MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global stabil, karena para pedagang mempertimbangkan prospek perdamaian AS-Iran.
Mengutip Bloomberg, Jumat (12/6), harga emas spot hanya naik tipis sekitar US$ 2 menjadi US$ 4.214,85 per troi ons pada pukul 17.39 WIB.
Harga emas memangkas penurunan tajam pada Rabu yang sempat mencapai US$ 4.072 per troi ons. Minggu ini, emas menuju penurunan mingguan sebesar 2,62%.
Menurut kantor berita Iran, Mehr, Iran dan AS sedang menegosiasikan kesepakatan potensial dengan 14 ketentuan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai US$ 24 miliar, dan 60 hari negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai isu nuklir. Kesepakatan tersebut masih perlu ditinjau dan diselesaikan oleh otoritas di Teheran, menurut laporan tersebut.
Harga minyak hari ini menurun, sementara harga saham-saham naik.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Berfluktuasi Tajam di dekat US$ 4.000 per troi ons
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran telah menyetujui kesepakatan damai yang bisa ditekan akhir pekan ini. Presiden AS menggambarkan perjanjian itu sebagai nota kesepahaman sangat kuat yang agak konseptual.
Namun, kantor berita Iranian Students' News Agency, yang mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei, melaporkan bahwa Iran belum mencapai kesimpulan mengenai masalah ini dan masih dalam peninjauan, sebagaimana dilansir Bloomberg, hari ini.
Menurut Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank A/S, setelah lebih dari 30 pengumuman serupa selama beberapa bulan terakhir, investor menjadi semakin berhati-hati dalam menerima sinyal-sinyal tersebut begitu saja. Para pedagang emas tampaknya memiliki pandangan yang sama: lupakan apa yang dikatakan Trump dan fokuslah pada apa yang dilakukan Iran," katanya, mengutip Bloomberg, Jumat (12/6).
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini 12 Juni 2026: Antam Naik Rp 55.000, Galeri 24 Tertinggi
Perang di Timur Tengah yang kini memasuki bulan keempat, telah mengganggu aliran energi dan menyebabkan harga minyak melonjak, sehingga bank sentral diperkirakan menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi. Pada Kamis, Bank Sentral Eropa mengerek suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.
Kata Hansen, sebelum pasar dapat melihat lebih jauh ke depan dan memfokuskan kembali pada tema-tema pendukung jangka panjang, pasar membutuhkan keyakinan bahwa inflasi sedang ditekan kembali. Sampai saat itu, pasar kemungkinan akan tetap didorong oleh pedagang momentum jangka pendek.
Carsten Menke, Kepala Riset di Julius Baer Group Ltd., mengaitkan sebagian besar tekanan jual dengan perubahan tren teknikal. Bank tersebut, sebagaiman dikutip Bloomberg, memangkas target harga emas tiga bulan hingga 12 bulan menjadi US$ 4.250 dari sebelumnya US$ 4.500 per troi ons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News