MOMSMONEY.ID - Mengonsumsi sayuran setiap hari adalah langkah terbaik untuk menjaga kebugaran, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mencukupi kebutuhan serat harian.
Namun, tahukah Anda bahwa cara mengolah sayur memegang peranan yang jauh lebih penting daripada sekadar membelinya?
Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan memasak sayur hingga teksturnya menjadi sangat lunak, layu, dan warnanya berubah kusam dengan alasan agar lebih mudah dikunyah atau memastikan bakteri mati.
Sayangnya, teknik memasak yang berlebihan (overcooking) justru dapat menghancurkan kandungan vitamin dan antioksidan berharga yang ada di dalamnya, sehingga apa yang kita makan hanya menyisakan ampas tanpa nutrisi.
Baca Juga: 4 Kesalahan Membuat Donat yang Bikin Hasilnya Bantat dan Berminyak, Hindari Moms!
Beberapa jenis sayuran memiliki kandungan senyawa aktif dan vitamin yang sangat sensitif terhadap suhu panas tinggi serta durasi memasak yang lama. Ketika sayuran ini terendam air mendidih terlalu lama, nutrisi pentingnya akan larut dan terbuang sia-sia.
Apa saja sayuran tersebut? Melansir Harvard T.H. Chan School of Public Health, Healthline, dan WebMD, berikut 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang.
1. Brokoli
Brokoli kaya akan sulforaphane, senyawa alami yang berfungsi sebagai antikanker. Namun, senyawa ini baru bisa terbentuk jika enzim myrosinase di dalam brokoli tetap aktif.
Enzim ini sangat rapuh dan mudah rusak oleh panas tinggi. Memasak brokoli sampai lembek hanya akan melenyapkan khasiat antikanker dan vitamin C-nya.
Cara terbaik adalah mengukusnya secara ringan selama 3-4 menit saja hingga warnanya hijau cerah dan tetap renyah.
2. Bayam
Bayam dipenuhi oleh zat besi, vitamin C, dan asam folat (vitamin B9). Vitamin C dan asam folat termasuk nutrisi yang larut dalam air dan tidak tahan panas. Saat Anda memasak bayam dalam air mendidih terlalu lama, itu akan membuat gizinya larut dan rusak sia-sia.
Selain itu, tekstur bayam yang terlalu matang akan berubah menjadi berlendir dan kurang nikmat untuk disantap.
Cukup masukkan bayam di menit-menit terakhir sebelum kompor dimatikan. Atau, tumis cepat selama 1-2 menit saja.
Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Tas Bottega Veneta Palsu yang Wajib Anda Waspadai, Jangan Tertipu!
3. Kubis atau Kol
Sebagai bagian dari keluarga sayuran cruciferous, kol kaya akan senyawa glukosinolat yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
Memasak kol terlalu lama akan menghancurkan senyawa tersebut dan memicu pelepasan gas hidrogen sulfida. Gas inilah yang menyebabkan kol mengeluarkan aroma menyengat dan memicu perut kembung.
Agar kol tetap padat nutrisi dan manis, potong tipis-tipis dan masaklah secara minimal supaya tekstur crunchy alaminya tetap terjaga saat dikunyah.
4. Paprika
Paprika adalah salah satu sumber vitamin C tertinggi, bahkan melampaui buah jeruk. Paprika juga kaya akan antioksidan karotenoid.
Struktur vitamin C pada paprika akan terurai dengan sangat cepat jika terpapar suhu panas dalam waktu lama hingga kulitnya keriput.
Sebaiknya, masukkan paprika di tahap akhir proses tumisan agar warnanya tetap cerah, rasanya manis segar, dan antioksidannya tidak menguap.
Itulah 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Untuk menjaga nutrisi sayuran, ubah metode memasak dari merebus menjadi mengukus, menumis cepat, atau memanggang singkat.
Jika harus direbus, manfaatkan air rebusannya sebagai kuah sup agar nutrisi yang larut tetap terkonsumsi. Potong juga sayuran dalam ukuran seragam agar tingkat kematangannya merata dalam waktu singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News