MOMSMONEY.ID - Blibli Tiket Action kembali menggelar Langkah Membumi tahun ini untuk menghubungkan edukasi, kolaborasi, dan pengalaman langsung untuk mendorong adopsi gaya hidup yang berkelanjutan.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Langkah Membumi bertransformasi menjadi Langkah Membumi Market, sebuah wadah yang menghadirkan pendekatan sustainability yang lebih pop, interaktif, relevan dan mudah diterapkan.
Transformasi ini berdasarkan insight pengunjung sejak 2023 yang menunjukkan sekitar 90% pengunjung Langkah Membumi berasal dari Gen Z dan Milenial muda, yang makin sadar terhadap isu sosial dan lingkungan, serta memiliki pengaruh yang besar terhadap konsumsi masa depan.
"Kami melihat bahwa generasi muda tidak hanya semakin peduli terhadap isu sustainability, tetapi juga semakin aktif mencari produk, layanan, dan pengalaman yang sejalan dengan nilai yang mereka yakini," ujar Lisa Widodo, COO dan Co-Founder Blibli dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).
"Karena itu, Langkah Membumi Market 2026 hadir untuk membantu menjembatani kesenjangan antara kepedulian dan tindakan nyata melalui pengalaman yang lebih praktis, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari," katanya.
Baca Juga: Terobosan Unik, Edukasi Lingkungan Kini Ramah Disabilitas
Dengan menjadikan market sebagai pusat pengalaman, Langkah Membumi Market 2026 menghadirkan tiga pilar utama:
1. Inspiring Talks
Ide, perspektif, dan cerita inspiratif dari para pemimpin industri, kreator, komunitas, hingga changemakers yang mendorong perubahan.
2. Eco Labs
Mengajak pengunjung belajar sambil mencoba melalui workshop dan pengalaman interaktif yang membuat sustainable lifestyle terasa lebih dekat dan mudah diterapkan.
3. Curated Market
Menjadi ruang kurasi bagi brand dan pelaku usaha untuk menampilkan produk, layanan, serta inovasi yang ramah lingkungan dan mendukung green lifestyle.
Mengawali rangkaian kegiatan Langkah Membumi Market 2026, Langkah Membumi Networking Dinner 2026 diadakan bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Dengan tema “Who Should Change First: Companies or Consumers? Rethinking Sustainability Adoption through Business Transformation and Consumer Behaviour”, acara ini menjadi melting pot sekitar 60 pemimpin industri, pelaku bisnis, komunitas, dan changemakers untuk bertukar perspektif serta memperkuat kolaborasi dalam mendorong adopsi sustainability di Indonesia.
Baca Juga: Ingin Lingkungan Lebih Hijau, Ini Aksi Nyata yang Bisa Dilakukan
Adapun gelaran Langkah Membumi turut menunjukkan dampak positif. Langkah Membumi melakukan pengukuran dampak yang mengacu pada standar internasional ISO 14040 dan ISO 14044.
Ini merupakan standar yang menggunakan metodologi Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi berbagai aspek lingkungan, termasuk jejak karbon, emisi, pengelolaan limbah, serta aspek keberlanjutan lainnya yang dihasilkan dari setiap aktivitas.
Capaian penyelenggaraan Langkah Membumi sebelumnya memberikan kontribusi terhadap limbah dan dan air yang mana ada sekitar 187 kg limbah yang dikelola yang terdiri dari plastik, kaca, kertas dan sampah organik. Ada juga 741 liter air isi ulang yang disedikan dan menghemat 1.235 botol plastik.
Dari sisi emisi dan karbon, ada lebih dari 94 ton karbon dioksida yang berhasil ditekan di tahun 2025, karbon dioksida tahun lalu 57% lebih rendah dari tahun 2024. Ada 10.500 pohon yang telah didonasikan dan dapat menyerap 450 ton karbon dioksida.
Lalu penyelenggaran 44 sesi talkshow dan workshop memberikan 71,5 jam edukasi, dengan 60% peserta merasa kasadarannya atas lingkungan meningkat, lebih dari 50% peserta menyatakan siap menjalankan aksi nyata dan ada 2 kali kenaikan nilai belanja per pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News