M O M S M O N E Y I D
AturUang

10 Kebiasaan Mengelola Uang yang Bikin Orang Kelas Atas Tahan Krisis

10 Kebiasaan Mengelola Uang yang Bikin Orang Kelas Atas Tahan Krisis
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Cari tahu 10 kebiasaan orang kelas atas mengelola uang agar aset tumbuh, pengeluaran terkendali, dan keuangan lebih siap hadapi krisis.

Punya penghasilan besar belum tentu membuat seseorang benar benar kuat secara finansial. Yang sering membedakan adalah cara uang tersebut diperlakukan setelah masuk ke rekening, apakah langsung habis untuk kebutuhan atau sebagian diarahkan menjadi aset. 

Melansir dari New Trader U, orang yang berhasil membangun kekayaan cenderung memikirkan kepemilikan, waktu, perlindungan aset, dan sumber pendapatan dalam mengambil keputusan keuangan. 

Pola ini cukup cocok bagi Anda yang menghadapi kebutuhan hidup, biaya pendidikan, cicilan, hingga tuntutan menyiapkan dana masa depan. 

“Kesenjangan antara kebiasaan keuangan kelas atas dan pengelolaan uang sehari hari bukan hanya tentang pendapatan, tetapi juga pola pikir, struktur, dan waktu,” ujar Steve Burns.

Baca Juga: 7 Tingkat Kekayaan, Kamu Ada di Level Mana? Yuk Kenali Kondisi Finansialmu

Kebiasaan orang kelas atas dalam mengelola uang

Mengubah penghasilan menjadi aset

Gaji tetap penting, tetapi penghasilan aktif memiliki batas. Karena itu, sebagian uang dapat diarahkan secara bertahap ke aset sesuai profil risiko, seperti investasi atau kepemilikan usaha. Tujuannya bukan mengejar hasil instan, melainkan membangun sumber nilai untuk jangka panjang.

Berutang dengan tujuan yang jelas

Tidak semua utang otomatis buruk. Masalahnya muncul ketika pinjaman digunakan untuk konsumsi tanpa perhitungan kemampuan membayar. 

Utang yang digunakan untuk sesuatu yang berpotensi menghasilkan nilai tetap memiliki risiko, sehingga bunga, arus kas, dan kemampuan melunasi harus dihitung terlebih dahulu.

Memahami pajak dan aturan keuangan

Semakin kompleks aset dan penghasilan seseorang, semakin penting memahami kewajiban pajaknya. Prinsipnya bukan mencari cara menghindari kewajiban, tetapi memastikan pengelolaan uang tetap efisien dan sesuai peraturan yang berlaku.

Memakai keahlian profesional saat diperlukan

Tidak semua persoalan keuangan harus diselesaikan sendirian. Akuntan, konsultan pajak, perencana keuangan, atau ahli hukum dapat membantu ketika persoalan sudah cukup rumit. Keputusan seperti ini dapat mencegah kesalahan yang justru berbiaya lebih besar.

Tidak bergantung pada satu pemasukan

Satu sumber pendapatan membuat keuangan lebih rentan ketika kondisi berubah. Karena itu, membangun pemasukan tambahan secara realistis dapat menjadi cadangan. Bentuknya bisa berasal dari usaha, pekerjaan sampingan atau aset yang menghasilkan pendapatan.

Melindungi kekayaan yang sudah dimiliki

Membangun aset membutuhkan waktu, sedangkan kerugian besar bisa terjadi dalam waktu singkat. Dana darurat, perlindungan asuransi yang sesuai, pencatatan aset dan perencanaan warisan menjadi bagian penting dari pengelolaan keuangan keluarga.

Tidak mudah panik melihat pasar

Investasi jangka panjang membutuhkan disiplin. Perubahan harga dalam waktu singkat tidak selalu berarti rencana harus diubah. Setiap keputusan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, kondisi aset dan kemampuan menanggung risiko.

Menghargai waktu seperti menghargai uang

Orang dengan kondisi finansial mapan cenderung menyadari bahwa waktu juga memiliki nilai. Pekerjaan tertentu yang bisa didelegasikan dapat membuka ruang untuk mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan atau mengurus keluarga.

Baca Juga: Tips Mengatur Uang di Era Cashless agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Merawat jaringan yang berkualitas

Relasi yang sehat dapat menjadi sumber pengetahuan, kolaborasi dan peluang. Namun, membangun jaringan bukan sekadar mengumpulkan kontak. Kepercayaan tumbuh dari hubungan yang konsisten dan saling memberikan manfaat.

Membeli berdasarkan manfaat

Barang mahal belum tentu buruk, begitu pula barang murah tidak selalu lebih hemat. Pertimbangan yang lebih penting adalah manfaat, kualitas, daya tahan dan apakah pembelian tersebut benar benar dibutuhkan.

Apa yang bisa diterapkan masyarakat Indonesia?

Tidak semua strategi orang kaya cocok diterapkan mentah mentah. Kondisi pendapatan, tanggungan keluarga dan tujuan finansial setiap orang berbeda. Namun, prinsip dasarnya bisa dimulai dari langkah sederhana:

  • Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran.
  • Siapkan dana darurat secara bertahap.
  • Bedakan kebutuhan dan keinginan.
  • Pelajari risiko sebelum berinvestasi.
  • Batasi utang konsumtif.
  • Bangun sumber pendapatan tambahan sesuai kemampuan.

Pada akhirnya, menjadi kuat secara finansial bukan semata soal berapa besar saldo yang dimiliki. Kebiasaan mengatur uang, membangun aset, menjaga risiko dan berpikir jangka panjang justru menjadi fondasi yang dapat dilakukan sejak kondisi keuangan masih sederhana. 

Tidak perlu menunggu kaya untuk mulai mengelola uang dengan lebih bijak, karena kebiasaan kecil yang konsisten dapat menjadi dasar bagi kondisi finansial yang lebih sehat di masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trailer dan Poster Film Hasut Dirilis, Sajikan Horor Lewat Suara

Tuta Films merilis trailer dan poster resmi film Hasut yang jadi debut penyutradaraan Ilya Sigma.     

Tanpa 7 Organ Tubuh Ini Ternyata Manusia Masih Bisa Hidup dan Beraktivitas, lo

Beberapa organ tubuh bersifat pendukung. Simak daftar organ tubuh yang membuat manusia tetap bisa bertahan hidup meski tanpa organ tersebut.

Penerapan AI Demi Perluas Pasar bagi UMKM

Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran bisa memperluas jangkauan produk besutan dari para UMKM.

Kain Bekas Jadi Alas Bingkai Foto, Ini Ide Dekorasi Rumah yang Penuh Kenangan

Kain bekas bisa diubah menjadi alas bingkai foto unik untuk mempercantik rumah sekaligus menyimpan kenangan lebih bermakna.

5 Area Rumah yang Boleh Berantakan biar Hunian Tetap Rapi dan Tertata

Tidak semua sudut rumah harus selalu rapi. Kenali lima area yang boleh menampung barang agar rumah tetap nyaman dan tertata.

Akad Kredit Rumah: 7 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Tanda Tangan KPR

Jangan buru-buru tanda tangan KPR, pahami proses akad kredit rumah, cicilan, tenor, biaya, dan dokumen pentingnya.

Perbedaan Asuransi Berjangka dan Seumur Hidup biar Gak Salah Memilih

Kenali perbedaan asuransi berjangka dan seumur hidup sebelum memilih perlindungan finansial yang sesuai kebutuhan keluarga.

Asuransi Mobil Online Tawarkan Pilihan All Risk dan TLO, Ini Kemudahannya

​Cermati Protect menyediakan pilihan perlindungan all risk dan total loss only (TLO) untuk mobil dengan pengajuan secara online.

Kaya Nutrisi! Ini 7 Manfaat Madu untuk Tumbuh Kembang Si Kecil & Usia Amannya

Ini 7 manfaat madu untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak. Lengkap dengan panduan penting pemberian madu yang aman.

Run & Rise 2026: Saat Ribuan Langkah Berlari untuk Air Bersih Anak Indonesia

Run & Rise 2026 melibatkan lebih dari 1.200 peserta sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung akses air bersih bagi anak-anak.