M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Semakin Lesu, IHSG Turun Lagi 1,4% Pada Kamis Pagi (4/6)

Semakin Lesu, IHSG Turun Lagi 1,4% Pada Kamis Pagi (4/6)
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat semakin lesu. Pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 09:21 WIB, IHSG turun 1,45% ke level 5.854. 

Sebanyak 474 saham tertekan, sementara hanya 110 saham yang naik. Sedangkan 134 lainnya belum bergerak dari posisi sebelumnya. 

Kelesuan IHSG terus berlanjut. Kemarin, IHSG sampai jeblok 4,11%. 

Pagi ini, saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar di bursa turun semua. Saham BBCA turun 2,2%. BREN merosot 6,2%. Saham BBRI melamah 1,72% dan BMRI turun 0,74%. 

Meskipun harga saham terlihat menarik dan menarik untuk speculative buy, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengingatkan investor dan trader bahwa di belakang ini masih ada risk premium yang semakin diperhitungkan oleh pemilik dana asing untuk merasa nyaman berinvestasi di Indonesia. Ini terlihat dari penjualan asing yang masif dengan net sell Rp 56 triliun secara kumulatif tahun ini (year to date)

Dia menjelaskan, Moody's, Fitch, dan S&P memberikan peringkat Investment Grade kepada Danantara. Namun, secara bersamaan menegaskan bahwa kualitas kreditnya sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Indonesia.

Moody's bahkan memberikan Outlook Negative yang secara eksplisit mengikuti outlook sovereign Indonesia, sementara S&P menegaskan bahwa penurunan rating negara akan langsung berdampak pada Danantara. 

Di saat yang sama, S&P mengungkap bahwa sumber pendanaan utama Danantara akan berasal dari dividen BUMN sebesar US$ 5 miliar - US$ 6 miliar per tahun dan sebagian modalnya dapat diarahkan ke proyek strategis pemerintah seperti waste-to-energy.

"Temuan ini membentuk pandangan pasar tentang Danantara, dan risiko sovereign Indonesia yang semakin merembet ke institusi yang seharusnya menjadi motor investasi nasional," ujar Liza.

Hal ini yang membuat investor kurang nyaman, sehingga rupiah semakin melemah sampai Rp 18.000 per dollar AS, sementara IHSG masih akan terdampak rebalancing MSCI dan FTSE Russel dalam dua pekan ke depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rahasia Langsing Alami, Ini 6 Manfaat Air Lemon untuk Diet dan Kesehatan, Coba yuk

Ketahui berbagai manfaat air lemon untuk diet, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan metabolisme tubuh.  

7 Tips Diet Rendah Purin yang Ampuh Cegah Asam Urat Kambuh, Banyak Minum Air Putih

Ini dia tips diet rendah purin yang efektif untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil dan mencegah pembentukan kristal di persendian.  

Selimut Perca Kembali Populer? Ini Cara Menatanya biar Rumah Tetap Personal

Selimut perca kembali populer pada tahun 2026. Simak alasan trennya dan cara menata quilt agar rumah terasa hangat, unik, dan personal.

Prediksi Warna Interior Hijau Zaitun Jadi Tren Rumah yang Lebih Teduh Alami

Tren warna interior 2027 mengarah pada hijau zaitun dan warna bumi yang membuat rumah terasa hangat, tenang, dan natural.

Hujan Lebat Tetap Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/9)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 5 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat cuma di provinsi berikut ini.

Ke Ideafest 2026, Pengunjung Bisa Belajar Pilah Sampah juga lo

​Indofood bersama Rekosistem menyediakan 15 titik pengumpulan sampah di area Ideafest 2026 untuk mengajak pengunjung belajar memilah sampah.

Cek Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan, Dominan Cerah dan Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca berawan, sementara lusa akan cerah di seluruh wilayah.

Keliling Yogyakarta Akhir Pekan? Simak Prakiraan Cuaca Besok (5/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca wilayah Yogyakarta, besok (5/9), didominasi udara kabur dan berawan. Cek selengkapnya!

Akhir Pekan Berpotensi Hujan, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (5/9) dan Lusa

Sejumlah wilayah Sumut berpotensi hujan ringan besok (5/9) dan lusa. Suhu udara diprakirakan mencapai 35°C di beberapa daerah.

Digitalisasi Alur Kerja Klinis, Kaiser Cancer Center Adosi EpiSoft

Kaiser Cancer Center mengimplementasikan EpiSoft, platform rekam medis elektronik khusus onkologi yang dikembangkan di Australia.​