M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Tips mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks

Reporter: kompas.com  |  Editor: Adi Wikanto


MOMSMONEY.ID - Jakarta. Setiap wanita berisiko terserang kanker serviks. Namun jangan khawatir, Anda bisa mencegah dan mengurangi risiko serangan kanker serviks.

Kanker serviks adalah salah satu penyakit berbahaya yang menyerang leher rahim atau bagian dari organ reproduksi wanita. Melansir laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), leher rahim adalah organ penghubung antara vagina dan rahim atau tempat janin tumbuh ketika wanita hamil.

Setiap wanita bisa terkena kanker serviks. Namun, penyakit kanker serviks ini paling sering menyerang wanita di atas usia 30 tahun. Mengetahui cara mencegah kanker serviks bisa mengurangi risiko terserang penyakit berbahaya tersebut.

Penyebab kanker serviks 

Sebelum mengenali cara mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks, ketahui dahulu penyebab penyakit berbahaya tersebut. Penyebab kanker serviks utamanya berasal dari infeksi human papilloma virus (HPV) yang biasanya menular lewat hubungan seks.

Berikut beberapa cara mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks yang bisa dilakukan para wanita untuk menurunkan risiko penyakit ini.

1. Vaksin kanker serviks

Cara pertama mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks adalah melakukan vaksin. Anda bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan suntik vaksin HPV (human papilloma virus).

Manfaat vaksin HPV dapat mencegah segala jenis penyakit yang disebabkan oleh HPV, termasuk kutil kelamin dan kanker serviks. Virus ini dapat menyerang pria dan wanita, terutama pada vagina, penis, leher rahim, bibir vagina, mulut, dan saluran napas bagian atas.

Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat dua jenis vaksin HPV di Indonesia, yakni bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen menyasar jenis HPV 16 dan 18 untuk mencegah kanker serviks. Sedangkan vaksin HPV tetravalen menyasar jenis HPV 6, 11, 16, dan 18 berguna untuk mencegah kanker serviks sekaligus kutil kelamin.

Pemberian vaksin HPV di Indonesia diarahkan untuk remaja perempuan mulai usia 10 tahun ke atas untuk mencegah kanker serviks. Vaksinasi HPV diberikan dua dosis untuk anak usia 10-13 tahun, dan tiga dosis untuk anak usia 16-18 tahun.

Jadwal pemberian vaksin HPV selang sebulan sejak kali pertama penyuntikan, dan jaraknya paling lama enam bulan selang penyuntikan pertama. Apabila jadwal pemberian vaksin terlewat karena sakit atau hal lain, suntik vaksin HPV tidak perlu diulang. Cukup kejar suntik vaksin agar dosisnya lengkap.

Baca juga: Pernah Mengalami Darah Menggumpal Saat Haid? Ini Penyebabnya

2. Cek leher rahim secara berkala

Cara kedua mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks adalah rutin cek leher rahim. Melansir NHS, skrining atau pemeriksaan leher rahim dapat mendeteksi perubahan abnormal pada serviks sejak dini.

Wanita berusia 25-49 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan leher rahim setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun perlu memeriksakan kondisi leher rahimnya setiap lima tahun sekali.

Skrining leher rahim ini penting, termasuk untuk wanita yang sudah pernah disuntik vaksin HPV. Pasalnya, ada banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena kanker leher rahim.

Terutama jika wanita termasuk kelompok berisiko tinggi terkena kanker serviks. Wanita yang berasal dari penderita kanker serviks dan punya gaya hidup tidak sehat berisiko terserang penyakit ini.

3. Setop merokok

Cara ketiga mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks adalah setop merokok. Rokok dapat menghambat kemampuan tubuh ketika menghadapi infeksi HPV. Kondisi ini apabila dibiarkan berkepanjangan bisa berkembang menjadi kanker.

Jika Anda saat ini kesulitan berhenti merokok, coba minta bantuan dari klinik berhenti merokok di sejumlah puskesmas, rumah sakit, atau layanan kesehatan terpercaya lainnya.

4. Seks aman

Cara keempat mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks adalah melakukan seks secara aman. Sebagian besar kanker serviks terkait dengan infeksi HPV yang ditularkan lewat hubungan seks. Untuk menurunkan risiko penyakit ini, wanita bisa melakukan seks yang lebih aman.

Melansir Cancer.net, berikut beberapa cara membantu mencegah dan menurunkan risiko kanker serviks:

  • Hindari pernikahan dini, jangan berhubungan seks ketika usia belum menginjak 18 tahun, dan tunda kehamilan ketika usia belum genap 20 tahun
  • Jangan gonta-ganti pasangan seks karena rentan jadi pintu penularan infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya
  • Lakukan seks aman dengan perlindungan kondom
  • Hindari hubungan seks dengan orang yang punya banyak pasangan seks
  • Jangan berhubungan seks dengan orang yang terkena penyakit kutil kelamin

Cara mencegah dan mengurangi risiko kanker serviks tidak bisa tunggal, atau hanya mengandalkan satu poin di atas. Anda perlu menjalankan semuanya agar risiko terkena penyakit ini bisa benar-benar diminimalkan.

Itulah beragam cara mencegah kanker serviks yang perlu dipahami para wanita. Semoga Anda terbebas dari penyakit berbahaya ini. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Cara Mencegah Kanker Serviks, Tak Hanya Suntik Vaksin HPV",


Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

Selanjutnya: Manfaat Kucai, Bisa Mencegah Kanker Sampai Menjaga Kesehatan Otak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Jenis Kopi Paling Sehat dan Fakta Medisnya, Pecinta Kopi Wajib Tahu!

Berikut adalah 4 jenis kopi paling sehat yang wajib Anda masukkan ke dalam rutinitas harian untuk meraih manfaat kesehatannya secara optimal.

6 Tren Renovasi Dapur yang Sebaiknya Dipikirkan Ulang Sebelum Keluar Biaya

Sebelum renovasi dapur, kenali 6 tren yang terlihat menarik tetapi bisa boros ruang, mahal dirawat, dan kurang praktis untuk jangka panjang.  

4 Jenis Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Setiap Hari, Catat Ya!

Membatasi frekuensi konsumsi jenis buah tertentu sangat disarankan. Berikut adalah 4 jenis buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari.  

5 Keputusan Hidup Ini yang Akan Ubah Arah Finansial Kamu di Masa Depan

Lima keputusan hidup ini bisa memengaruhi masa depan finansial kamu lo, dari membangun aset hingga memilih risiko karier secara bijak.

5 Biji-bijian Buat Diet yang Tinggi Serat dan Bikin Kenyang Lebih Lama, Coba yuk

Temukan rekomendasi biji-bijian buat diet yang kaya serat dan protein untuk membantu mengontrol nafsu makan. Mulai dari chia seed hingga quinoa.

4 Manfaat Tidur Malam dengan Lampu Mati untuk Kesehatan, Bisa Cegah Obesitas lo

Tidur kondisi gelap memberikan manfaat tidur malam yang luar biasa bagi fisik dan mental. Mulai dari perbaikan sel-sel tubuh hingga menjaga mood.

Harga Emas Dunia Tumbang ke Bawah US$ 4.300, The Fed jadi Sorotan

Kenaikan harga minyak membuat pasar semakin memperhitungkan kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini, yang negatif bagi harga emas.

Intip Bocoran Drama The Leading Stars dari Cheng Lei

Cheng Lei membocorkan beberapa hal yang bisa dinantikan penggemar dalam drama The Leading Stars.     

Waralaba Bisa Menjadi Pilihan UMKM Dongkrak Kasta

Penerapan waralaba yang sudah mempunyai sistem dan struktur usaha bisa menjadi pilihan UMKM untuk pengembangan usaha.

Suahasil Gantikan Purbaya, Begini Proyeksi Dampaknya ke Pasar Obligasi

Pendekatan fiskal Suahasil yang lebih konservatif berpotensi memperkuat kepercayaan investor dan menekan yield SBN tenor menengah hingga panjang.