MOMSMONEY.ID - Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar asam urat normal pria. Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin dan juga ditemukan dalam beberapa makanan dan minuman.
Sebagian besar asam urat keluar dari tubuh saat buang air kecil, dan sebagian lagi saat buang air besar. Jika terlalu banyak asam urat tetap berada dalam tubuh, bisa menyebabkan masalah kesehatan.
Jabeen Begum, dokter umum, menjelaskan bahwa kadar asam urat tinggi atau disebut hiperurisemia terjadi saat seseorang mengonsumsi banyak makanan dengan kadar purin tinggi atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Hal ini juga dapat terjadi jika ginjal tidak cukup membuang asam urat atau mengalami dehidrasi.
Tes darah asam urat dilakukan untuk memeriksa kadar asam urat dalam darah. Dokter mungkin juga menyebutnya tes asam urat serum atau serum urat (UA).
Baca Juga: Gejala Asam Urat Wanita: Kenapa Beda dengan Pria? Ini Penjelasannya
Anda mungkin juga menjalani tes urin untuk asam urat. Dilansir dari Webmd.com, pemeriksaan darah untuk kadar asam urat merupakan bagian dari pemeriksaan medis yang sebaiknya dilakukan jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan asam urat.
Mengapa perlu melakukan tes darah asam urat?
Tes darah asam urat bukanlah tes darah rutin. Anda kemungkinan besar hanya akan menjalani tes ini jika dokter menduga kadar asam urat Anda mungkin tinggi.
Apalagi, jika Anda mengalami gejala kondisi yang berkaitan dengan perubahan kadar asam urat atau obat-obatan yang mempengaruhi kadar asam urat. Anda juga mungkin menjalani tes ini untuk memantau perkembangan kondisi medis tertentu.
Sebagai contoh, seseorang menjalani tes darah asam urat jika dokter menduga Anda mengalami batu ginjal. Kondisi ini ditandai dengan adanya benda berbentuk mirip batu kecil yang terbentuk di ginjal.
Salah satu penyebabnya adalah terlalu banyak kadar asam urat yang tidak diobati dalam jangka waktu panjang. Batu ginjal bisa menyebabkan nyeri hebat di punggung bawah yang datang dan pergi, darah dalam urin dan keinginan untuk buang air kecil terus menerus.
Selain batu ginjal, jika Anda sedang menjalani kemoterapi juga sebaiknya melakukan tes darah asam urat. Kemoterapi bisa membunuh banyak sel dalam tubuh yang dapat meningkatkan kadar asam urat.
Tes darah asam urat digunakan untuk memeriksa apakah kadar asam urat Anda selama perawatan.
Cara bersiap sebelum melakukan tes darah asam urat
Biasanya, Anda tidak perlu melakukan hal khusus. Dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan untuk tidak makan atau minum apa pun selama empat jam atau lebih sebelum tes.
Dokter juga akan memberi tahukan untuk berhenti minum obat sebelum melakukan tes. Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang semua obat-obatan, herbal, atau suplemen yang Anda konsumsi.
Sebab, konsumsi obat, herbal dan suplemen bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan Anda.
Bagaimana cara melakukan tes darah asam urat?
Tes ini hanya berupa pengambilan sampel darah sederhana dan hanya memakan waktu beberapa menit. Perawat akan mencari pembuluh darah di bagian dalam lengan atau punggung tangan Anda.
Kemudian, mereka akan membersihkan area tersebut dan memasukkan jarum. Setelah mengisi tabung dengan darah, mereka akan mencabut jarum dan membalut luka.
Apakah ada risiko saat tes darah asam urat?
Setiap kali Anda melakukan tes darah asam urat, ada kemungkinan kecil terjadinya masalah seperti:
- Pendarahan atau memar
- Merasa pusing atau kepala terasa ringan
- Infeksi
Baca Juga: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!
Apa arti hasil tes asam urat dalam darah?
Secara spesifik, te ini memberitahukan informasi mengenai jumlah miligram (mg) asam urat dalam setiap desiliter (dL) darah. Secara umum, kadar asam urat Anda tinggi ketika:
- Untuk wanita, angkanya lebih dari 6 mg/dL.
- Untuk pria, angkanya lebih dari 7 mg/dL.
Itulah ulasan tentang tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar asam urat normal pria.
Selanjutnya: Pilih Samsung Galaxy A07 5G atau Galaxy A07 4G? Ini Perbedaan Lengkapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News