M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Prospek Harga Emas Spot Setelah Data Inflasi dan Tenaga Kerja AS Keluar

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Harga emas bergerak turun setelah mengalami pergerakan volatil merespons rilis data Amerika Serikat (AS). 

Mengutip Bloomberg, kemarin (31/8), harga emas turun ke US$ 1.940 per ons troi. Hingga Jumat (1/9), harga emas masih turun 0,06% ke US$ 1.939 per ons troi. 

Riset Monex Investindo Futures, Jumat (1/9), menulis data inflasi inti berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) dilaporkan tumbuh 4,2% yoy di Juli.

Angka ini lebih tinggi dari data sebelumnya di 4,1% yoy dan perkiraan pasar di 4% yoy. 

Data tersebut merupakan acuan bank sentral AS dalam memutuskan suku bunga. Namun, meski inflasi naik lagi, nyatanya ekspektasi pasar tidak berubah. 

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Semakin Masih Kompak Menguat, Jumat (1/9)

Sebelumnya, di Rabu (30/8), data dari Automatic Data Processing Inc. (ADP) menunjukkan penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian sebanyak 177.000 orang pada Agustus. Angka ini jauh lebih rendah dari 371.000 orang. 

Data tersebut membuat pelaku pasar yang di awal pekan ini melihat peluang kenaikan suku bunga di November berubah, menjadi akan dipertahankan. 

Kenaikan inflasi PCE inti tidak mengubah ekspektasi tersebut. Berdasarkan perangkat FedWatch, pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 60,3% suku bunga akan dipertahankan pada November.

Sementara harga emas belum mampu melanjutkan kenaikan sebab pelaku pasar menanti rilis data data non-farm payrolls (NFP) malam ini yang bisa menjadi kunci pergerakan.

Pada perdagangan sesi Asia hari ini, harga emas berpeluang naik kembali.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Hari Ini 1 September

Berikut referensi teknikal untuk mengambil posisi buy untuk produk emas:

  • Entry Price: 1.942,30 - 1.943,00
  • Level Support 1: 1.939,80
  • Level Support 2: 1.938,45
  • Level Resistance 1: 1.944,60
  • Level Resistance 2: 1.946,15

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Fokus Anda Mudah Hilang? Ini 5 Pemicu Tak Terduga Konsentrasi Menurun

Sering kehilangan fokus saat bekerja atau belajar? Ternyata, 5 hal ini diam-diam menguras konsentrasi Anda. Kenali pemicunya di sini.  

Generasi Muda Perlu Melek Investasi, Bisa Mulai dari Reksadana

Generasi muda perlu melek investasi yang bisa mereka mulai lewat investasi reksadana dengan Rp 10.000 saja.

5 Pilihan Susu Kolesterol yang Aman, Turunkan Lemak Jahat Tanpa Was-Was

Jangan lagi khawatir minum susu! Pahami 5 jenis susu yang aman dikonsumsi penderita kolesterol tinggi, demi jantung sehat dan hidup lebih baik.

Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (24/4) Tidak Berubah

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Jumat (24/4) tidak mengalami perubahan dari perdagangan sebelumnya.

Promo Solaria Baru, Makan Enak Cuma Rp 12.000 & Diskon Rp 50.000 Pakai Kartu Ini

Pengguna Maybank dan KB Bank wajib tahu! Solaria tawarkan harga Bowl Ayam Rp 12 ribu & diskon Rp 50 ribu. Buruan cek!

Nobel Run 2026 Ajak Masyarakat Gaungkan Setara Satu Lintasan

Dukung anak berkebutuhan khusus dalam beraktivitas, Nobel Run 2026 gaungkan setara satu lintasan di pagelaran lari.

Bukan Cuma Sawit, Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Ikut Naik

​Harga minyak goreng naik perlahan sejak awal tahun. Salah satu faktor utamanya adalah mahalnya kemasan plastik imbas konflik Timur Tengah.

Kata CEO SAP soal Masa Depan AI, Software Tak Tergantikan

​CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.

7 Pola Hidup Ini Jadi Biang Keladi Penyebab Kanker Ginjal, Segera Ubah Sekarang

Mengonsumsi gula dan garam berlebih adalah penyebab kanker ginjal yang jarang disadari. Temukan 7 pemicu lainnya untuk perlindungan optimal.

IHSG Berpotensi Melemah, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (24/4)

IHSG masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (24/4). Cek rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas hari ini.