MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergulir dua arah, setelah jatuh pada sesi Senin. Penurunan harga minyak mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut.
Mengutip Bloomberg, Selasa (22/9) pukul 14.26 WIB, harga emas kembali turun 0,50% menjadi US$ 4.321,80 per troi ons, meski sempat rebound ke US$ 4.375 per troi ons pada sesi pagi.
Harga minyak mentah stabil pada Selasa, setelah terpangkas lebih dari 9% selama empat hari sebelumnya, karena meredanya kekhawatian seputar ekspor Timur Tengah dan dimulainya kembali upaya diplomasi untuk mengakhiri perang AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato di Majelis Umum PBB di New York pada Selasa sore, dan telah mengindikasikan ia terbuka untuk bertemu dengan perwakilan Iran, Masoud Pezeshkian, di sela-sela pertemuan tersebut.
Penurunan harga minyak telah mengurangi kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga. Emas biasanya diuntungkan ketika suku bunga lebih rendah.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Melorot Lagi, Inflasi AS Masih jadi Sorotan
Meski begitu, para pedagang juga memantau komentar dari pejabat Fed untuk mencari petunjuk arah suku bunga setelah pemungutan suara bulat pekan lalu untuk menaikkan suku bunga pertama kalinya dalam tiga tahun. Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mencapai target inflasi bank sentral, yang belum tercapai selama lebih dari lima tahun.
Menurut Ryan McKay, analis di TD Securities, emas bertahan sangat kuat setelah kenaikan suku bunga dengan prospek yang agresif, di mana penurunan harga energi sebagai pendukungnya.
"Meskipun siklus kenaikan suku bunga telah diperhitungkan, lanskap logam mulia secara keseluruhan tetap sangat menguntungkan, dengan pelemahan jangka pendek semakin dipandang sebagai peluang pembelian," kata McKay mengutip Bloomberg, Selasa (22/9).
Kepercayaan terhadap prospek jangka panjang logam mulia juga mendorong aksi beli saat harga turun dalam beberapa minggu terakhir. Sepanjang September ini, tercatat aliran masuk sekitar 50 ton ke dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF). Ini kenaikan tiga bulan berturut-turut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News