MOMSMONEY.ID - Mendapatkan tampilan bulu mata yang lentik, tebal, dan menawan secara instan kini semakin mudah berkat hadirnya berbagai perawatan estetika mata modern, seperti lash lift dan eyelash extension.
Kendati sama-sama bertujuan memperindah area mata, kedua teknik ini memiliki prinsip kerja, bahan kimia yang digunakan, hingga efek ketahanan yang sangat berbeda.
Memahami perbedaan mendasar antara lash lift dan eyelash extension sangat penting agar Anda dapat memilih perawatan yang sesuai dengan kesehatan bulu mata asli.
Baca Juga: Tertarik Eyelash Extension? Ketahui Dulu 4 Efek Sampingnya
Melansir American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan Byrdie, berikut adalah 4 perbedaan lash lift dan eyelash extension yang wajib Anda ketahui sebelum melakukan perawatan.
1. Metode Pengerjaan dan Bahan yang Digunakan
Lash lift adalah proses pengeritingan dan pengangkatan bulu mata asli menggunakan larutan kimia khusus (sejenis perming solution) agar melengkung ke atas secara alami dari akarnya. Ini sering kali dikombinasikan dengan pewarnaan.
Sementara itu, eyelash extension adalah teknik penyambungan serat bulu mata sintetis atau halus satu per satu di atas bulu mata asli menggunakan lem medis khusus.
Penggunaan bahan kimia pengeriting pada lash lift maupun perekat sintetis pada eyelash extension harus dibatasi dan diuji sensitivitasnya terlebih dahulu untuk mencegah iritasi kelopak mata.
2. Hasil Akhir dan Ketebalan Bulu Mata
Hasil dari lash lift sangat bergantung pada kondisi, panjang, dan ketebalan bulu mata asli Anda. Sehingga, tampilannya cenderung alami seperti menggunakan pengeriting bulu mata dan maskara tipis.
Sebaliknya, eyelash extension menawarkan fleksibilitas penuh terhadap hasil akhir. Anda dapat memilih tingkat panjang, kelentikan, hingga volume sesuai keinginan, mulai dari gaya natural hingga sangat dramatis.
Namun, menambah beban serat sintetis yang terlalu berat pada eyelash extension harus dibatasi agar tidak membebani akar bulu mata alami.
Baca Juga: 4 Cara Cepat Menghilangkan Lem Bulu Mata yang Aman dan Efektif
3. Daya Tahan dan Frekuensi Perawatan Ulang
Hasil perawatan lash lift umumnya bertahan selama 6 hingga 8 minggu mengikuti siklus pertumbuhan alami bulu mata Anda. Prosesnya akan memudar secara perlahan tanpa meninggalkan sisa ikatan.
Di sisi lain, eyelash extension biasanya hanya bertahan 3 hingga 4 minggu sebelum bulu mata sintetis mulai rontok satu per satu seiring gugurnya bulu mata asli. Hal ini menuntut jadwal retouch atau penyambungan ulang yang lebih berkala.
Kendati demikian, frekuensi pengerjaan ulang kedua perawatan ini wajib dibatasi agar jaringan rambut memiliki waktu untuk beristirahat dan beregenerasi.
4. Perawatan Harian dan Batasan Aktivitas
Perawatan pasca-prosedur lash lift terbilang jauh lebih praktis. Anda hanya perlu menghindari air dan uap hangat selama 24 jam pertama. Setelah itu, Anda bebas menggosok mata, tidur miring, maupun menggunakan pembersih wajah berbahan dasar minyak.
Berbeda halnya dengan eyelash extension. Perawatan hariannya membutuhkan ketelitian ekstra di mana Anda harus membatasi penggunaan pembersih berbasis minyak (oil-based).
Selain itu, Anda juga harus menghindari penggunaan maskara serta tidak boleh menggosok area mata agar lem perekat tidak cepat pecah dan menyebabkan bulu mata sintetis rontok prematur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News