M O M S M O N E Y I D
Santai

Tanaman Herbal untuk Perawatan Kulit, Ikuti Langkah Pemakaiannya Berikut Ini!

Tanaman Herbal untuk Perawatan Kulit, Ikuti Langkah Pemakaiannya Berikut Ini!
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Tanaman herbal terbaik untuk perawatan kulit bisa digunakan untuk mencerahkan bagian-bagian tubuh.

Kulit adalah organ terbesar yang dimiliki tubuh manusia. Kulit juga berguna untuk melindungi organ-organ tubuh dari paparan dunia luar. Kebanyakan perempuan suka merawat kulit agar senantiasa glowing dan terasa halus.

Dr. Don Mehrabi, dokter kulit menjelaskan, kebanyakan tanaman herbal yang digunakan untuk merawat kulit tidak berkayu. “Herbal ini bisa digunakan dalam dosis kecil, sebaiknya juga konsultasikan dengan dokter yang ahli di bidang ini,” jelasnya.

Baca Juga: Cara Membuat Terarium Sendiri dengan Tanaman Hias, Cocok untuk Hiasan Meja!

Yuk, simak penjelasan lengkap yang membahas deretan tanaman herbal terbaik untuk perawatan kulit, dilansir dari Bhskin.com:

Tanaman herbal terbaik untuk perawatan kulit 

1. Lidah buaya 

Tanaman lidah biaya ini bisa digunakan untuk perawatan kulit dengan cara diperas langsung dari daunnya. Lidah buaya bisa membantu menenangkan kulit dan mengobati luka bakar, gigitan serangga, kulit kasar dan ruam. 

Lidah buaya juga bisa dimanfaatkan sebagai pelembap untuk mengencangkan dan memperbaiki kulit. Lidah buaya bisa digunakan untuk kulit normal, kering dan berminyak.

Saat membeli lidah buaya, pilih yang mempunyai kandungan gel 1% asam sitrat. Anda juga bisa memelihara tanaman lidah buaya di rumah.

2. Bunga dandelion

Khasiat bunga dandelion terletak pada bagian aerial dan akarnya. Anda bisa mengonsumsi tanaman ini dalam bentuk teh untuk mengatasi jerawat. 

Teh ini bisa membantu mengobati bisul, eksim, psoriasis, hingga dermatitis. Jika ingin meningkatkan kesehatan kulit, terapkan juga gaya hidup yang sehat.

3. Jelatang

Jelatang sangat baik untuk mengobati kulit yang meradang. Tanaman herbal ini mampu memberikan manfaat untuk mengatasi eksim, mengobati luka serta bisul pada kulit. 

Jelatang bisa dikonsumsi dalam bentuk teh, jangan lupa tambahkan sedikit madu. 

4. Kunyit

Kunyit merupakan tanaman herbal yang punya sifat antiinflamasi. Anda bisa memanfaatkan kunyit untuk mengobati luka pada kulit.

Saat dikonsumsi, kunyit akan mendetoksifikasi sistem peredaran darah dan membuat kulit jadi lebih cerah. 

5. Oat

Oat dihasilkan dari batang tanaman oat, batangnya mengeluarkan getah bertekstur seperti susu. Getah ini mengandung banyak khasiat seperti kalsium dan silika. 

Oat bisa dijadikan sebagai pembersih wajah jika dikombinasikan dengan minyak esensial. Oat bisa dimanfaatkan untuk mengatasi sebagian besar masalah kulit dan menyeimbangkan kadar gula darah. 

Anda dapat menambahkan herbal ini ke dalam teh atau menambahkannya ke dalam masakan.

6. Rumput arab

Chickweed atau rumput arab bisa digunakan untuk merawat kulit, cara menggunakannya cukup dioleskan ke tubuh. Tanaman herbal ini memiliki sifat antiinflamasi dan antiseptik. Rumput arab ini bisa mengatasi berbagai macam kondisi kulit seperti luka bakar, kulit pecah-pecah, dermatitis, eksim dan gigitan serangga.

Tanaman ini aman digunakan untuk semua jenis kulit karena dapat mengatasi kulit kering yang rusak akibat paparan lingkungan.

7. Kemangi

Kemangi merupakan salah satu tanaman herbal yang mempunyai kandungan khasiat luar biasa. Kemangi ini mempunyai sifat antiseptik yang bisa mengobati berbagai macam kondisi kulit, mulai dari jerawat hingga kurap. 

Sari atau gel dari tanaman ini sering digunakan secara topikal untuk mengobati sebagian besar infeksi jamur. Kemangi juga bisa digunakan untuk memberantas jerawat.

8. Rosehip

Rosehip merupakan bagian dari mawar dan berada di bawah kelopak bunga mawar. Tanaman ini memiliki kaya akan vitamin C yang baik untuk kulit tubuh. 

Rosehip boleh dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau campurkan dengan teh hangat. Untuk perawatan kulit, rosehip sebaiknya digunakan sebagai masker.

Baca Juga: Daftar Tanaman Hias yang Cocok Ada di Dapur, Tampilkan Look yang Instagramable

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​