MOMSMONEY.ID - Tabungan Anda berperan besar dalam perbankan. Kredit pasif mendukung operasional bank dan pertumbuhan ekonomi. Simak detailnya di sini.
Istilah kredit pasif sering membuat banyak orang bingung. Tidak sedikit yang mengira istilah ini berkaitan dengan utang atau pinjaman.
Padahal, kredit pasif justru berhubungan dengan dana yang disimpan masyarakat di bank. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap literasi keuangan, memahami kredit pasif menjadi penting karena berkaitan langsung dengan tabungan dan deposito.
Berdasarkan informasi dari Sahabat Pegadaian, dana simpanan masyarakat menjadi salah satu sumber utama yang mendukung aktivitas perbankan.
"Dana yang disimpan masyarakat melalui berbagai produk simpanan menjadi sumber pendanaan utama bagi aktivitas perbankan," dikutip dari Sahabat Pegadaian.
Baca Juga: Terjebak Utang Terus? Coba 3 Cara Ini biar Keuangan Pribadi Kembali Stabil
Apa itu kredit pasif?
Kredit pasif adalah dana yang dihimpun bank dari masyarakat melalui produk simpanan seperti tabungan, giro, dan deposito. Saat seseorang menabung, bank akan mengelola dana tersebut untuk mendukung berbagai aktivitas keuangan.
Sebagai imbalannya, nasabah biasanya memperoleh bunga sesuai jenis produk yang dipilih.
Fungsi kredit pasif
Kredit pasif memiliki peran penting dalam sistem perbankan. Dana yang terkumpul membantu bank menjalankan operasional, menjaga likuiditas, dan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Selain itu, kredit pasif juga ikut mendukung perputaran ekonomi karena dana yang tersimpan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Jenis kredit pasif
Beberapa jenis kredit pasif yang umum dikenal masyarakat meliputi:
- Tabungan
- Giro
- Deposito berjangka
- Sertifikat deposito
- Deposit on call
- Automatic roll over
Masing-masing memiliki karakteristik dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Baca Juga: Rupiah Melemah? Begini Cara Praktis Hemat Uang yang Bisa Anda Lakukan
Manfaat dan risikonya
Manfaat utama kredit pasif adalah membantu masyarakat menyimpan dana dengan lebih aman sekaligus memperoleh bunga. Sementara bagi perekonomian, dana simpanan menjadi sumber pembiayaan yang mendorong pertumbuhan usaha.
Namun, kredit pasif juga memiliki risiko, terutama ketika tingkat inflasi lebih tinggi dibandingkan bunga simpanan. Akibatnya, nilai uang bisa berkurang secara riil dari waktu ke waktu.
Kredit pasif bukanlah pinjaman, melainkan dana yang disimpan masyarakat di bank melalui berbagai produk simpanan. Meski terdengar sederhana, keberadaannya memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, memahami kredit pasif dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News