M O M S M O N E Y I D
Bugar

Waspada Cacar Monyet Mpox, Begini Cara Penularan & Gejalanya

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Penularan virus mpox (MPXV), khususnya yang terjadi dari manusia ke manusia, patut diwaspadai. Simak cara penularan dan gejala cacar monyet Mpox yang dibagikan oleh Kementerian Kesehatan.

Cara penularan cacar monyet dapat melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, atau kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi atau droplet.

Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa termasuk saat melakukan kontak seksual.

Penularan melalui droplet biasanya membutuhkan kontak erat yang lama, sehingga anggota keluarga yang tinggal serumah atau kontak erat dengan kasus berisiko lebih besar untuk tertular.

Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Yudhi Pramono, MARS mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai penularan virus mpox.

"Kepada masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menerapkan perilaku seksual yang sehat seperti tidak gonta ganti pasangan ataupun perilaku seks sesama jenis," pesan Yudhi dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: WHO Tetapkan Peningkatan Kasus Cacar Monyet sebagai Keadaan Darurat

Gejala cacar monyet mpox

Jika bergejala mpox, segera mengunjungi dokter ke fasilitas kesehatan terdekat.

Berdasarkan laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, gejala mpox pada kasus konfirmasi yang paling banyak dilaporkan, antara lain:

  • lesi
  • demam
  • ruam
  • limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening

Durasi kesembuhan pasien mpox bervariasi mulai dari 2-4 minggu. Periode lama sakit paling singkat adalah 14 hari dari timbulnya gejala pertama.

Baca Juga: WHO Gelar Pertemuan, Bahas Wabah Cacar Monyet Sebagai Keadaan Darurat

Bagaimana pencegahan dan perawatan cacar monyet?

Dari sisi pencegahan dan perawatan pasien mpox, Kemenkes mengupayakan pemenuhan vaksin dan obat-obatan termasuk antibiotik. Sebagian besar kasus Mpox di Indonesia diberikan terapi suportif dan simtomatis.

Kasus tersebut dilakukan perawatan dan isolasi, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

"Kementerian Kesehatan telah melaksanakan vaksinasi mpox bagi kelompok risiko tinggi pada tahun 2023 terhadap 495 sasaran. Dan, pada tahun 2024 ini sedang dalam proses penyiapan total 4.450 dosis vaksin, yakni 2.225 sasaran dengan 2 dosis per individu,: terang Yudhi.

Imbauan untuk pelaku perjalanan

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menetapkan mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).

Status PHEIC diumumkan pada 14 Agustus 2024 menyusul peningkatan kasus mpox di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika.

Sebelumnya, pada Juli 2022, penyebaran mpox secara meluas ke berbagai negara mendorong WHO menyatakan penyakit tersebut sebagai PHEIC. Status PHEIC tersebut dinyatakan berakhir pada Mei 2023 setelah terjadi penurunan kasus global secara berkelanjutan.

Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) turut menyatakan, Mpox sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat untuk Keamanan Kontinental (Public Health Emergency of Continental Security/PHECS) pada 13 Agustus 2024.

Baca Juga: Kasus Terus Bertambah dan Meluas, Ini Gejala Pasien Cacar Monyet di Indonesia

Hindari pergi ke negara-negara terjangkit mpox

Merespons status darurat kesehatan mpox, Yudhi mengimbau masyarakat, terutama para pelaku perjalanan, untuk tetap waspada dan menghindari bepergian ke negara-negara yang terjangkit mpox.

Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M menambahkan, tidak ada pembatasan perjalanan dari atau ke negara-negara yang mengalami peningkatan kasus mpox.

Kendati demikian, pelaku perjalanan dari Indonesia harus berhati-hati dan tidak boleh lengah apabila tetap ingin bepergian ke negara terjangkit terutama Afrika.

"Hingga saat ini, tidak ada travel warning ataupun pembatasan perjalanan ke maupun dari Afrika, tetapi pemerintah mengimbau kepada pelaku perjalanan dari Indonesia ke Afrika untuk berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, serta berperilaku seksual yang sehat dan aman," tambah Farchanny.

Merujuk laporan “Multi-country outbreak of mpox. External Situation Report 35” yang diterbitkan WHO pada 12 Agustus 2024, tercatat sebanyak 99.176 kasus konfirmasi Mpox, termasuk 208 kematian, yang dilaporkan oleh 116 negara anggota WHO sejak 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2024.

Baca Juga: Inilah Fakta Penting tentang Vaksin Cacar Monyet yang Perlu Anda Tahu

Kongo jadi negara dengan kasus mpox tertinggi

Di Wilayah Afrika, Republik Demokratik Kongo menjadi negara dengan jumlah kasus mpox tertinggi, yakni menyumbang sekitar 96% dari total kasus di benua tersebut.

Selama periode enam bulan terakhir (1 Januari-30 Juni 2024), wilayah Afrika mengonfirmasi lebih banyak kasus mpox dibandingkan wilayah lain dalam dua bulan berturut-turut.

Hal ini dapat dikaitkan dengan meluasnya wabah dan meningkatnya jumlah kasus di wilayah tersebut, terutama di Republik Demokratik Kongo.

Dalam laporan terbaru WHO pada 15 Agustus 2024, Swedia menjadi negara pertama di luar benua Afrika yang mengkonfirmasi mpox berjenis Clade Ib pada seseorang dengan riwayat perjalanan ke Afrika Tengah. Clade I dianggap lebih parah dan menular dibanding MPXV Clade II.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Peringati Hari Bumi, Cermati Fintech Group Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Bekasi

Cermati Fintech Group (CFG) menanam sebanyak 1.000 bibit pohon di Hutan Kota Eduforest, Kabupaten Bekasi dalam rangka peringati Hari Bumi

Huawei Watch Fit 5: Layar Jernih, Baterai 10 Hari, & Fitur Kesehatan Lengkap

Huawei Watch Fit 5 dan 5 Pro resmi meluncur. Cari tahu perbedaan layar, fitur, dan jadwal penjualannya sebelum Anda memutuskan membeli.

Jangan Kehabisan! Promo TIX ID Film Para Perasuk Beli 1 Gratis 1, Berakhir Cepat

Membeli tiket nonton Para Perasuk lebih hemat. TIX ID tawarkan promo Beli 1 Gratis 1 hanya 3 hari. Segera manfaatkan penawaran ini!

Pilot RI Tembus Standar Dunia, Ini Tips Jadi Pilot Berprestasi

​Karier pilot menjanjikan, tapi penuh tantangan. Ini tips penting agar bisa berprestasi dan bersaing di industri penerbangan global.

Nu Skin Luncurkan Prysm iO, Cek Nutrisi Tubuh Kini Cukup 15 Detik

Nu Skin meluncurkan Prysm iO, sebuah alat yang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi nutrisi tubuh dengan cepat dan praktis.

Promo J.CO Summarecon: Beli 1 Lusin Gratis 1/2 Lusin Donuts, Hemat sampai Rp 63.000

Nikmati promo di J.CO Summarecon Mall Serpong yang bikin heboh. Buruan cek selengkapnya untuk tahu cara dapatkan donat gratis sebelum kehabisan!

Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (23/4) Lanjut Melemah, Turun Rp 25.000

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Kamis (23/4) mengalami penurunan Rp 25.000 dari perdagangan sebelumnya.

Sempat Disemprit Bursa, Saham WBSA Injak Gas Naik 690%

Saham WBSA pada Kamis, 23 April 2026 kembali menyentuh auto reject atas atau ARA dengan kenaikan 24,88% ke Rp 1.330.

HP Samsung Terbaru 5G: Ada yang Bawa Kamera 200MP & Baterai Super Awet!

Dari A56 hingga A17, HP Samsung Terbaru 5G kini punya baterai 5000mAh dan layar AMOLED 120Hz. Pilih yang terbaik untuk kebutuhan Anda sekarang.

Tips Parenting di Era Digital, Seperti Apa?

Agar anak lebih bahagia diasuh orangtua, ini tips pola asuh orangtua di era digital saat ini.