MOMSMONEY.ID - TransTRACK, perusahaan teknologi (tech enabler) yang berfokus pada digitalisasi operasional armada kendaraan melalui solusi fleet operation optimizer dan supply chain integrator, berperan dalam meningkatkan standar keselamatan (safety) di industri motorsport Indonesia.
Salah satu upaya yang TransTRACK lakukan adalah dengan berkontribusi pada pagelaran Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam ajang Sprint Rally Sumut 2026.
Sejak pertama kali dikenalkan di ajang Sumatera Utara Rally 2024 lalu hingga hari ini, TransTRACK telah menghadirkan pengembangan Rally Tracking System berbasis teknologi lokal yang memungkinkan pemantauan posisi kendaraan rally secara real-time setiap detik.
Sistem ini dilengkapi dengan fitur tombol darurat seperti SOS, OK, Fire, dan Blocked Road, yang memungkinkan pembalap dan navigator mengirimkan sinyal kondisi darurat secara instan kepada panitia.
Dukungan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas monitoring serta mempercepat respons terhadap potensi insiden di lintasan, sekaligus memastikan kelancaran operasional selama perlombaan berlangsung.
Anggia Meisesari, Founder dan CEO TransTRACK, menyampaikan sejak TransTrack pertama kali memperkenalkan teknologi ini pada 2024, ia terus melakukan pengembangan untuk menjawab kebutuhan industri motorsport yang semakin kompleks.
"TransTrack menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan keselamatan seluruh peserta menjadi prioritas utama,” kata Anggia dalam keterangan tertulis, Selasa (4/14).
Baca Juga: Tren Motor Listrik Berlanjut di 2026, Edukasi dan Kredit Jadi Kunci
Dari perspektif penyelenggara, Poedio Oetojo, Pimpinan Perlombaan Kejurnas Sprint Rally Putaran 1 yang merupakan praktisi senior rally Indonesia yang telah terlibat sejak 1978, menekankan aspek keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan olahraga otomotif, karena sifatnya yang berbahaya.
"Sejak saya terlibat di dunia reli, mulai sebagai peserta pada tahun 1972 hingga menjadi pelaksana sejak 1978, keselamatan sebenarnya sudah mulai diterapkan, meskipun pada saat itu pengetahuan dan regulasinya masih sangat terbatas," kata Poedio.
Pemeriksaan kendaraan dan perlengkapan pengemudi sudah dilakukan sejak tahun 1970-an, termasuk penggunaan roll bar. Namun, sistem monitoring di lintasan masih terbatas. Dulu, Poedio hanya mengandalkan radio point setiap beberapa kilometer untuk melaporkan posisi peserta. Namun jika terjadi kecelakaan di antara titik tersebut, respons tidak bisa dilakukan secara cepat.
Dengan adanya tracking system saat ini, panitia dapat memantau pergerakan peserta secara real-time, merespons insiden dengan lebih cepat, serta memastikan peserta mengikuti rute yang telah ditentukan. Ini menjadi kemajuan penting dalam meningkatkan keselamatan dan pengawasan dalam penyelenggaraan reli.
Sementara, Adi Wibowo, Chief Steward yang ditunjuk oleh IMI Pusat dalam ajang ini, mengatakan monitoring safety dengan teknologi sudah pasti sangat membantu, baik bagi peserta maupun kepanitiaan. Dengan alat tracking ini, seluruh pergerakan peserta dapat dimonitor dan direkam, sehingga data seperti posisi, kecepatan, dan waktu bisa digunakan jika diperlukan. Ini merupakan kemajuan untuk dunia reli di Indonesia.
Baca Juga: Performa Maksimal, Perempuan Bisa Lakukan 5 Tips Merawat Motor Ini agar Tak Rewel
Di level internasional seperti WRC, teknologi ini bahkan sudah bisa memonitor kecepatan secara langsung, termasuk mendeteksi over speed maupun kondisi kendaraan berjalan terlalu lambat.
Dalam uji coba yang telah dilakukan, termasuk di APRC, ketika terjadi kecelakaan bisa langsung termonitoring dan panitia dapat merespons dengan cepat melalui fitur seperti SOS atau kebutuhan bantuan darurat.
"Ke depan, kami berharap penggunaan alat ini bisa diterapkan ke seluruh peserta, karena akan mendorong peningkatan keselamatan sekaligus kemajuan industri reli di Indonesia. Bahkan tidak menutup kemungkinan teknologi ini bisa digunakan di cabang olahraga lain yang membutuhkan kecepatan dan ketelitian,” lanjut Adi.
Dari sisi peserta, M. Herkusuma (Heru), Co-driver Dewa United Motorsport, menegaskan pentingnya teknologi keselamatan dalam mendukung performa di lintasan. Dalam motorsport, keselamatan adalah nomor satu. Dengan adanya teknologi ini sangat-sangat membantu, karena informasi bisa lebih cepat diterima dan kita bisa lebih cepat mengantisipasi kalau ada accident.
"Harapannya, rally device yang dibuat secara lokal ini bisa terus dikembangkan, mengacu pada regulasi FIA, dan ke depannya bisa digunakan lebih luas, bahkan di-approve untuk level internasional seperti WRC Indonesia,” ungkapnya.
Pengembangan Rally Tracking System oleh TransTRACK tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan, tetapi juga mendukung transparansi dan akurasi dalam perlombaan, termasuk pemantauan kepatuhan rute serta penyediaan data yang komprehensif untuk analisis performa dan pengambilan keputusan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan IMI dan berbagai pemangku kepentingan, TransTRACK optimis bahwa teknologi ini dapat menjadi standar baru dalam keselamatan motorsport di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi solusi teknologi lokal untuk berkontribusi di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News