci Hidup Lebih Produktif dan Tenang
Infeksi kulit
Walaupun merupakan karya seni, namun proses pembuatan tato pada kulit dapat menjadi salah satu penyebab munculnya infeksi kulit. Infeksi kulit yang disebabkan tato terjadi pada bagian atas dan tengah kulit.
Maka dari itu, biasanya pembuat tato akan memberikan tips agar terhindar dari munculnya infeksi kulit.
Laman Healthline menjelaskan, kulit akan lebih mudah terserang infeksi pada awal dua minggu setelah proses tato selesai. Gejala dari mulai kulit gatal, kemerahan, hingga bengkak bisa menjadi tanda terjadinya infeksi kulit.
Reaksi alergi
Tak hanya infeksi kulit saja yang bisa terjadi karena tato, ada juga beberapa reaksi alergi yang mungkin terjadi karena penggunaan bahan tinta untuk tato.
Situs Mayo Clinic menyebutkan, biasanya tinta tato dengan warna merah, biru, kuning, dan hijau adalah tinta tato yang banyak memberikan reaksi alergi pada kulit.
Reaksi alergi yang muncul bisa berupa kemerahan, gatal, dan juga bengkak yang bahkan bisa terjadi bertahun-tahun setelah proses tato selesai dibuat.
Baca Juga: Rahasia Makan Tenang, Mindful Eating Atasi Gangguan dan Redakan Cemas
Mudah terjangkit infeksi dari hewan
Hal utama yang wajib dilakukan orang-orang setelah selesai melakukan proses tato adalah menjauhkan diri dari hewan peliharaan.
Menurut laman Bustle, infeksi dari hewan akan lebih mudah menyerang tubuh melalui pori-pori kulit yang masih terbuka karena proses pembuatan tato.
Sehingga penting untuk menjaga area yang baru di tato untuk tetap bersih dan steril agar tidak mudah terjangkit infeksi dari hewan.
Risiko tinggi terkena kanker
Efek samping dari tato adalah bisa memberikan risiko terkena kanker lebih besar. Biasanya hal tersebut lebih mudah terjadi pada seseorang yang memiliki tato dalam skala besar dan banyak.
Pendeteksian kanker juga menjadi terhalang sebab besarnya tato dapat mempengaruhi pemeriksaan kanker kulit. Maka dari itu pembuatan tato yang besar hingga memenuhi satu bagian tubuh juga bisa memicu munculnya kanker kulit.
Jika ingin tetap membuat tato setelah tahu efek sampingnya itu tadi, pastikan semua alat yang digunakan untuk membuat tato steril dan tempatnya terpercaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News