MOMSMONEY.ID - Simak 7 tren desain sensorik 2026 yang bikin rumah lebih tenang, nyaman, dan mendukung kesehatan fisik serta mental sehari-hari.
Desain rumah di tahun 2026 tidak lagi hanya berbicara soal tampilan visual yang menarik. Kini, rumah dituntut mampu memberikan rasa nyaman secara menyeluruh, baik untuk tubuh maupun pikiran.
Banyak orang mulai menyadari bahwa lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi suasana hati, produktivitas, hingga kualitas istirahat.
Karena itulah, desain sensorik semakin relevan sebagai solusi hunian modern yang lebih manusiawi. Melansir dari Better Homes & Gardens, pendekatan desain ini berkembang pesat karena mampu menciptakan pengalaman tinggal yang terasa lebih personal dan menenangkan.
“Desain sensorik membantu penghuni rumah merasakan kenyamanan yang nyata karena ruang dirancang selaras dengan kebutuhan emosi dan fisik manusia,” ujar Kelsey Fischer, kepala desainer Havenly.
Baca Juga: 10 Tren Desain Interior 2026 yang Diprediksi Membuka Gaya Baru Hunian Masa Depan
Apa itu desain sensorik dan mengapa relevan di 2026?
Desain sensorik adalah konsep perancangan ruang yang memperhatikan bagaimana sebuah rumah dirasakan, bukan hanya dilihat.
Elemen seperti sentuhan material, suara di dalam ruangan, pencahayaan, aroma, hingga kualitas air minum menjadi bagian penting dari pengalaman tinggal.
Di tengah tekanan hidup modern, rumah berfungsi sebagai tempat memulihkan energi. Pendekatan ini dinilai relevan karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan adaptif terhadap gaya hidup masa kini.
Tekstur alami yang memberi rasa hangat dan menenangkan
Tren desain 2026 menunjukkan pergeseran dari tampilan serba licin dan minimalis ke material yang lebih bertekstur. Kayu dengan serat alami, kain tenun, rajutan, hingga permukaan buatan tangan menghadirkan sensasi sentuhan yang menenangkan.
Tekstur semacam ini tidak hanya memperkaya visual ruangan, tetapi juga memberi efek psikologis yang membuat rumah terasa lebih hidup.
Menambahkan bantal, selimut, atau tirai dengan tekstur favorit sudah cukup untuk menciptakan pengalaman sensorik yang menyenangkan.
Peredam suara jadi kunci rumah yang lebih tenang
Kebisingan sering kali menjadi sumber stres tanpa disadari. Karena itu, desain sensorik menaruh perhatian besar pada kualitas akustik.
Karpet, tirai kain, panel dinding berlapis tekstil, hingga rak buku dapat membantu meredam gema di rumah. Hunian dengan langit-langit tinggi atau konsep terbuka sangat terbantu dengan elemen ini. Rumah yang lebih sunyi dan lembut secara suara membuat aktivitas harian terasa lebih nyaman.
Baca Juga: Tren Desain Interior 2026: Rumah Hangat yang Fokus Pada Kenyamanan
Dapur dirancang lebih senyap dan rapi
Dapur modern tidak lagi identik dengan suara bising dan aroma menyengat. Tren 2026 mengarah pada dapur yang lebih tenang, bersih, dan tertata.
Peralatan dengan tingkat kebisingan rendah, sistem penutup kabinet yang halus, serta penyimpanan tersembunyi membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif.
Lingkungan dapur yang rapi dan minim gangguan membuat kegiatan memasak dan berkumpul jadi lebih menyenangkan.
Aroma rumah yang disesuaikan dengan aktivitas
Aroma menjadi elemen sensorik yang semakin diperhatikan dalam desain rumah. Lilin aromaterapi, diffuser, atau pengharum ruangan digunakan untuk menciptakan suasana tertentu.
Aroma segar cocok untuk pagi hari, aroma lembut untuk waktu istirahat, dan aroma menenangkan untuk malam hari. Personalisasi aroma membantu penghuni rumah mengatur emosi dan energi sesuai kebutuhan aktivitasnya.
Pencahayaan mengikuti ritme alami tubuh
Pencahayaan bukan sekadar penerang, tetapi juga berpengaruh besar pada sistem saraf. Tren desain sensorik mendorong penggunaan cahaya yang menyesuaikan waktu dan fungsi ruang.
Lampu meja dan lampu berdiri lebih diutamakan dibanding lampu utama di plafon. Cahaya hangat membantu relaksasi, sementara cahaya terang mendukung fokus. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan tubuh dan kualitas tidur.
Kamar mandi sebagai ruang relaksasi pribadi
Kamar mandi kini berkembang menjadi area pemulihan di dalam rumah. Elemen seperti lantai bertekstur aman, air dengan tekanan yang nyaman, serta pencahayaan lembut menciptakan pengalaman mandi yang menenangkan.
Fitur tambahan seperti aromaterapi, pancuran uap, dan pengaturan cahaya membantu mengurangi stres setelah aktivitas seharian. Kamar mandi tidak lagi sekadar ruang fungsional, tetapi tempat merawat diri.
Baca Juga: Gaya Desain Warisan Modern yang Akan Jadi Tren Rumah Paling Dicari di Awal 2026
Kualitas air dan pusat minuman di rumah
Rasa juga termasuk bagian dari pengalaman sensorik. Kesadaran akan pentingnya air minum berkualitas mendorong penggunaan sistem penyaringan air di rumah.
Air yang lebih bersih dan segar meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung kesehatan. Selain itu, sudut minuman personal di rumah menjadi tren karena memberi kemudahan dalam menjalani ritual harian, seperti menikmati kopi atau minuman segar dengan lebih santai.
Tren desain sensorik 2026 menunjukkan bahwa rumah terbaik adalah rumah yang memahami penghuninya. Dengan sentuhan sederhana namun tepat, hunian dapat menjadi tempat yang menenangkan, sehat, dan mendukung kualitas hidup.
Desain bukan lagi soal gaya semata, melainkan tentang menciptakan ruang yang benar-benar terasa nyaman untuk ditinggali setiap hari.
Selanjutnya: Chelsea vs Arsenal di Semifinal Carabao Cup 2025/2026, Aura Panas Derby London
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News