Keluarga

Ternyata Generasi Baby Boomer Cenderung Terlalu Sibuk untuk Mengurus Keluarganya!

Ternyata Generasi Baby Boomer Cenderung Terlalu Sibuk untuk Mengurus Keluarganya!

MOMSMONEY.ID - Yuk simak alasan kenapa generasi Baby Boomer lebih mementingkan diri sendiri dan terlalu sibuk untuk mengurus keluarganya!

Melansir Business Insider, generasi baby boomer termasuk generasi yang memiliki kehidupan lebih baik dibanding generasi lainnya. 

Analis Bank of America A May menjelaskan kebiasaan generasi baby boomers dalam belanja barang konsumtif. Generasi ini menghabiskan lebih banyak uang dari pada generasi lainnya untuk tamasya dan makan di luar.

Baca Juga: Tips Memilih dan Membersihkan Kerang Hidup yang Masih Segar

Menurut The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat, generasi ini memiliki lebih daru US$ 78 triliun aset atau setengah dari seluruh kekayaan di negara tersebut. 

Namun saat mereka sibuk membelanjakan uangnya, anak-anak milenial mereka merasa ditinggalkan. Psikolog di Los Angeles Leslie Dobson mengatakan banyak kliennya yang merupakan generasi milenial harus menghadapi perasaan ditinggalkan dan benci kepada orang tua mereka yang berasal dari generasi baby boomer. 

“Generasi baby boomer cenderung memilih hidup mereka sendiri ketimbang bertemu cucu dan membangun relasi dengan cucunya,” ungkap Leslie. 

Bagi generasi Baby Boomer, mereka yang kini sudah berusia di atas 50 tahun harus menikmati sisa hidupnya dengan uang yang mereka miliki. Mereka merasa berhak atas uang itu dan cukup memberikan dukungan finansial kepada anak-anaknya. 

Padahal generasi milenial lebih menginginkan waktu dari orang tua mereka ketimbang duungan finansial. Di sisi lain, generasi baby boomer merasa mereka tak melakukan kegiatan apapun karena kesibukan anak cucu mereka saat dikunjungi. Sehingga hidup dengan komunitas yang mereka pilih adalah pilihan yang terbaik. 

Lebih lanjut, karena generasi milenial lebih suka menunda memiliki anak maka generasi baby boomer menjadi kakek dan nenenk di usia yang lebih tua dibanding generasi sebelumnya. 

Melansir CDC, di tahun 1970 usia rata-rata ibu memiliki anak adalah 21,4 tahun. Pada tahun 2000 usia rata-rata naik ke 27,2 tahun. Sehingga ini juga membuat generasi baby boomer tidak terlalu antusias pada cucunya. 

Jadi tidak hanya generasi baby boomer yang memilih kehidupan merek sendiri. Tetapi juga milenial secara fundamental memiliki sudut pandang yang berbeda soal menjadi orang tua. Sehingga nasehat dan pengalaman orang tua mereka tidak relevan dan tidak diinginkan oleh generasi milenial. 

Baca Juga: Pahami Manfaat Ectoin untuk Kulit, Perlindungan Terbaik!

Menurut generasi milenial, generasi baby boomer memiliki cara mendidik yang terlalu keras dan sudah ketinggalan zaman. Bagi generasi milenial, mereka takut didikan orang tua mereka bisa menimbulkan trauma. 

Sedangkan pada masa generasi baby boomer, orang tua baru sangat tergantung pada dukungan dan pengalaman dari orang tua mereka ketimbang Google dan aplikasi lainnya. 

Dengan fenomena ini, terjadilah jarak yang jauh antara generasi baby boomer dan generasi milenial. Ini membuat orangtua milenial merasa sendiri ditinggalkan orang tua yang berasal dari generasi baby boomer. 

Padahal generasi milenial membutuhkan dukungan rutin, stabil, konsisten terutama dalam hal emosional. Sehingga tetap saja mereka membutuhkan dukungan dari orang tua mereka yang berasal dari generasi baby boomer. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News