MOMSMONEY.ID - Pilates semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Namun, olahraga ini masih kerap dianggap sebatas stretching atau latihan ringan.
Head Coach Vaura Pilates Menteng Camila Arreaga menjelaskan, pilates sebenarnya merupakan latihan yang menggabungkan kekuatan, kontrol, koordinasi, dan kesadaran tubuh.
“Pilates adalah latihan kekuatan yang menggunakan pikiran,” ujar Camila dalam keterangan resmi Kamis (1/10).
Menurutnya, pilates mengajarkan tubuh untuk bergerak dengan kontrol dan tujuan, bukan sekadar mengandalkan momentum.
Dalam latihan, pernapasan, posisi tubuh, dan tenaga digunakan secara bersamaan sehingga tubuh bekerja sebagai satu kesatuan.
Baca Juga: Bukan Cuma Tren, Ini 6 Manfaat Yoga bagi Tubuh Anda
Salah satu alat yang banyak digunakan dalam pilates adalah reformer. Meski terlihat rumit, alat ini membantu tubuh bergerak lebih terarah melalui pegas yang dapat memberikan bantuan sekaligus resistensi.
“Orang melihat gerakannya yang perlahan dan terkontrol lalu mengira mudah. Padahal, justru karena gerakannya lambat dan penuh kontrol, latihannya terasa menantang. Kita tidak bisa bersembunyi di balik momentum,” kata Camila.
Bagi pemula, penting juga mengetahui perbedaan reformer pilates dan mat pilates. Mat pilates lebih banyak memanfaatkan berat tubuh dan gravitasi sebagai resistensi.
Sementara reformer menggunakan alat dengan pegas untuk memberikan variasi bantuan maupun tantangan dalam gerakan.
“Mat adalah tempat kita belajar bahasa pilates, sedangkan reformer memberikan lebih banyak alat untuk menggunakan bahasa tersebut dengan lebih leluasa,” jelasnya.
Baca Juga: Dari Kardio sampai Yoga, Ini Daftar Olahraga Untuk Meningkatkan Libido Seks Anda
Pilates juga tidak harus menggantikan olahraga lain. Menurut Camila, metode ini dapat menjadi pelengkap bagi pelari, penggemar latihan beban, penari, maupun mereka yang rutin berolahraga di gym.
“Pilates memang punya peran dalam rehabilitasi, dan tentu ada unsur peregangan di dalamnya. Tetapi kalau pilates hanya dipahami sebatas itu, kita kehilangan gambaran besarnya. Ini adalah metode latihan yang juga membutuhkan kekuatan, koordinasi, dan kontrol," kata Camila.
Dengan pendekatan yang tepat, pilates juga dapat dilakukan oleh orang dengan berbagai usia dan tingkat kebugaran.
Fokus latihannya dapat disesuaikan, mulai dari kekuatan dan performa hingga keseimbangan, kontrol tubuh, dan kemampuan bergerak secara mandiri.
Pada akhirnya, pilates bukan hanya tentang gerakan yang terlihat perlahan. Di baliknya terdapat latihan kekuatan dan kontrol yang menuntut tubuh bekerja secara lebih sadar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News