MOMSMONEY.ID - Manfaat menjadi mitra pengemudi di platform logistik Lalamove tak hanya soal menerima order dan memperoleh penghasilan harian.
Ada sejumlah manfaat tambahan yang bisa diperoleh, mulai dari perlindungan sosial hingga peluang hadiah ibadah.
Melalui program apresiasi menjelang Ramadan, Lalamove memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama satu tahun kepada mitra driver teladan terpilih.
Artinya, mitra memiliki perlindungan jika terjadi risiko kecelakaan saat bekerja maupun musibah lainnya.
Selain perlindungan kerja, mitra dengan performa terbaik selama satu tahun terakhir juga mendapatkan bonus hari raya (BHR) serta paket sembako. Bonus ini diberikan kepada mitra yang terkurasi berdasarkan kriteria penilaian perusahaan.
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B. Prakoso mengatakan, apresiasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap mitra. Ia percaya, mitra pengemudi adalah fondasi utama pertumbuhan bisnis Lalamove.
Baca Juga: Panduan Praktis: Klaim Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan
"Melalui pemberian BHR dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin memastikan para mitra dapat terus produktif, sejahtera, dan berkembang bersama kami dalam jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (24/2).
Tak hanya itu, mitra aktif juga berkesempatan mengikuti kompetisi Di Balik Kemudi Menuju Tanah Suci dengan hadiah utama perjalanan ibadah umrah. Program yang dimulai 15 Februari 2026 ini terbuka bagi mitra yang memenuhi target pesanan tertentu.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Kementerian UMKM. Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM Ginda Siregar menyatakan, langkah Lalamove dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mitra pengemudi.
"Para mitra ini merupakan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional. Dukungan terhadap perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan industri ke depan," ujar Ginda.
Selanjutnya: Trump Ultimatum Negara yang Bermain-main dengan AS, Tarif Bisa Naik Tajam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News