MOMSMONEY.ID - Membuat donat rumahan yang empuk, montok, dan memiliki lingkaran putih (white ring) adalah impian bagi banyak pencinta dunia baking.
Aroma harum adonan yang digoreng serta kebebasan dalam memberikan aneka topping manis membuat proses pembuatan donat menjadi aktivitas dapur yang sangat menyenangkan.
Namun, bagi pemula, membuat donat sering kali menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang yang mendapati donat buatannya berakhir menjadi keras, kisut setelah dingin, atau bahkan sangat berminyak layaknya gorengan biasa. Kegagalan ini biasanya terjadi karena adanya kesalahan kecil dalam memperlakukan ragi atau ketidaktepatan dalam mengatur suhu.
Donat sendiri merupakan kue ragi (yeast-raised dough) yang sangat sensitif terhadap hidrasi, waktu fermentasi, dan suhu minyak. Jika Anda mengabaikan aspek-aspek teknis tersebut, maka itu akan secara otomatis merusak struktur gluten dan keaktifan ragi di dalam adonan.
Baca Juga: 4 Penyebab Payudara Besar Sebelah yang Umum dan Normal Terjadi, Jangan Panik Dulu!
Agar hasilnya tidak bantat dan berminyak, ada 4 kesalahan membuat donat yang harus dihindari. Melansir King Arthur Baking, The Spruce Eats, dan Bon Appétit, berikut penjelasannya.
1. Mengaktifkan Ragi Menggunakan Air atau Susu yang Terlalu Panas
Kesalahan membuat donat yang pertama yaitu mengaktifkan ragi menggunakan air atau susu yang terlalu panas.
Ragi adalah organisme hidup yang membuat adonan donat mengembang. Kesalahan fatal yang paling sering dilakukan sejak awal proses adalah melarutkan ragi kering ke dalam cairan (air atau susu) yang suhunya terlalu panas dengan dalih agar cepat larut.
Suhu air di atas 55 derajat Celsius akan secara instan membunuh sel-sel ragi tersebut, sehingga ragi mati dan tidak mampu memproduksi gas karbon dioksida. Akibatnya, adonan donat akan bantat total dan tidak mengembang sama sekali meskipun sudah didiamkan berjam-jam.
Pastikan Anda selalu menggunakan cairan bersuhu suam-suam kuku (sekitar 40 derajat Celsius) untuk mengaktifkan ragi dengan aman.
2. Melakukan Proofing Secara Berlebihan
Kesalahan membuat donat yang kedua yaitu melakukan proofing secara berlebihan.
Banyak orang berasumsi bahwa semakin lama adonan didiamkan hingga mengembang berkali-kali lipat, maka tekstur donat yang dihasilkan akan semakin empuk. Pemikiran ini sepenuhnya keliru dan memicu kondisi yang disebut over-proofing.
Ketika adonan donat difermentasi terlalu lama, ragi akan kehabisan makanan (gula dan pati) dan memproduksi gas secara berlebihan hingga jaringan gluten tidak mampu lagi menahannya.
Saat donat yang over-proofed ini dimasukkan ke dalam minyak panas, gas di dalamnya akan langsung pecah dan keluar. Kemudian, menyebabkan donat langsung mengempis, keriput, bertekstur kasar, dan kehilangan bentuk bulat cantiknya saat diangkat.
Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Stres Berat pada Wanita yang Sering Diabaikan
3. Menggoreng Donat dengan Suhu Minyak yang Terlalu Rendah
Kesalahan membuat donat yang ketiga yaitu menggoreng donat dengan suhu minyak yang terlalu rendah.
Suhu minyak adalah faktor penentu apakah donat Anda akan bertekstur ringan atau justru berminyak parah. Memasukkan adonan donat saat minyak belum benar-benar panas atau menggunakan api yang terlalu kecil akan membuat donat terendam di dalam minyak terlalu lama.
Jaringan adonan yang belum kokoh akan bertindak layaknya spons yang menyerap minyak ke dalam pori-porinya. Hasilnya, donat akan menjadi sangat berminyak, terasa berat, dan membuat enek saat dimakan.
Para ahli menyarankan untuk menggunakan termometer dapur dan menjaga suhu minyak tetap stabil di angka 175-180 derajat Celsius. Ini bertujuan agar permukaan luar donat langsung matang keemasan sekaligus mengunci bagian dalamnya tetap lembut tanpa menyerap minyak.
4. Membalikkan Donat Berulang Kali Saat Menggoreng
Kesalahan membuat donat yang keempat yaitu membalikkan donat berulang kali saat menggoreng.
Menjaga estetika donat agar matang merata sering kali membuat kita tidak sabar dan membolak-balikkan donat berkali-kali di dalam wajan. Kebiasaan ini adalah kesalahan besar yang harus dihindari.
Membalikkan donat secara berulang-ulang hanya akan membuat permukaan adonan menyerap lebih banyak minyak. Juga, merusak pembentukan white ring (garis putih tipis yang melingkari bagian samping donat yang menandakan donat mengembang dengan ringan).
Teknik menggoreng donat yang benar adalah cukup membaliknya satu kali saja. Biarkan satu sisi matang hingga berwarna cokelat keemasan, lalu balik ke sisi sebaliknya hingga matang merata. Kemudian, langsung angkat donat dan tiriskan.
Selain menghindari empat kesalahan di atas, pastikan Anda menggunakan jenis terigu protein tinggi agar donat memiliki struktur gluten yang kuat dan elastis untuk menahan gas ragi.
Jangan terburu-buru memberikan taburan gula halus atau glasir cokelat saat donat baru saja diangkat dari wajan. Biarkan donat benar-benar dingin di atas rak kawat (cooling rack) terlebih dahulu agar uap airnya keluar sempurna dan topping Anda tidak meleleh akibat suhu panas donat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News