MOMSMONEY.ID - Masa penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Nitrasanata Dharma Tbk dengan kode saham JECX resmi dimulai pada Rabu (1/7). Pada masa offering yang berlangsung hingga 3 Juli 2026, investor sudah dapat melakukan pemesanan saham melalui sistem e-IPO maupun aplikasi sekuritas yang telah terintegrasi dengan sistem penawaran umum elektronik.
Perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan dan dikenal melalui jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics ini menawarkan sebanyak 487.983.500 saham atau setara 4.879.835 lot kepada publik dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 609,98 miliar.
Adapun masa penawaran berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Batas akhir pemesanan melalui sistem e-IPO pada 3 Juli 2026 hingga pukul 10.00 WIB, yang dilanjutkan dengan proses penjatahan pada hari yang sama.
Baca Juga: Sudah Bisa Dipesan, Masa Penawaran IPO JELI Dimulai, Harga Dipatok Rp 900 per Saham
Jika tidak ada aral melintang, JECX akan listing di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
Setelah IPO, komposisi pemegang saham perseroan akan terdiri atas PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) sebesar 25,20%, sementara kepemilikan masyarakat mencapai 15%.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha. Sebesar Rp 40 miliar akan dialokasikan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA), sedangkan Rp 100 miliar digunakan untuk melunasi lebih awal sebagian pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Selain itu, sekitar Rp 185 miliar akan disalurkan kepada sejumlah entitas anak. Rinciannya, Rp 50 miliar kepada PT Nitra Sanata Bali sebagai modal kerja, Rp 100 miliar kepada PT Orbita dalam bentuk pinjaman yang akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang kepada BCA, serta Rp 35 miliar kepada PT JEC Candi Sejahtera untuk membayar sebagian pinjamannya kepada BCA.
Sementara itu, sisa dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja perseroan secara bertahap hingga 31 Desember 2027, guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News