MOMSMONEY.ID - Inflasi tak berdampak sama bagi semua orang. Pahami lima cara kenaikan harga dapat memperlebar kesenjangan ekonomi dan daya beli.
Inflasi sering dipahami sebagai kenaikan harga yang dirasakan seluruh masyarakat secara merata. Namun, dalam praktiknya, dampak inflasi bisa berbeda tergantung pada kondisi keuangan, jenis aset yang dimiliki, hingga sumber penghasilan seseorang.
Bagi sebagian orang, inflasi justru mampu meningkatkan nilai kekayaan, sementara kelompok lainnya mengalami penurunan daya beli dari waktu ke waktu.
Melansir dari New Trader U, fenomena tersebut terjadi karena sistem ekonomi dan arus peredaran uang memberikan dampak yang tidak sama kepada setiap kelompok masyarakat.
Memahami cara kerja inflasi menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
"Inflasi menguntungkan mereka yang memiliki aset dan utang jangka panjang, sementara lebih membebani masyarakat yang bergantung pada gaji, tabungan tunai, dan pinjaman jangka pendek," ujar Steve Burns.
Baca Juga: Aktifkan OTP di myBCA dan BCA Mobile, Begini Caranya biar Transaksi Lancar
Efek Cantillon membuat penerima uang lebih awal diuntungkan
Dalam teori ekonomi, terdapat konsep Efek Cantillon yang menjelaskan bahwa pihak yang pertama kali menerima tambahan uang dalam perekonomian memiliki peluang memperoleh keuntungan lebih besar sebelum harga berbagai aset meningkat.
Investor, lembaga keuangan, maupun pelaku usaha yang memperoleh akses pendanaan lebih awal dapat mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi.
Sementara itu, masyarakat yang mengandalkan pendapatan bulanan biasanya baru merasakan kenaikan penghasilan setelah harga kebutuhan pokok lebih dahulu meningkat sehingga daya beli ikut tergerus.
Inflasi lebih cepat menaikkan harga aset dibanding kebutuhan sehari-hari
Inflasi tidak hanya memengaruhi harga bahan makanan atau biaya hidup, tetapi juga dapat mendorong kenaikan harga aset seperti rumah, tanah, saham, maupun kepemilikan bisnis.
Bagi masyarakat yang telah memiliki aset tersebut, kenaikan harga berpotensi meningkatkan nilai kekayaan. Sebaliknya, masyarakat yang sebagian besar menyimpan dana dalam bentuk tabungan tunai menghadapi risiko penurunan nilai riil uang akibat inflasi.
Perbedaan jenis utang menentukan siapa yang lebih diuntungkan
Inflasi juga memengaruhi beban utang dengan cara yang berbeda. Pemilik usaha atau individu yang memiliki pinjaman jangka panjang dengan bunga tetap dapat memperoleh keuntungan karena nilai riil utang menurun seiring inflasi.
Sebaliknya, masyarakat yang mengandalkan kartu kredit, pinjaman kendaraan, atau pinjaman berbunga mengambang berpotensi menghadapi cicilan yang semakin mahal ketika suku bunga meningkat sebagai respons terhadap inflasi.
Perusahaan memiliki ruang menyesuaikan harga
Ketika biaya produksi meningkat, banyak perusahaan melakukan penyesuaian harga jual agar operasional tetap berjalan.
Pada kondisi tertentu, kenaikan harga juga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan sehingga memberikan manfaat bagi pemegang saham maupun pemilik bisnis.
Sementara itu, penyesuaian upah pekerja umumnya membutuhkan waktu lebih lama sehingga selisih antara kenaikan harga dan pendapatan dapat mengurangi kemampuan membeli kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Cara Atur Pengiriman OTP Lewat Aplikasi haloBCA, Mulai Langkahnya
Kenaikan gaji belum tentu meningkatkan kesejahteraan
Kenaikan gaji sering dianggap sebagai kabar baik. Namun apabila kenaikan tersebut lebih rendah daripada laju inflasi, kemampuan membeli barang dan jasa justru dapat menurun.
Dalam beberapa kondisi, peningkatan pendapatan nominal juga dapat memengaruhi besaran pajak yang harus dibayarkan, meskipun secara riil daya beli masyarakat belum mengalami peningkatan.
Cara menjaga daya beli saat inflasi meningkat
Meskipun inflasi merupakan bagian dari siklus ekonomi, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah untuk menjaga kondisi keuangan. Berikut diantaranya:
- Menyusun anggaran belanja sesuai kebutuhan utama.
- Menyisihkan dana darurat secara rutin.
- Mempelajari instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko.
- Mengurangi penggunaan utang berbunga tinggi.
- Mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala agar tetap selaras dengan perubahan ekonomi.
Inflasi bukan sekadar kenaikan harga barang, tetapi juga dapat memengaruhi distribusi kekayaan dalam perekonomian.
Mereka yang memiliki aset produktif dan strategi keuangan yang tepat cenderung lebih mampu mempertahankan nilai kekayaannya.
Di sisi lain, masyarakat yang bergantung pada pendapatan tetap perlu mengelola keuangan dengan lebih cermat agar daya beli tidak terus menurun.
Memahami mekanisme inflasi, setiap orang dapat mengambil keputusan finansial yang lebih tepat untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News