MOMSMONEY.ID - Kebutuhan tenaga ahli di sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur atau geosains akan terus meningkat.
Karena itu, kerjasama antara kampus, industri, dan asosiasi profesi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor tersebut.
Ketua Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) Rosalyn Wullandhary mengatakan, pengembangan geosains di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari berbagai pihak.
"Sektor geosains Indonesia akan terus berkembang melalui kolaborasi yang lebih erat antara industri, asosiasi profesi, dan akademisi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/8).
Menurut Rosalyn, kemitraan yang menghubungkan dunia pendidikan, inovasi, dan industri juga dapat membantu membangun komunitas geosains Indonesia yang lebih kuat dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan.
Baca Juga: AI Berkembang, Desainer Jadi Salah Satu Profesi Banyak Dicari di Industri Kreatif
Salah satu upaya tersebut dilakukan Seequent melalui kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kongsi ini meliputi penyediaan lisensi pengajaran, pengembangan kompetensi bagi calon ahli geosains dan insinyur, serta akses ke perangkat lunak profesional dan materi pembelajaran.
Seequent juga bekerjasama dengan MGEI dalam pengembangan profesional, pelatihan mahasiswa, dan penyediaan pelatihan dalam Bahasa Indonesia.
Direktur Pengembangan Bisnis Seequent Scott Moore bilang, pengembangan kapasitas profesional menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia.
"Seequent Connect Indonesia 2026 adalah wujud inisiatif dan investasi berkelanjutan kami dalam kemitraan lokal yang kuat, pengembangan kapasitas profesional, dan dukungan dalam pengambilan keputusan di area subsurface yang lebih strategis dan meyakinkan," kata Scott.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seequent Connect Indonesia 2026 yang mempertemukan lebih dari 100 profesional, akademisi, dan asosiasi profesi untuk berbagi pengetahuan serta mendukung pengembangan kompetensi di bidang geosains.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News