MOMSMONEY.ID - Akhir bulan biasanya menjadi sumber kebahagiaan para Moms karena mendapatkan gaji bulanan, apalagi yang baru saja mendapat promosi kenaikan jabatan. Namun perlu Moms mewaspadai adanya inflasi gaya hidup yang selalu mengintai.
Ini adalah kondisi terjadi peningkatan pengeluaran yang beriringan dengan meningkatnya pendapatan. Artinya saat seseorang mendapatkan penghasilan yang lebih besar, gaya hidupnya ikut naik. Kenaikan gaya hidup ini dapat berupa hobi liburan lebih wah, makan di restoran mahal, upgrade gadget terbaru, fesyen kekinian dan lainnya.
Namun bisa jadi inflasi gaya hidup tercipta karena minimnya literasi finansial seseorang. Sehingga tidak menyadari pentingnya menabung, investasi jangka panjang, dan membeli sesuatu dalam batas wajar.
Sebelum terlambat, Moms bisa menghindari inflasi gaya hidup. Inflasi gaya hidup bisa dihindari jika seseorang sudah menyadari bahayanya bagi masa depan. Beberapa cara yang bisa dilakukan seperti dilansir dari situs Manulife berikut ini:
Baca Juga: Harga Emas Dunia Melorot Lagi, Inflasi AS Masih jadi Sorotan
Menentukan batasan gaya hidup
Upayakan untuk memiliki gaya hidup sesuai kemampuan, tidak berlebihan. Terlebih jika ada kenaikan gaji, selama kebutuhan masih cukup dari gaji yang sebelumnya maka tidak perlu mengerek standar konsumsi harian.
Menerapkan anggaran bulanan
Gunakan metode sederhana 50-30-20, di mana 50% dari gaji bisa digunakan untuk kebutuhan pokok seperti cicilan rumah, belanja bahan makanan, listrik, dan sejenisnya.
Lalu 30% untuk keinginan, alokasi dana ini dapat dipakai untuk jalan-jalan, beli gadget baru, makan di restoran, tapi tidak boleh lebih dari budget yang sudah disediakan tadi.
Terakhir, sisihkan 20% di awal untuk menabung dan berinvestasi. Pembagiannya bisa disesuaikan lagi berdasarkan kebutuhan masing-masing individu dan keluarga, asalkan porsi keinginan tidak mendominasi pengeluaran bulanan.
Baca Juga: 5 Cara Inflasi yang Bikin Orang Kaya Makin Kaya dan Kelas Pekerja Kian Tertekan
Hindari pembelian impulsif
Salah satu cara menjaga kesehatan finansial dari perilaku impulsif adalah dengan menunggu minimal 24 jam sebelum membeli barang, agar tidak mendadak dan bisa fokus pada kebutuhan. Bukan keinginan, apalagi sekadar mengikuti tren yang viral.
Agar terhindar dari inflasi gaya hidup dibutuhkan pengendalian diri dari konsumsi emosional, kadang Anda belanja bukan karena membutuhkan, namun faktor stres, bosan atau validasi sosial dapat memicu tindakan impulsif yang membuat Anda sulit membedakan mana kebutuhan dan keinginan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News