MOMSMONEY.ID - Donat merupakan salah satu camilan paling populer di dunia. Di Indonesia, dua varian yang paling digemari adalah donat biasa (terigu sepenuhnya) dan donat kentang yang terkenal sangat lembut.
Bagi orang awam, keduanya tampak mirip setelah diberi topping. Namun, bagi para pencinta baking, kedua donat ini memiliki karakteristik adonan yang sangat bertolak belakang.
Penambahan kentang dapat mengubah struktur kimia adonan donat. Pati dalam kentang mampu mengikat air jauh lebih baik daripada tepung terigu, yang memengaruhi tekstur hingga daya simpan donat.
Baca Juga: 4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga
Cari tahu lebih lanjut, inilah 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa sebagaimana dilansir dari King Arthur Baking, The Spruce Eats, dan Serious Eats.
1. Tekstur dan Kelembutan Daging Donat
Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang pertama yaitu tekstur dan kelembutan daging donat.
Donat kentang terkenal memiliki tekstur yang jauh lebih empuk, lembut, dan agak kenyal (chewy). Hal ini terjadi karena pati kentang membatasi pembentukan jaringan gluten terigu yang kaku, sehingga menghasilkan remah yang halus.
Sebaliknya, donat biasa mengandalkan gluten yang maksimal dari tepung terigu protein tinggi. Ini menghasilkan struktur serat yang lebih kokoh, berongga besar, dan elastis layaknya roti klasik.
2. Tingkat Kelembapan dan Daya Simpan
Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang kedua yaitu tingkat kelembapan dan daya simpan.
Pati kentang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengunci cairan selama proses memasak, sehingga adonannya tidak mudah kering. Hasilnya, donat kentang mampu mempertahankan kelembutannya hingga 2-3 hari di suhu ruang.
Berbeda dengan donat biasa. Karena kelembapannya lebih cepat menguap, donat biasa cenderung cepat kering, terasa seret saat ditelan, dan teksturnya akan mengeras jika didiamkan semalaman.
Baca Juga: 4 Kesalahan Membuat Donat yang Bikin Hasilnya Bantat dan Berminyak, Hindari Moms!
3. Karakteristik Bobot dan Densitas Adonan
Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang ketiga yaitu karakteristik bobot dan densitas adonan.
Donat kentang memiliki kepadatan (densitas) adonan yang lebih tinggi. Sehingga, terasa lebih mantap, padat berisi, dan mengenyangkan saat diangkat maupun dikunyah.
Di sisi lain, donat biasa berkarakter jauh lebih ringan dan mengembang besar. Struktur donat biasa dipenuhi kantung gas hasil fermentasi ragi. Ini menjadikannya donat yang ringan seperti awan (fluffy) saat disantap.
4. Aroma dan Rasa Alami
Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang keempat yaitu aroma dan rasa alami.
Donat kentang menawarkan sensasi rasa yang lebih kaya dengan perpaduan manis alami umbi-umbian dan rasa gurih yang khas, bahkan sebelum diberi topping.
Sementara itu, donat biasa memiliki profil rasa yang cenderung netral dan murni menonjolkan aroma khas ragi yang terfermentasi. Karakter netral ini membuat donat biasa sangat fleksibel dipadukan dengan topping yang sangat manis tanpa takut enek.
Demikian 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa. Jika Anda ingin membuat donat kentang di rumah, pastikan kentang dihaluskan saat masih panas agar benar-benar lembut.
Karena adonan donat kentang lebih basah dan lengket, hindari menambahkan tepung terigu tambahan secara berlebihan saat menguleni agar hasil akhir donat tidak menjadi keras dan berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News