M O M S M O N E Y I D
Bugar

Sudah Hidup Sehat Tapi Asam Urat Masih Tinggi? In Penyebab Gejalanya

Sudah Hidup Sehat Tapi Asam Urat Masih Tinggi? In Penyebab Gejalanya
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Sudah hidup sehat tapi asam urat masih tinggi? Ada beberapa risiko yang memicu gejalanya meski Anda sudah menjalani pola makan dan hidup sehat.

Hiperurisemia atau asam urat tinggi relatif umum terjadi, mempengaruhi sebagian besar populasi di seluruh dunia. 

Dr. Kulwant Singh, dokter nefrologi, memaparkan, ada sekitar 10-15% orang dewasa yang mengalami peningkatan kadar asam urat.

Kondisi ini sangat umum terjadi di negara-negara maju, di mana faktor gaya hidup seperti pola makan dan obesitas berkontribusi pada angka kejadian yang lebih tinggi. 

Dilansir dari Maxhealthcare.com, penyebab gejala asam urat dan pengaruhnya ke dalam tubuh manusia meliputi:

Baca Juga: Tips Mencegah Lonjakan Kolesterol & Asam Urat Saat Liburan, Lakukan Hal Berikut!

Bagaimana asam urat mempengaruhi tubuh?

Hiperurisemia ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, mempengaruhi tubuh dalam beberapa cara seperti berikut:

  • Nyeri sendi: efek yang paling dikenal adalah perkembangan asam urat. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan pembentukan kristal urat di persendian dan menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kemerahan.
  • Batu ginjal: kelebihan asam urat dapat membentuk kristal di ginjal, menyebabkan batu ginjal. Batu-batu ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan berpotensi mempengaruhi fungsi ginjal.
  • Kerusakan ginjal: Hiperurisemia kronis dapat menyebabkan kerusakan ginjal seiring waktu, karena kadar asam urat yang tinggi dapat mengganggu fungsi ginjal.
  • Sindrom metabolik: terdapat hubungan antara hiperurisemia dan sindrom metabolik yang meliputi kondisi seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.
  • Risiko kardiovaskular: kadar asam urat yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan masalah kardiovaskular seperti stroke.

Gejala kadar asam urat tinggi

Hiperurisemia ditandai dengan beberapa gejala seperti berikut:

  • Nyeri sendi: nyeri mendadak dan hebat pada persendian.
  • Pembengkakan dan kemerahan: sendi yang terkena akan berubah menjadi bengkak, merah, dan terasa hangat saat disentuh.
  • Sensitivitas: sentuhan atau gerakan ringan pun dapat menyebabkan nyeri hebat di area yang terkena.
  • Keterbatasan mobilitas: kesulitan menggerakkan sendi yang terkena akibat nyeri dan pembengkakan.

Baca Juga: Diet Sehat dan Kebiasaan Sehari-hari yang Efektif Menurunkan Asam Urat, Cek Infonya

Apa risiko penyebab asam urat tinggi?

Hiperurisemia terjadi ketika terdapat kelebihan asam urat dalam darah, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

1. Faktor diet

Mengonsumsi makanan yang kaya puri, seperti daging merah, kerang, dan beberapa jenis ikan. 

2. Konsumsi alkohol

Minum bir dan minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar asam urat. Minuman yang tinggi fruktosa seperti soda juga berkontribusi pada peningkatan asam urat.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih tinggi dan dapat memperburuk hiperurisemia.

4. Faktor genetik

Riwayat keluarga yang menderita asam urat dapat meningkatkan kemungkinan terkena kondisi tersebut.

Baca Juga: Kebiasaan di Pagi Hari yang Bantu Menjaga Asam Urat Normal, Ini Info Lengkapnya

5. Fungsi ginjal

Gangguan fungsi ginjal dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat yang menyebabkan penumpukan.

6. Obat-obatan

Obat diuretik yang sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau kondisi jantung dapat meningkatkan kadar asam urat. Obat kemoterapi tertentu juga dapat menyebabkan kadar asam urat tinggi karena memecah sel dengan cepat.

7. Kondisi medis

Penyakit ginjal kronis di mana penurunan fungsi ginjal dapat mempengaruhi ekskresi asam urat. Selain itu, kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kadar asam urat. 

Pergantian sel kulit yang cepat pada psoriasis juga dapat meningkatkan kadar asam urat.

8. Dehidrasi & mager

Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi asam urat dalam darah. Gaya hidup tidak aktif turut berkontribusi pada obesitas dan gangguan metabolisme yang merupakan faktor risiko hiperurisemia.

9. Usia & perubahan hormonal

Kimia dalam tubuh akan berubah seiring waktu, begitu pula dengan pemrosesan asam urat. Risiko terkena asam urat akan meningkat setelah usia 40 tahun, jenis kelamin laki-laki juga lebih rentan mengalami masalah asam urat.

Perempuan yang mengalami menopause juga bisa menderita penyakit ini karena ketidakseimbangan hormon dalam memperlambat pemecahan purin.

Baca Juga: Ini Makanan yang Perlu Dihindari Pasien Asam Urat agar Tidak Berujung Komplikasi

Upaya untuk mengobati Asam urat tinggi

Penting untuk melakukan beberapa upaya untuk mengobati asam urat tinggi:

1. Modifikasi gaya hidup

Kurangi asupan makanan kaya purin seperti daging merah, jeroan dan beberapa jenis seafood. Batasi konsumsi alkohol dan hindari minuman manis yang tinggi fruktosa.

Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat juga penting untuk membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi risiko serangan asam urat. Minumlah banyak air untuk membantu mengencerkan asam urat dan mendukung fungsi ginjal.

Lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk membantu dalam pengelolaan berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

2. Konsumsi obat-obatan

Obat Allopurinol mampu mengurangi produksi asam urat dengan menghambat enzim xantin oksidase. Sementara itu, obat Febuxostat yang merupakan Inhibitor xantin oksidase digunakan untuk menurunkan kadar asam urat.

Ada juga agen urikosurik seperti Probenecid untuk meningkatkan ekskresi asam urat oleh ginjal. Nah, untuk pengobatan untuk serangan asam urat akut bisa mengonsumsi NSAID untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan selama serangan asam urat.

Lalu, obat Kolkisin bisa mengurangi peradangan dan nyeri yang terkait dengan serangan asam urat.

3. Mengelola kondisi yang mendasar

Untuk menurunkan asam urat, penting untuk mengobati penyakit ginjal kronis atau masalah ginjal lainnya untuk meningkatkan ekskresi asam urat. Mengelola kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga membantu mengendalikan kadar asam urat.

4. Pemantauan dan tindak lanjut

Pemantauan kadar asam urat secara teratur penting untuk menilai efektivitas pengobatan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Penanganan jangka panjang mungkin melibatkan perubahan gaya hidup berkelanjutan dan evaluasi berkala untuk mencegah kekambuhan gejala dan komplikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?