MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan potensi pelemahan yang terbatas pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Berikut proyeksi IHSG hari ini dan rekomendasi saham dari Mirae Asset Sekuritas.
Analis Teknikal Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta menilai, tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah membawa IHSG ke kondisi jenuh jual atau extremely oversold sehingga membuka peluang terjadinya rebound teknikal.
Secara teknikal, IHSG membentuk pola hammer candle yang mengindikasikan peluang limited downside. Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan kondisi sangat jenuh jual meskipun tren penurunan masih berlangsung. Di sisi lain, indikator stochastic mulai memberikan sinyal positif meski belum didukung peningkatan volume transaksi yang signifikan.
Meski demikian, investor masih dihadapkan pada sejumlah sentimen yang perlu dicermati. Dari dalam negeri, arus keluar dana asing masih berlanjut dengan catatan net foreign sell sebesar Rp 1,43 triliun dalam perdagangan terakhir. Sepanjang tahun berjalan, investor asing telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp 67,06 triliun, seiring meningkatnya kehati-hatian terhadap aset domestik.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 18.049 per dolar AS turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan nasional dan membuat investor cenderung menempatkan dana pada instrumen yang lebih defensif ketimbang masuk pasar saham.
Baca Juga: Ini 3 Saham dengan Rekomendasi Speculative Buy yang Bisa Dilirik Investor (5/6)
Pelaku pasar juga menantikan sejumlah agenda penting dalam beberapa pekan ke depan. Salah satunya adalah pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI pada 18 Juni 2026 yang akan menentukan status Indonesia sebagai emerging market atau frontier market. Selain itu, rebalancing indeks FTSE Russell yang efektif pada 22 Juni 2026 juga berpotensi memengaruhi arus dana asing di pasar saham domestik.
Dari eksternal, pasar mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah menyusul pembaruan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Investor juga menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP) Mei 2026 yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan.
Secara teknikal, Mirae Asset memperkirakan IHSG memiliki level support di area 5.733 dan 5.602, sementara level resistance berada pada kisaran 5.944 hingga 6.075.
Rekomendasi saham
Dalam kondisi pasar yang masih bergejolak, investor disarankan untuk fokus pada saham-saham berfundamental kuat, valuasi murah, serta emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Rekomendasi saham pilihan Mirae Asset Sekuritas:
• AMRT – Accumulative Buy
* Area beli: Rp 1.300 – Rp 1.400
* Target harga: Rp 1.415, Rp 1.490, dan Rp 1.595
* Support: Rp 1.300 dan Rp 1.150
• CBDK – Buy on Weakness
* Area beli: Rp 3.310 – Rp 3.710
* Target harga: Rp 3.760 dan Rp 4.240
* Support: Rp 3.310 dan Rp 2.800
• MBSS – Accumulative Buy
* Area beli: Rp 2.070 – Rp 2.470
* Target harga: Rp 2.540 dan Rp 3.010
* Support: Rp 2.070 dan Rp 2.030
Perlu diingat, rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu. Investor perlu mencermati risiko investasi dan melakukan kajian secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News