M O M S M O N E Y I D
AturUang

Warren Buffett: Ini 7 Kebiasaan Boros Kelas Menengah yang Menghambat Kaya

Warren Buffett: Ini 7 Kebiasaan Boros Kelas Menengah yang Menghambat Kaya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Warren Buffett mengungkap kebiasaan boros kelas menengah yang bikin tabungan sulit berkembang dan finansial cepat rapuh.

Mengatur keuangan kini menjadi tantangan yang makin terasa bagi banyak masyarakat Indonesia. Harga kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan bertambah, sementara gaya hidup juga ikut berubah lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. 

Tidak sedikit orang merasa penghasilannya selalu habis meski pendapatan sudah meningkat. Padahal menurut investor dunia Warren Buffett, masalah finansial sering kali bukan soal kurang uang, melainkan cara mengelolanya. 

Mengutip pernyataannya dari New Trader U, Buffett berkali kali menekankan pentingnya hidup sederhana dan menghindari pengeluaran yang tidak memberi nilai jangka panjang.

“Jika kebiasaan kecil salah terus dipelihara, kondisi keuangan akan sulit berkembang,” ujar Warren Buffett.

Baca Juga: 15 Ide Usaha Modal Kecil yang Diprediksi Ramai Peminat, Cocok untuk Pemula

Utang bunga tinggi bikin gaji cepat habis

Salah satu hal yang paling sering disorot Warren Buffett adalah kebiasaan menggunakan utang berbunga tinggi untuk kebutuhan konsumtif. Banyak orang menganggap kartu kredit atau cicilan sebagai solusi praktis, padahal bunga yang terus berjalan bisa membuat pengeluaran makin berat setiap bulan.

Di Indonesia sendiri, penggunaan paylater dan cicilan digital kini semakin umum dipakai untuk belanja harian. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini membuat penghasilan bulanan habis hanya untuk membayar tagihan.

Buffett pernah menyebut bunga tinggi sebagai salah satu jebakan finansial paling berbahaya. Menurutnya, semakin lama utang dibiarkan, semakin sulit seseorang membangun tabungan maupun investasi.

Terlalu mengejar mobil baru demi gengsi

Banyak orang menganggap mobil baru sebagai simbol keberhasilan. Padahal dari sisi finansial, kendaraan termasuk aset yang nilainya terus turun seiring waktu.

Warren Buffett justru dikenal menggunakan kendaraan sederhana dan tidak sering mengganti mobil. Ia memandang kendaraan hanya sebagai alat transportasi, bukan penanda status sosial.

Di tengah tren flexing media sosial yang makin marak, banyak keluarga rela mengambil cicilan besar demi terlihat mapan. Akibatnya, pengeluaran rutin membengkak dan kondisi keuangan menjadi tidak sehat.

Gaya hidup naik saat gaji bertambah

Fenomena lifestyle creep kini semakin sering terjadi di kalangan anak muda hingga keluarga muda. Ketika penghasilan naik, pengeluaran ikut meningkat untuk nongkrong, gadget terbaru, fashion, atau liburan.

Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat seseorang tetap sulit menabung meski gajinya bertambah. Buffett menilai kebebasan finansial justru lahir dari kemampuan menahan diri, bukan dari banyaknya barang yang dimiliki.

Ia percaya rasa aman secara finansial jauh lebih penting dibanding sekadar terlihat sukses di depan orang lain.

Baca Juga: 7 Cara Warren Buffett Membangun Kekayaan yang Masih Cocok di Tahun 2026

Investasi mahal yang diam diam menguras keuntungan

Saat ini semakin banyak masyarakat mulai tertarik investasi. Namun tidak semua memahami biaya tersembunyi dalam produk keuangan tertentu.

Warren Buffett sejak lama menyarankan masyarakat memilih investasi sederhana dengan biaya rendah dan mudah dipahami. Menurutnya, biaya kecil yang dipotong terus menerus dapat mengurangi keuntungan dalam jangka panjang.

Karena itu, penting bagi masyarakat memahami produk investasi sebelum menaruh uang agar tidak hanya ikut tren semata.

Sering membeli barang murah yang cepat rusak

Harga murah memang terlihat menguntungkan di awal. Namun jika barang cepat rusak lalu harus membeli lagi, total pengeluaran justru menjadi lebih besar.

Prinsip ini banyak terjadi pada kebutuhan rumah tangga, elektronik, hingga perlengkapan sehari hari. Buffett sendiri dikenal lebih memilih barang yang memiliki kualitas baik dan tahan lama.

Menurutnya, nilai sebuah barang tidak hanya dilihat dari harga beli, tetapi juga manfaat jangka panjang yang diberikan.

Belanja impulsif karena promo dan tren media sosial

Promo tanggal kembar, diskon besar, hingga racun belanja dari media sosial membuat banyak orang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Kebiasaan checkout tanpa perencanaan menjadi salah satu penyebab uang cepat habis. Apalagi kini proses belanja online semakin mudah dan cepat hanya lewat ponsel.

Warren Buffett menilai pengeluaran kecil yang dilakukan terus menerus dapat menjadi penghambat terbesar dalam membangun kekayaan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Hemat Orang Pekerja Kelas yang Mendukung Finansial Cepat Stabil

Menunda menabung dan dana darurat

Masih banyak orang yang menabung hanya jika ada sisa uang di akhir bulan. Padahal cara ini sering gagal karena pengeluaran biasanya terus bertambah.

Buffett justru menyarankan agar menabung dilakukan di awal setelah menerima penghasilan. Dengan begitu, seseorang belajar mengatur pengeluaran sesuai kemampuan.

Dana darurat juga penting untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan keluarga mendadak.

Kebiasaan sederhana yang bisa memperbaiki masa depan finansial

Nasihat Warren Buffett sebenarnya tidak rumit dan masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Mengurangi utang konsumtif, mengontrol gaya hidup, dan disiplin menabung bisa menjadi langkah awal memperbaiki kondisi finansial keluarga.

Membangun kekayaan bukan selalu soal memiliki penghasilan besar. Justru kebiasaan kecil dalam mengelola uang setiap hari yang paling menentukan kondisi keuangan seseorang di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget

Setiap masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital.

Prudential dan Siloam Tawarkan Paket MCU Rp 350.000 hingga Akhir Oktober 2026

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Siloam International Hospitals meluncurkan program MCU seharga Rp 350.000 hingga 31 Oktober 2026. 

Rilis Menu Terbatas Overload Smoky Cheese, Subway Beri Diskon Hingga 105%

Overload smoky cheese ini hadir dalam ukuran footlong (30 cm), 6-inch (15 cm), salad, maupun varian wrap.

Ragu Jual Beli Jam Tangan Mewah Online? Kenali Layanan Flecto.id

​Flecto.id menerapkan proses autentikasi dan sistem escrow untuk transaksi jam tangan yang dibeli melalui platform.

Ingin Tahu Merek Anda Banyak Dibicarakan Positif atau Negatif? AI Bisa Membantu

​Media Info Grup Indonesia (MIGI) menyediakan layanan media monitoring berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memahami sentimen publik dan merek.

Promo Alfamart Carnaval Ice Cream 16-31 Oktober 2026, Magnum Beli 2 Diskon!

Cek promo es krim Alfamart Carnaval Ice Cream periode 16-31 Oktober 2026 untuk borong es krim favorit Anda.  

Tak Cuma Garansi, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Elektronik

​Midea Electronics Indonesia menerapkan ISO 9001:2015 untuk mendukung konsistensi proses bisnis dan perbaikan berkelanjutan.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Selasa (20/10) Didominasi Berawan, Cek Suhu Tiap Wilayah

Prakiraan cuaca Jawa Barat 20–21 Oktober didominasi berawan; suhu maksimum diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius.

Cerah hingga Hujan Ringan, Intip Cuaca Yogyakarta Besok (20/10)

BMKG memprakirakan cuaca di lima kabupaten/kota DIY berbeda-beda pada Selasa (20/10). Simak suhu dan kondisi cuaca setiap wilayah.

Cuaca Banten Diramal Cerah dan Berawan Besok Selasa (20/10) , Cek Suhunya

BMKG memperkirakan cuaca besok di Banten akan didominasi cuaca cerah dengan suhu udara berkisar 22-36 derajat Celsius.​