MOMSMONEY.ID - Sakit kepala memang umum dialami, mulai dari akibat stres hingga kurang tidur. Namun, jika terjadi berulang, semakin berat, dan tidak membaik dengan obat, kondisi ini perlu diwaspadai.
Dokter spesialis bedah saraf Agung Heri Wahyudi menjelaskan, sebagian besar sakit kepala bersifat ringan, seperti sakit kepala tegang, migrain, hingga cluster. Meski begitu, perubahan pola sakit kepala bisa menjadi tanda gangguan serius.
“Bila sakit kepala muncul terus-menerus atau berubah pola, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3).
Menurutnya, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti nyeri yang semakin sering dan berat, muncul tiba-tiba sangat hebat, hingga disertai mual, muntah, gangguan penglihatan, atau kejang.
Salah satu penyebab serius yang perlu diantisipasi adalah tumor otak. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di dalam otak yang dapat menekan jaringan dan meningkatkan tekanan di dalam kepala.
Baca Juga: 7 Teh yang Bisa Meredakan Sakit Kepala secara Alami, Apa Saja?
“Ciri sakit kepala akibat tumor otak biasanya lebih berat di pagi hari, memburuk saat batuk atau mengejan, serta tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa,” jelas Agung.
Selain itu, sakit kepala juga bisa disertai gejala saraf lain seperti gangguan keseimbangan, perubahan perilaku, hingga gangguan bicara.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan saraf, hingga pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI.
Penanganan tumor otak sendiri bergantung pada kondisi pasien, mulai dari operasi, radioterapi, kemoterapi, hingga terapi target.
Agung menegaskan, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. “Jangan abaikan sakit kepala berulang, terutama jika disertai gejala lain. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kondisi yang lebih serius,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News