MOMSMONEY.ID - Bagi investor yang berminat mengikuti penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), pemesanan saham sudah dapat dilakukan mulai hari ini.
Prosesnya resmi memasuki masa penawaran umum (offering) yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026, sehingga investor dapat melakukan pemesanan melalui sistem e-IPO maupun aplikasi sekuritas yang telah terintegrasi dengan penawaran umum elektronik.
Perusahaan yang dikenal dengan nama Proline ini merupakan produsen alat kesehatan in vitro diagnostic (IVD) di Indonesia. Berdiri sejak 2010, PRDL memproduksi reagen dan instrumen IVD serta memosisikan diri sebagai perusahaan manufaktur dan perakitan alat medis diagnostik dalam negeri.
Dalam IPO ini, PRDL menawarkan sebanyak 522,9 juta saham kepada publik atau setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 120 per saham, sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 62,75 miliar.
Batas akhir pemesanan melalui sistem e-IPO pada 7 Juli 2026 hingga pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, distribusi saham secara elektronik dijadwalkan pada 8 Juli 2026.
Baca Juga: IPO JECX Masuk Masa Offering, Bisa Pesan Saham Mulai Hari Ini di Harga Rp 1.250
Saham PRDL akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.
Setelah IPO, komposisi pemegang saham perseroan akan terdiri atas PT Prodia Utama sebesar 35,7%, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 27,30%, DiaSys Diagnostic Systems GmbH sebesar 7%, dan masyarakat sebesar 30%.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus mendukung ekspansi usaha. Sebagian dana, sekitar Rp 35,6 miliar, akan digunakan untuk melunasi pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank).
Baca Juga: Sudah Bisa Dipesan, Masa Penawaran IPO JELI Dimulai, Harga Dipatok Rp 900 per Saham
Selanjutnya, sekitar 28,18% dari dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), sementara 10,18% akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung kegiatan operasional dan pertumbuhan bisnis perseroan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News