MOMSMONEY.ID - Cek panduan tabungan ideal di usia 30 tahun berikut agar keuangan kamu lebih aman, siap menghadapi risiko hidup, dan terencana jangka panjang.
Memasuki usia 30 tahun, banyak orang mulai merasakan tekanan finansial yang berbeda dari sebelumnya. Bukan lagi sekadar cukup untuk hidup hari ini, tetapi juga memikirkan keamanan esok hari.
Pertanyaan tentang jumlah tabungan ideal pun semakin sering muncul seiring meningkatnya kebutuhan dan tanggung jawab.
Di fase ini, keputusan keuangan yang diambil akan sangat memengaruhi stabilitas hidup jangka panjang. Melansir dari Honest, usia 30 tahun kerap disebut sebagai momen krusial untuk membangun fondasi keuangan yang kokoh sebelum risiko hidup semakin kompleks.
“Usia 30 tahun adalah titik penting untuk mengukur kesiapan finansial seseorang menghadapi ketidakpastian hidup,” kata Anest dari Honest.
Baca Juga: Tengok Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Jumat 2 Januari 2026
Mengapa usia 30 tahun menjadi titik balik keuangan?
Usia 30 tahun sering dianggap sebagai fase transisi menuju kematangan finansial. Pada usia ini, sebagian besar individu sudah memiliki penghasilan tetap, namun juga dihadapkan pada peningkatan biaya hidup.
Keputusan seperti menikah, memiliki anak, atau membeli tempat tinggal mulai menjadi pertimbangan serius. Tanpa perencanaan keuangan yang jelas, penghasilan yang besar sekalipun bisa terasa selalu kurang.
Oleh karena itu, usia ini menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi arah keuangan secara menyeluruh.
Berapa tabungan ideal di usia 30 tahun?
Tidak ada angka mutlak yang berlaku untuk semua orang karena kondisi finansial setiap individu berbeda. Namun, perencana keuangan umumnya menyarankan memiliki dana darurat setara 6–12 bulan pengeluaran rutin.
Jika pengeluaran bulanan berada di kisaran Rp4 juta, maka tabungan ideal minimal berada di rentang Rp24 juta hingga Rp48 juta.
Selain itu, sebagian ahli menyarankan total tabungan mulai mendekati satu kali penghasilan tahunan sebagai indikator kesiapan finansial awal.
Dana darurat sebagai prioritas utama
Dana darurat merupakan lapisan perlindungan pertama dari risiko keuangan. Kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan keluarga bisa datang tanpa peringatan.
Dana ini sebaiknya disimpan di instrumen yang mudah dicairkan dan terpisah dari tabungan tujuan lain. Memiliki dana darurat yang cukup memberikan rasa aman dan menghindarkan dari keputusan finansial yang terburu-buru.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Keuangan yang Bisa Menghambat Kelas Menengah Meraih Kekayaan
Strategi menabung efektif di usia 30 tahun
Menabung bukan tentang menunggu penghasilan besar, melainkan membangun kebiasaan yang konsisten. Menyisihkan 10–20% dari penghasilan bulanan sudah menjadi langkah awal yang sehat.
Jika terasa berat, mulailah dari nominal kecil lalu tingkatkan secara bertahap. Membuat anggaran bulanan yang realistis dan disiplin mengikutinya akan membantu menjaga kestabilan keuangan tanpa mengorbankan kualitas hidup.
Tantangan finansial yang umum terjadi di usia 30 tahun
Usia 30 tahun sering diiringi tekanan finansial yang semakin kompleks. Biaya pernikahan, pendidikan anak, hingga kebutuhan tempat tinggal menjadi beban yang tidak ringan.
Di kota besar, kenaikan biaya hidup sering kali lebih cepat dibanding pertumbuhan penghasilan. Tanpa strategi yang tepat, tabungan bisa sulit berkembang. Karena itu, kemampuan memprioritaskan kebutuhan dan menunda keinginan menjadi kunci penting dalam menjaga keuangan tetap sehat.
Apakah menabung di bank saja sudah cukup?
Menabung di bank merupakan langkah awal yang aman, terutama untuk dana darurat. Namun, untuk tujuan jangka panjang, nilai uang berpotensi tergerus inflasi.
Setelah fondasi keuangan terbentuk, sebagian orang mulai mempertimbangkan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur sesuai profil risiko masing-masing.
Prinsip utamanya adalah menjaga nilai uang agar tetap relevan di masa depan, bukan mengejar hasil instan.
Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan dengan Kepala Dingin agar Hidup Lebih Tenang
Peran literasi keuangan dalam membangun masa depan
Literasi keuangan berperan besar dalam menentukan kualitas keputusan finansial. Memahami arus kas, tujuan keuangan, dan risiko akan membantu seseorang lebih percaya diri dalam mengelola uang.
Di era digital, berbagai alat bantu keuangan memudahkan pencatatan dan perencanaan. Dengan literasi yang baik, tabungan tidak hanya bertambah, tetapi juga terarah sesuai kebutuhan hidup.
Tabungan ideal di usia 30 tahun bukan soal siapa yang paling besar nominalnya, melainkan siapa yang paling siap menghadapi ketidakpastian.
Melalui dana darurat yang memadai, kebiasaan menabung yang konsisten, serta pemahaman keuangan yang terus berkembang, stabilitas finansial bisa dibangun secara bertahap.
Usia 30 tahun adalah momen terbaik untuk merapikan strategi keuangan sebelum tantangan hidup semakin besar. Keputusan hari ini akan menjadi penentu kenyamanan hidup di masa depan.
Selanjutnya: Harga Minyak Naik Tipis Jumat (2/1), Usai Catat Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News