M O M S M O N E Y I D
AturUang

Tips Mengatur Uang di Era Cashless agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Tips Mengatur Uang di Era Cashless agar Pengeluaran Tetap Terkendali
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Pembayaran digital memang praktis, tetapi pengeluaran bisa cepat membesar. Begini cara sederhana agar uang tetap terkendali.

Sekarang, membayar makanan, transportasi, belanja, hingga kebutuhan kecil bisa dilakukan lewat ponsel. Kemudahan ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis, tetapi juga bisa membuat uang keluar tanpa terasa.

Penelitian mengenai perilaku pembayaran dan overspending menunjukkan adanya hubungan antara metode pembayaran non-tunai tertentu dengan kecenderungan mengeluarkan uang lebih banyak. 

Melansir dari sciencedirect.com, penelitian tersebut menyoroti bagaimana transparansi pembayaran dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap pengeluaran.

Karena itu, persoalannya bukan harus meninggalkan cashless, melainkan bagaimana menggunakannya dengan lebih sadar.

Baca Juga: Tips Menghemat Pengeluaran Anak Kos biar Uang Aman sampai Akhir Bulan

Kenapa cashless bisa membuat uang cepat habis?

Saat menggunakan uang tunai, jumlah uang yang berkurang biasanya langsung terlihat. Sementara itu, pembayaran digital hanya membutuhkan beberapa sentuhan sehingga transaksi kecil sering terasa tidak terlalu berarti.

Padahal, pengeluaran kecil yang dilakukan berkali-kali bisa menjadi besar. Contohnya, transaksi Rp25.000 yang dilakukan 10 kali sudah mencapai Rp250.000.

Jadi, jangan hanya memperhatikan nominal transaksi. Frekuensi pembayaran juga perlu diperhatikan.

Pisahkan uang berdasarkan kebutuhan

Cara sederhana mengontrol pengeluaran adalah membagi uang sesuai fungsinya. Hindari menempatkan seluruh dana pada rekening yang sama dan mudah digunakan untuk belanja. Penghasilan dapat dibagi menjadi beberapa bagian:

  • Kebutuhan rutin seperti makanan, transportasi, tagihan, dan tempat tinggal.
  • Dana cadangan untuk kebutuhan tidak terduga.
  • Tabungan atau tujuan keuangan jangka panjang.
  • Pengeluaran fleksibel untuk hiburan dan belanja.

Pemisahan ini membuat uang untuk kebutuhan penting tidak mudah ikut terpakai ketika muncul keinginan belanja.

Beri jeda sebelum membeli

Keputusan belanja sering menjadi impulsif ketika dilakukan terlalu cepat. Notifikasi promosi dan berbagai penawaran digital juga dapat membuat seseorang merasa perlu segera membeli.

Cobalah membuat aturan sederhana. Tunggu 24 jam untuk barang yang tidak mendesak dan 48 jam untuk pembelian dengan nilai yang lebih besar.

Selama menunggu, tanyakan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena sedang ditawarkan.

Batasi uang di akun pembayaran harian

Tidak semua dana perlu ditempatkan pada rekening atau dompet digital yang digunakan setiap hari. Memisahkan uang dapat menjadi pengaman agar tabungan tidak mudah terpakai.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Keuangan yang Bikin Kondisi Keuangan Lebih Kuat

Untuk QRIS, Bank Indonesia menetapkan batas maksimal transaksi Rp10 juta per transaksi. Penyedia jasa pembayaran juga dapat menetapkan batas kumulatif harian atau bulanan sesuai manajemen risiko.

Melansir dari bi.go.id, pengguna sebaiknya memastikan informasi transaksi sebelum melakukan konfirmasi dan memeriksa notifikasi setelah pembayaran selesai.

Batas tersebut bukan berarti menjadi target pengeluaran. Buat batas pribadi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Kurangi pemicu belanja impulsif

Jika terlalu mudah tergoda berbelanja melalui ponsel, ubah sedikit lingkungan digital. Matikan notifikasi promosi yang tidak diperlukan dan pindahkan aplikasi belanja dari halaman utama.

Hindari pula menyimpan metode pembayaran jika kemudahan tersebut justru membuat proses pembelian terlalu spontan. Tujuannya sederhana, yaitu menciptakan sedikit jarak antara munculnya keinginan dan keputusan membayar.

Pengetahuan keuangan perlu dibarengi kebiasaan

Memahami anggaran memang penting, tetapi pengetahuan saja belum tentu cukup jika kebiasaan belanja tidak ikut berubah.

Penelitian mengenai Generasi Z di Jakarta menunjukkan bahwa literasi keuangan berkaitan dengan perilaku konsumtif. Penggunaan pembayaran cashless juga menjadi salah satu faktor yang diteliti dalam hubungan tersebut.

Melansir dari ijcsrr.org, temuan ini menunjukkan pentingnya menggabungkan pemahaman finansial dengan pengendalian perilaku ketika menggunakan layanan pembayaran digital.

Dengan kata lain, kemampuan mengatur uang harus diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dipahami secara teori.

Cek pengeluaran setiap minggu

Tidak perlu membuat pencatatan keuangan yang rumit. Luangkan sekitar 15 menit setiap minggu untuk melihat ke mana uang digunakan. Periksa pengeluaran terbesar, transaksi kecil yang terlalu sering, serta pembelian yang sebenarnya tidak direncanakan.

Setelah itu, tentukan satu kebiasaan yang ingin diperbaiki pada minggu berikutnya. Misalnya mengurangi jajan, menurunkan anggaran hiburan, atau menghentikan langganan yang sudah jarang digunakan.

Cashless bukan penyebab seseorang pasti boros. Masalahnya lebih sering muncul ketika kemudahan pembayaran tidak diimbangi batas dan kebiasaan mengontrol pengeluaran.

Memisahkan uang, membatasi dana transaksi harian, memberi jeda sebelum membeli, dan mengevaluasi pengeluaran secara rutin, pembayaran digital tetap bisa digunakan dengan nyaman tanpa membuat kondisi keuangan mudah lepas kendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trailer dan Poster Film Hasut Dirilis, Sajikan Horor Lewat Suara

Tuta Films merilis trailer dan poster resmi film Hasut yang jadi debut penyutradaraan Ilya Sigma.     

Tanpa 7 Organ Tubuh Ini Ternyata Manusia Masih Bisa Hidup dan Beraktivitas, lo

Beberapa organ tubuh bersifat pendukung. Simak daftar organ tubuh yang membuat manusia tetap bisa bertahan hidup meski tanpa organ tersebut.

Penerapan AI Demi Perluas Pasar bagi UMKM

Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran bisa memperluas jangkauan produk besutan dari para UMKM.

Kain Bekas Jadi Alas Bingkai Foto, Ini Ide Dekorasi Rumah yang Penuh Kenangan

Kain bekas bisa diubah menjadi alas bingkai foto unik untuk mempercantik rumah sekaligus menyimpan kenangan lebih bermakna.

5 Area Rumah yang Boleh Berantakan biar Hunian Tetap Rapi dan Tertata

Tidak semua sudut rumah harus selalu rapi. Kenali lima area yang boleh menampung barang agar rumah tetap nyaman dan tertata.

Akad Kredit Rumah: 7 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Tanda Tangan KPR

Jangan buru-buru tanda tangan KPR, pahami proses akad kredit rumah, cicilan, tenor, biaya, dan dokumen pentingnya.

Perbedaan Asuransi Berjangka dan Seumur Hidup biar Gak Salah Memilih

Kenali perbedaan asuransi berjangka dan seumur hidup sebelum memilih perlindungan finansial yang sesuai kebutuhan keluarga.

Asuransi Mobil Online Tawarkan Pilihan All Risk dan TLO, Ini Kemudahannya

​Cermati Protect menyediakan pilihan perlindungan all risk dan total loss only (TLO) untuk mobil dengan pengajuan secara online.

Kaya Nutrisi! Ini 7 Manfaat Madu untuk Tumbuh Kembang Si Kecil & Usia Amannya

Ini 7 manfaat madu untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak. Lengkap dengan panduan penting pemberian madu yang aman.

Run & Rise 2026: Saat Ribuan Langkah Berlari untuk Air Bersih Anak Indonesia

Run & Rise 2026 melibatkan lebih dari 1.200 peserta sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung akses air bersih bagi anak-anak.