MOMSMONEY.ID - Memasuki dunia kerja membutuhkan persiapan, termasuk bagi siswa tunarungu.
Mengenalkan lingkungan kerja, membantu mengenali potensi diri, hingga menyusun rencana masa depan dapat menjadi bekal sebelum mereka lulus sekolah.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) melalui program PELITA.
Dalam salah satu kegiatannya, MSIG Life mengajak siswa tunarungu mengenal dunia kerja sekaligus berdiskusi mengenai rencana masa depan.
Para siswa didampingi Dream Partner yang terdiri dari karyawan dan mitra tenaga pemasar. Mereka berdiskusi menggunakan bahasa isyarat, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih dekat seperti apa dunia kerja.
"Melalui kegiatan ini mereka mengenal dunia kerja lebih dekat, menuliskan cita-citanya, dan pulang membawa langkah awal untuk mencapainya," ujar CEO & Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen dalam keterangan resmi Senin (10/9).
Baca Juga: Begini Cara Mendorong Perempuan Muda Berani Masuk Dunia Teknologi
Program tersebut dijalankan bersama Yayasan Helping Hands, yang sejak 2019 telah menghubungkan lebih dari 1.000 siswa SLB dengan dunia kerja.
Menurut Executive Director Yayasan Helping Hands Wendy Kusumowidagdo, inklusi membutuhkan akses, pengalaman, relasi, dan kesempatan yang dibangun secara konsisten.
"Peran kami adalah menghubungkan sekolah, perusahaan, profesional, dan siswa Tunarungu agar proses dari pendidikan menuju dunia kerja dapat dibangun secara lebih nyata dan berkelanjutan," ujar Wendy.
Kesempatan yang setara juga diterapkan MSIG Life dalam lingkungan kerjanya. Perusahaan menyatakan prinsip equal opportunity berlaku dalam proses rekrutmen hingga pengembangan karyawan, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Sejak 2023, karyawan penyandang disabilitas telah menjadi pegawai tetap MSIG Life dan bergabung dalam tim kanal distribusi perusahaan.
"Setiap karyawan di MSIG Life memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkarier, termasuk penyandang disabilitas," kata Wianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News