M O M S M O N E Y I D
Santai

Tantangan Destinasi Wisata Keberlanjutan dalam Path to Sustainable Growth 2025

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


KONTAN.CO.ID - The Apurva Kempinski Bali baru saja menggelar pertemuan tahunan Path to Sustainable Growth 2025 yang mengusung tema utama Shaping the Future of Responsible, Inclusive and Profitable Tourism. Acara ini mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk berdiskusi mengenai tantangan keberlanjutan dalam pariwisata yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dalam acara yang dibuka oleh Amnu Fuadiy, Asisten Deputi Menteri Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, disampaikan bahwa Kementerian berkomitmen mendukung kebijakan pariwisata berkelanjutan melalui lima program prioritas, antara lain gerakan pariwisata bersih dan pengembangan desa wisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Empat diskusi panel menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Salah satunya adalah mengenai Blueprint for Building Sustainable Destinations, di mana Alistair Speirs dan Wenda Ramadya Nabiel membahas tantangan dan solusi dalam menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan, dengan menekankan pada ketahanan air, keberagaman hayati, serta penggunaan material ramah lingkungan.

Dalam panel bertajuk The Challenges of Coexistence between Community and Tourism, Yoga Iswara mengajak kolaborasi untuk mencapai tujuan Bali sebagai destinasi net-zero. John Higson, dari Eco Solutions Lombok, menyoroti potensi agroforestri dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga: The Apurva Kempinski Bali Gelar Pameran Lukisan Gallery of Art:Arts Beyond Boundaries

Selain itu, diskusi tentang Sustainable Hospitality and Biodiversity membahas peran industri perhotelan dalam menjaga keberagaman hayati, dengan fokus pada pengelolaan limbah dan penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan. Yuki Susanto dari PT Suparma Tbk juga memperkenalkan solusi keberlanjutan dalam produksi dan pengelolaan limbah.

Di akhir rangkaian diskusi, panel mengenai Measuring and Mastering Sustainability menekankan pentingnya pengukuran dan sertifikasi dalam mencapai keberlanjutan yang terukur dan dapat dipercaya. “Tanpa pengukuran yang signifikan, keberlanjutan hanyalah sebuah rencana atau niat,” ujar Gayan Wejesiriwardana, salah satu pembicara dalam panel tersebut.

Baca Juga: Semen Merah Putih Dorong Kolaborasi Hadirkan Bangunan Berkualitas Program 3Juta Rumah

The Apurva Kempinski Bali juga menghitung jejak karbon acara ini, yang tercatat sebesar 6,537.75 kg CO2e. Untuk menyeimbangkan emisi tersebut, pihak hotel berencana melakukan penanaman pohon bakau atau nangka, yang akan berkontribusi pada upaya netralitas karbon jangka panjang mereka.

"Kami berkomitmen menjadi hotel pertama di Indonesia yang mencapai netralitas karbon," kata Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali ujarnya dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (16/5).

Summit ini memberikan dampak positif bagi peserta, seperti yang diungkapkan Katarina, seorang hotelier. "Saya pulang dengan tujuan baru dan koneksi dengan individu-individu yang berkomitmen untuk membuat perbedaan," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cakap Hadirkan Cakap Learning Ecosystem bagi Korporasi Indonesia

Pelatihan pengembangan pekerja tidak berhenti pada sesi kelas, melainkan berlanjut hingga menjadi kapabilitas yang terpakai di tempat kerja.

Tips Memadukan Lemari Penyimpanan Fleksibel ala IKEA

Mulai dari pakaian, aksesoris hingga mainan dan barang sehari-hari membutuhkan solusi penyimpanan yang dapat beradaptasi. 

Buyback Emas Antam Anjlok Rp 47.000, Simak Ranking Harga Buyback Hari Ini

Emas Antam mencatat penurunan harga buyback paling tajam, sedangkan HRTA berada di posisi terbawah. 

Belum Bertenaga, IHSG Ditutup Turun Dekati 6.100 pada Selasa (29/9)

Asing masih catatkan net sell dalam perdagangan IHSG, Selasa (29/9). Alhasil IHSG ditutup turun 0,43%.      

Indonesia Masuk Satu dari Lima Pasar Duolingo yang Tumbuh Paling Cepat

Luis von Ahn CEO Duolingo sebut Indonesia sebagai salah satu dari lima pasar dengan pertumbuhan tercepat. 

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (30/9) Didominasi Berawan, Cek Wilayah Cerah

BMKG memprakirakan tiga wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berawan besok. Sleman cerah berawan, sedangkan Kota Yogyakarta diprediksi cerah.

Udara Kabur di Banyak Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Selatan Besok (30/9),

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra Selatan berpotensi mengalami udara kabur besok. Suhu mencapai 36°C di Banyuasin dan Prabumulih.

Cek Cuaca Sumatra Barat Besok (30/9), Waspadai Hujan Petir dan Sedang

BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Sumatra Barat hujan ringan. Hujan petir berpotensi terjadi di Padang Pariaman dan Pariaman.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (30/9) Didominasi Berawan, Cek Wilayah Hujan

BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Bali berawan besok. Hujan ringan berpotensi terjadi di Tabanan dan Bangli.

Hujan Ringan Guyur Sumatra Utara Besok (30/9), Cek Wilayah Hujan Sedang

 BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok. Hujan sedang berpotensi terjadi di 2 wilayah.