M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Perbedaan Donat Kentang dan Donat Biasa yang Wajib Diketahui Pecinta Baking

4 Perbedaan Donat Kentang dan Donat Biasa yang Wajib Diketahui Pecinta Baking
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Donat merupakan salah satu camilan paling populer di dunia. Di Indonesia, dua varian yang paling digemari adalah donat biasa (terigu sepenuhnya) dan donat kentang yang terkenal sangat lembut.

Bagi orang awam, keduanya tampak mirip setelah diberi topping. Namun, bagi para pencinta baking, kedua donat ini memiliki karakteristik adonan yang sangat bertolak belakang.

Penambahan kentang dapat mengubah struktur kimia adonan donat. Pati dalam kentang mampu mengikat air jauh lebih baik daripada tepung terigu, yang memengaruhi tekstur hingga daya simpan donat.

Baca Juga: 4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga

Cari tahu lebih lanjut, inilah 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa sebagaimana dilansir dari King Arthur Baking, The Spruce Eats, dan Serious Eats.

1. Tekstur dan Kelembutan Daging Donat

Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang pertama yaitu tekstur dan kelembutan daging donat.

Donat kentang terkenal memiliki tekstur yang jauh lebih empuk, lembut, dan agak kenyal (chewy). Hal ini terjadi karena pati kentang membatasi pembentukan jaringan gluten terigu yang kaku, sehingga menghasilkan remah yang halus.

Sebaliknya, donat biasa mengandalkan gluten yang maksimal dari tepung terigu protein tinggi. Ini menghasilkan struktur serat yang lebih kokoh, berongga besar, dan elastis layaknya roti klasik.

2. Tingkat Kelembapan dan Daya Simpan

Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang kedua yaitu tingkat kelembapan dan daya simpan.

Pati kentang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengunci cairan selama proses memasak, sehingga adonannya tidak mudah kering. Hasilnya, donat kentang mampu mempertahankan kelembutannya hingga 2-3 hari di suhu ruang.

Berbeda dengan donat biasa. Karena kelembapannya lebih cepat menguap, donat biasa cenderung cepat kering, terasa seret saat ditelan, dan teksturnya akan mengeras jika didiamkan semalaman.

Baca Juga: 4 Kesalahan Membuat Donat yang Bikin Hasilnya Bantat dan Berminyak, Hindari Moms!

3. Karakteristik Bobot dan Densitas Adonan

Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang ketiga yaitu karakteristik bobot dan densitas adonan.

Donat kentang memiliki kepadatan (densitas) adonan yang lebih tinggi. Sehingga, terasa lebih mantap, padat berisi, dan mengenyangkan saat diangkat maupun dikunyah.

Di sisi lain, donat biasa berkarakter jauh lebih ringan dan mengembang besar. Struktur donat biasa dipenuhi kantung gas hasil fermentasi ragi. Ini menjadikannya donat yang ringan seperti awan (fluffy) saat disantap.

4. Aroma dan Rasa Alami

Perbedaan donat kentang dan donat biasa yang keempat yaitu aroma dan rasa alami.

Donat kentang menawarkan sensasi rasa yang lebih kaya dengan perpaduan manis alami umbi-umbian dan rasa gurih yang khas, bahkan sebelum diberi topping.

Sementara itu, donat biasa memiliki profil rasa yang cenderung netral dan murni menonjolkan aroma khas ragi yang terfermentasi. Karakter netral ini membuat donat biasa sangat fleksibel dipadukan dengan topping yang sangat manis tanpa takut enek.

Demikian 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa. Jika Anda ingin membuat donat kentang di rumah, pastikan kentang dihaluskan saat masih panas agar benar-benar lembut.

Karena adonan donat kentang lebih basah dan lengket, hindari menambahkan tepung terigu tambahan secara berlebihan saat menguleni agar hasil akhir donat tidak menjadi keras dan berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

20+ Ucapan HUT KAI ke-81 Tahun 2026 Penuh Apresiasi, Bisa Buat Caption

Inilah beragam ucapan HUT KAI ke-81 tahun 1016 yang dapat digunakan sebagai caption atau status sosmed Anda.

Layar HP Samsung Galaxy A55 Tembus 1600 Nits, Kalahkan Samsung S23 FE!

Layar Super AMOLED Galaxy A55 bisa capai kecerahan 1600 nits. Cek rahasia panel ini yang mampu melampaui kemampuan seri flagship.  

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Pastikan Medali, 4 Wakil Indonesia ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026 babak perempatfinal, Minggu (27/9), empat wakil Indonesia melaju ke babak semifinal dan pastikan medali.

Anak Belajar Bukan Hanya dari Rumah, Begini Pengaruh Lingkungan di Sekitarnya

Cara anak berpikir dan membayangkan masa depan tak hanya terbentuk dari keluarga, tetapi juga dari orang-orang yang ditemuinya setiap hari.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/9), Hujan Lebat Guyur 3 Daerah di Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (28/9), Waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.​

Bukan Sekadar Cari Informasi, Ini Pentingnya Anak Rajin Membaca di Era AI

Di tengah banjir informasi dari AI dan media sosial, anak perlu belajar memahami, membandingkan, dan mempertanyakan informasi.

Hujan Lebat Turun di 20 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/9)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 28 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

4 Langkah Cespleng Agar Terhindar dari Paparan Debu Saat Beraktivitas

Debu luar ruangan imbas dari kemarau berkepanjangan bisa mengganggu kesehatan terutama pernapasan, ada baiknya tetap waspada.

Program Laksmi Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Kementerian UMKM merilis Program Laksmi yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian pengusaha mikro perempuan dalam berusaha.

Shopee Ajak Anak Muda Pakai Batik Lewat Festival Batik Nusantara

Shopee melalui Shopee Pilih Lokal menghadirkan Festival Batik Nusantara mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026.​