MOMSMONEY.ID - Masa penawaran umum dalam proses initial public offering (IPO) PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI resmi dimulai. Masa penawaran umum atau offering dimulai Rabu (1/7) hingga Jumat (3/7).
Pada masa offering yang berlangsung hingga 3 Juli 2026, investor sudah dapat melakukan pemesanan saham, baik melalui platform e-IPO maupun sekuritas yang telah terintegrasi dengan sistem penawaran umum elektronik.
Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 266 juta (2,66 juta lot) saham kepada publik dengan harga penawaran Rp 900 per saham. Dengan demikian, nilai dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp 239,4 miliar.
Adapun batas waktu pemesanan melalui sistem e-IPO adalah pada 3 Juli 2026 hingga pukul 10.00 WIB.
Penjatahan dijadwalkan dilakukan pada hari yang sama, sedangkan saham JELI akan resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.
Setelah IPO, komposisi kepemilikan saham perseroan akan terdiri atas PT Niramas Utama International sebesar 78,83%, Sadikun Wiratno sebesar 0,16%, dan masyarakat sebesar 21,01%.
Perseroan berencana menggunakan sebagian besar dana hasil IPO untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi. Sekitar 56,70% dana akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada entitas anak, PT Niramas Pandaan Sejahtera (PT NPS), yang selanjutnya digunakan untuk belanja modal, termasuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi beserta peralatan pendukung.
Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna memenuhi pertumbuhan permintaan di pasar domestik maupun ekspor.
Selanjutnya, sekitar 10,04% dana akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pembelian dan instalasi mesin produksi serta peralatan lainnya guna meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.
Sebanyak 10,90% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk melunasi seluruh pokok utang jangka pendek berupa fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK 2) kepada PT Bank Mandiri Tbk, yang per 31 Maret 2026 memiliki saldo pokok pinjaman sebesar Rp 25 miliar.
Sementara itu, 22,36% dana sisanya akan digunakan sebagai modal kerja, antara lain untuk pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan bisnis JELI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News