M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga

4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Mengonsumsi sayuran setiap hari adalah langkah terbaik untuk menjaga kebugaran, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mencukupi kebutuhan serat harian.

Namun, tahukah Anda bahwa cara mengolah sayur memegang peranan yang jauh lebih penting daripada sekadar membelinya?

Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan memasak sayur hingga teksturnya menjadi sangat lunak, layu, dan warnanya berubah kusam dengan alasan agar lebih mudah dikunyah atau memastikan bakteri mati.

Sayangnya, teknik memasak yang berlebihan (overcooking) justru dapat menghancurkan kandungan vitamin dan antioksidan berharga yang ada di dalamnya, sehingga apa yang kita makan hanya menyisakan ampas tanpa nutrisi.

Baca Juga: 4 Kesalahan Membuat Donat yang Bikin Hasilnya Bantat dan Berminyak, Hindari Moms!

Beberapa jenis sayuran memiliki kandungan senyawa aktif dan vitamin yang sangat sensitif terhadap suhu panas tinggi serta durasi memasak yang lama. Ketika sayuran ini terendam air mendidih terlalu lama, nutrisi pentingnya akan larut dan terbuang sia-sia.

Apa saja sayuran tersebut? Melansir Harvard T.H. Chan School of Public Health, Healthline, dan WebMD, berikut 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang.

1. Brokoli

Brokoli kaya akan sulforaphane, senyawa alami yang berfungsi sebagai antikanker. Namun, senyawa ini baru bisa terbentuk jika enzim myrosinase di dalam brokoli tetap aktif.

Enzim ini sangat rapuh dan mudah rusak oleh panas tinggi. Memasak brokoli sampai lembek hanya akan melenyapkan khasiat antikanker dan vitamin C-nya.

Cara terbaik adalah mengukusnya secara ringan selama 3-4 menit saja hingga warnanya hijau cerah dan tetap renyah.

2. Bayam

Bayam dipenuhi oleh zat besi, vitamin C, dan asam folat (vitamin B9). Vitamin C dan asam folat termasuk nutrisi yang larut dalam air dan tidak tahan panas. Saat Anda memasak bayam dalam air mendidih terlalu lama, itu akan membuat gizinya larut dan rusak sia-sia.

Selain itu, tekstur bayam yang terlalu matang akan berubah menjadi berlendir dan kurang nikmat untuk disantap.

Cukup masukkan bayam di menit-menit terakhir sebelum kompor dimatikan. Atau, tumis cepat selama 1-2 menit saja.

Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Tas Bottega Veneta Palsu yang Wajib Anda Waspadai, Jangan Tertipu!

3. Kubis atau Kol

Sebagai bagian dari keluarga sayuran cruciferous, kol kaya akan senyawa glukosinolat yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas.

Memasak kol terlalu lama akan menghancurkan senyawa tersebut dan memicu pelepasan gas hidrogen sulfida. Gas inilah yang menyebabkan kol mengeluarkan aroma menyengat dan memicu perut kembung.

Agar kol tetap padat nutrisi dan manis, potong tipis-tipis dan masaklah secara minimal supaya tekstur crunchy alaminya tetap terjaga saat dikunyah.

4. Paprika

Paprika adalah salah satu sumber vitamin C tertinggi, bahkan melampaui buah jeruk. Paprika juga kaya akan antioksidan karotenoid.

Struktur vitamin C pada paprika akan terurai dengan sangat cepat jika terpapar suhu panas dalam waktu lama hingga kulitnya keriput.

Sebaiknya, masukkan paprika di tahap akhir proses tumisan agar warnanya tetap cerah, rasanya manis segar, dan antioksidannya tidak menguap.

Itulah 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Untuk menjaga nutrisi sayuran, ubah metode memasak dari merebus menjadi mengukus, menumis cepat, atau memanggang singkat.

Jika harus direbus, manfaatkan air rebusannya sebagai kuah sup agar nutrisi yang larut tetap terkonsumsi. Potong juga sayuran dalam ukuran seragam agar tingkat kematangannya merata dalam waktu singkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (23/7)

​BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa (21/7) didominasi berawan. Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca kabur.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 23 Juli 2026: Leo Bersinar, Gemini Lebih Teliti

Yuk cek ramalan zodiak besok Kamis 23 Juli 2026, simak prediksi karier, cinta, keuangan, dan kesehatan semua zodiak.

Arus Dana ke ETF Bitcoin Berbalik Positif, Sinyal Bitcoin akan Bangkit?

Perubahan arus dana ETF kerap menjadi salah satu indikator untuk membaca arah sentimen institusi. Simak maknanya bagi prospek Bitcoin!

4 Perbedaan Donat Kentang dan Donat Biasa yang Wajib Diketahui Pecinta Baking

Bingung membedakan donat kentang dengan donat biasa? Inilah 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa yang wajib Anda tahu.

4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga

4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Wajib tahu, berikut MomsMoney bagikan informasinya.

Jangan Asal Beli Emas! Cek Dulu Selisih Harga Jual dan Buyback Hari Ini

Semakin kecil spread, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

Berburu Kendaraan di GIIAS 2026, Astra Financial Siapkan Promo Kredit

​Astra Financial menghadirkan berbagai promo pembiayaan mobil, motor, hingga perlindungan asuransi selama GIIAS 2026.

Harga Buyback Emas Kompak Naik: Antam Melejit Rp 54.000, Galeri 24 Masih Tertinggi

Harga buyback emas hari ini naik pada seluruh merek logam mulia. Kenaikan buyback terbesar terjadi pada Antam. Cek selengkapnya di sini!

Bukan Sekadar Kasur, Produk AI Ini Bisa Mengikuti Perubahan Posisi Tidur

​DeRUCCI memperkenalkan kasur pintar yang dapat menyesuaikan tingkat kenyamanan sesuai posisi tubuh pengguna.

Harga Emas Dunia Naik Dua Hari, Morgan Stanley Prediksi Emas ke US$ 4.450

Pasar mengabaikan faktor perang AS-Iran. Morgan Stanley memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.450 per troi ons pada kuartal keempat.