MOMSMONEY.ID - Penyakit jantung masih jadi kasus kematian dan penyakit terbanyak di Indonesia. dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) bilang penyakit jantung bawaan banyak diderita oleh bayi yang lahir. Dia menuturkan sekitar 45.000 bayi lahir setiap tahun dengan PJB, dan sekitar 91% di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa.
"Di rumah sakit Harapan Kita, dalam sehari ada 8 sampai 10 pasien baru penyakit jantung bawaan. Dalam setahun bisa lebih dari 1.000 belum termasuk pasien yang sudah terdiagnosa. Nah, dari situ, banyak orangtua atau anggota keluarga yang berasal dari luar kota tidak memiliki tempat tinggal dan tidur di selasar rumah sakit," ucap dr. Oktavia di peresmian rumah singgah Yayasan Ronald McDonald House Charities di Kemanggisan, Jakarta, Selasa (10/2).
Agar anak mendapatkan dukungan emosional dari keluarga dan, pendamping anak lebih tenang dan kooperatif selama proses pengobatan maka menurut dr Oktavia penting untuk memiliki tempat tinggal yang memadai. "Banyak keluarga dari luar daerah masih menghadapi tantangan besar terkait tempat tinggal dan biaya hidup. Ini mengapa peran fasilitas rumah singgah dari Yayasan RMHC menjadi sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi," katanya.
Melihat kebutuhan itu sekaligus menandai 15 tahun perjalanannya, Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) menghadirkan rumah singgah keempat yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Dengan kapasitas 66 kamar, Rumah Singgah Kemanggisan menjadi rumah singgah bisa menjadi hunian sementara untuk mendukung keluarga pasien anak dengan penyakit kronis, khususnya yang didiagnosis Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang tengah menjalani rujukan pengobatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
Baca Juga: Awas! Ini 4 Minuman yang Bikin Risiko Penyakit Jantung Meningkat Menurut Ahli
Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC bilang sejak 2011, Yayasan RMHC ingin menyediakan rumah singgah, pendampingan, serta lingkungan yang aman dan suportif bagi keluarga pasien. Seluruh rumah singgah dirancang sebagai rumah kedua bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi anak menjalani pengobatan jangka panjang.
Bagi anggota keluarga atau pendamping pasien, Caroline menyebut tidak ada biaya yang dikenakan untuk menginap di rumah singgah. Kamar yang disediakan pun cukup tiga anggota keluarga dengan fasilitas yang lengkap. Mengenai durasi waktu yang ditetapkan, Caroline bilang umumnya waktu untuk menginap yakni dua minggu. Hanya saja, bila ada kebutuhan dan rujukan lebih lanjut dari rumah sakit maka durasi menginap bisa diteruskan.
"Kami berupaya untuk selalu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari proses penyembuhan pasien anak,” sebut Caroline.
Kehadiran Rumah Singgah Kemanggisan terwujud berkat dukungan lebih dari 300 mitra baik itu mitra strategis, donatur perusahaan, donatur individu, komunitas/instansi serta volunteer dari seluruh Indonesia yang terus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian.
Yayasan RMHC menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berbagi dan menjadi bagian dari upaya membantu keluarga pasien anak melalui berbagai kegiatan seperti Lari untuk RMHC, Padel for Hope, Bear4Love, McHappy Socks Fundraiser, Hyrox for Hope hingga Cinta dalam Sepotong Bata.
Melalui pengalaman mendampingi ribuan keluarga pasien anak dari berbagai daerah yang singgah di Rumah Singgah Lebak Bulus, Rumah Singgah Kiara-RSCM, dan Rumah Singgah Denpasar, Yayasan RMHC melihat besarnya kebutuhan akan fasilitas yang lebih luas, terintegrasi, dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga, khususnya anak-anak dengan PJB.
Baca Juga: Diskon Makanan Februari: Promo Subway & McD Tawarkan Paket Berdua Spesial
Oleh karena itu, sejak tahun 2024 Yayasan RMHC menjalin kemitraan strategis bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk merancang pembangunan Rumah Singgah Kemanggisan. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendukung layanan medis, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan, sistem rujukan dan pendampingan bagi keluarga selama masa pengobatan.
Rumah Singgah Kemanggisan merupakan bangunan empat lantai dengan fasilitas meliputi kamar tidur, dapur bersama dan area makan, ruang bermain anak, ruang keluarga, ruang belajar, area ibadah, serta layanan dukungan psikososial dalam lingkungan yang ramah anak dan keluarga.
Setiap kamar diperuntukkan bagi satu keluarga guna menjaga privasi dan kenyamanan, dan seluruh layanan diberikan secara gratis agar keluarga dapat fokus pada proses penyembuhan. Rumah singgah ini juga dilengkapi dengan fasilitas antar jemput siaga serta berlokasi dekat dengan rumah sakit mitra untuk memudahkan akses layanan medis.
“Melalui kolaborasi dengan PERKI, kami ingin memastikan bahwa keluarga pasien tidak hanya mendapatkan tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang aman yang memberikan dukungan emosional. Ke depan, Yayasan RMHC akan membuka rumah singgah kelima di Surabaya dan family room di Lampung,” lanjut Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC.
Baca Juga: Promo McD Paket Beef Prosperity Burger & Coca-Cola Hanya Rp 35 Ribu, Cuma Hari Ini
Saat ini, empat rumah singgah yang dikelola Yayasan RMHC secara akumulatif telah menyediakan lebih dari 62.000 malam menginap bagi lebih dari 2.600 keluarga pasien anak dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran rumah singgah ini memberikan dampak nyata dalam memastikan pasien anak tetap dapat menjalani pengobatan tanpa harus terpisah dengan keluarga akibat keterbatasan jarak dan biaya.
Martina, Orang Tua Pasien di Rumah Singgah Lebak Bulus yang berasal dari Lampung merasakan betul manfaat dari rumah singgah yang dihuni selama menemani sang anak dalam pengobatannya. Sang anak yang harus menjalani pengobatan intensif karena diagnosis skoliosis di RSUP Fatmawati yang ada di Jakarta sempat membuat dirinya bingung untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan rumah sakit.
"Keterbatasan biaya hampir membuat kami terpisah, hingga akhirnya kami mendapatkan rujukan dari pihak rumah sakit untuk menempati Rumah Singgah Lebak Bulus. Kamar khusus untuk setiap keluarga juga membuat privasi kami terjaga, sementara kebersamaan kami membuat anak tidak merasa berada di tempat asing dan tetap merasa nyaman seperti di kamarnya sendiri. Ini sangat membantu menjaga kondisi mentalnya selama menjalani pengobatan,” tuturnya.
Yayasan RMHC juga mengajak masyarakat untuk kembali berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak yang sedang singgah di Rumah Singgah Kemanggisan melalui kampanye Make it Home. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung operasional, perawatan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan rumah singgah bagi keluarga pasien.
Baca Juga: Kumpulan Promo Mantap McD Senin-Minggu Selama Januari 2026, Ada McFlurry Cuma Rp 1
Selanjutnya: OJK: Situasi di Pasar Modal Saat Ini Adalah Akumulasi Masalah Struktural
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News