M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Petani Tembakau dan Cengkeh Tolak RPMK Kemasan Rokok Polos Tanpa Merek

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Petani tembakau dan cengkeh di Yogyakarta dan Solo Raya secara tegas menolak rencana penerapan rokok kemasan polos tanpa merek.

Aksi kontra ini terkat Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK/Rancangan Permenkes) tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik.

Calon beleid ini sebagai aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (PP Kesehatan).

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DIY Sutriyanto menuturkan, sejak April 2024, pihaknya tengah konsisten melakukan penolakan atas pasal-pasal pengamananan zat adiktif di PP Kesehatan.

Namun, pada kenyataannya, suara jutaan petani tidak diakomodir sama sekali oleh pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sejak masih dalam bentuk RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah), kami sudah menolak secara tegas. Kami buat petisi, tapi tidak didengarkan pemerintah," tegasnya dalam keterangan resmi.

Sekarang, lagi-lagi, RPMK dengan aturan rokok kemasan polos tanpa merek, dan banyak aturan lain yang sangat menekan industri tembakau juga sedang dikejar untuk dirampungkan.

"Padahal, aturan ini jelas-jelas akan membunuh keberlangsungan petani tembakau," ujar dia.

Baca Juga: Serikat Pekerja Rokok Dorong Calon Kepala Daerah Tampung Aspirasi Pekerja Tembakau

Sutriyanto menyayangkan sikap Kemenkes yang arogan dan tidak mengindahkan keberadaan petani.

Padahal, petani hanya berharap diberikan haknya untuk berkomunikasi dan menyampaikan masukan kepada Kemenkes yang saat ini sedang mengejar target penyusunan RPMK yang dampaknya akan mengancam keberlangsungan penghidupan petani tembakau.

"Kami, tidak mau, hak ekonomi kami dimutilasi. Tolong agar aspirasi kami didengarkan, diakomodir. Jangan egois dan hanya mementingkan kepentingannya Kemenkes semata," katanya.

Untuk diketahui, tembakau merupakan salah satu komoditas yang memiliki peluang besar untuk diserap pasar lokal di DI Yogyakarta. Terlebih beberapa tahun belakangan, jenis komoditas tembakau grompol aktif dikembangkan sebagai menjadi bahan baku dari cerutu.

Khusus di kawasan Bantul misalnya, luasan lahan tembakau bertambah signifikan. Sebelumnya pada 2022, ada 40 hektare dan di 2023 bertambah menjadi 60 hektare.

"Sehingga, saat ini tembakau menjadi salah satu komoditas unggulan yang terbukti dapat memberi kontribusi positif terhadap ekonomi masyarakat," sebut Sutriyanto.

Senada, Broto Suseno, Ketua Umum Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Solo menolak upaya perampungan RPMK yang terkesan terburu-buru dan tidak melibatkan unsur petani sejak awal proses penyusunan aturan tersebut.

Baca Juga: Kebijakan Kemasan Rokok Polos Memicu Maraknya Peredaran Rokok Ilegal

Padahal, produktivitas petani cengkeh, 98% diserap untuk industri rokok kretek.

"Yang sangat ditekan dalam RPMK ini kan industri rokok. Nah, industri rokok, termasuk kretek, erat kaitannya dengan keberadaan bahan baku cengkeh. Tentu ini ujungnya akan berdampak pada kami, para petani cengkeh," sebut dia.

Broto menambahkan, semua pasal-pasal pengaturan tembakau di RPMK ini jelas akan mematikan mata pencaharian para petani cengkeh.

"Sejak awal kami pun sudah menolak pasal-pasal pertembakauan di PP Kesehatan, yang juga sangat memberatkan. Kami berharap pemerintah punya empati dalam memperjuangkan sumber penghidupan kami," tambahnya.

Saat ini, luas lahan kebun cengkeh di Indonesia mencapai 582,56 ribu ha. Adapun rata-rata peningkatan luas areal cengkeh selama sepuluh tahun terakhir mencapai 1,50% per tahun.

Perkebunan cengkeh tersebar hampir di semua provinsi dengan penghasil utama berasal dari pulau Maluku, Sulawesi, Jawa, dan Sumatra.

Hasil komoditas cengkeh merupakan salah satu penggerak ekonomi pedesaan yang juga menyerap 1,5 juta tenaga kerja petani dan pekerja pemetik cengkeh di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

AstraZeneca dan RS Dharmais Perkuat Diagnostik Presisi Kanker dengan Teknologi NGS

Pemeriksaan yang lebih efisien dan tepat, akan membantu penanganan terapi atau pengobatan pasien, di mana kanker bukanlah penyakit yang seragam. ​

Promo Alfamart Carnaval Ice Cream 1-15 Juni 2026, Joyday Red Velvet Beli 2 Gratis 1

Cek promo es krim Alfamart Carnaval Ice Cream periode 1-15 Juni 2026 untuk borong es krim favorit Anda.

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 4-7 Juni 2026, Molto-Mama Lemon Hemat 4 Hari!

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 4-7 Juni 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Harga Buyback Emas Hari Ini 4 Juni 2026: HRTA Lebih Mahal, Antam Turun Rp 13.000

Harga buyback emas HRTA naik Rp 13.000, Antam turun Rp13.000. Cek perbandingan harga jual dan buyback terbaru agar tidak rugi.

Hasil Indonesia Open 2026: 3 Ganda Putri RI ke 8 Besar, Segel 1 Tiket Semifinal

Hasil Indonesia Open 2026 Babak 16 Besar, Kamis (4/6), seluruh wakil ganda putri Indonesia melaju ke perempat final, segel satu tiket semifinal.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Jumat (5/6) Cerah, Suhu Tembus 34°C

Prakiraan cuaca di Jawa Timur besok Jumat (5/6), mayoritas cerah, namun kabut dan udara kabur mengintai sejumlah wilayah.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Jumat (5/6) Cerah, Daerah Ini Hujan Ringan

Prakiraan cuaca besok di Jawa Tengah pada Jumat (5/6) didominasi cerah, namun hujan masih mengintai Cilacap, Pekalongan, dan Pemalang.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok Jumat (5/6) Berawan, Hujan Ringan di Sini

Prakiraan cuaca besok sebagian besar kota di Jawa Barat berawan pada Jumat (5/6), dengan hujan ringan di beberapa wilayah.

Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 1-10 Juni 2026, Ada Festival Skincare

Siap-siap belanja irit, Moms! Promo Indomaret Super Hemat hadir lagi untuk periode 1-10 Juni 2026. Cek di sini.

10 Rekomendasi Makanan yang Bisa Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Cepat

Ini, lo, rekomendasi makanan yang bisa menurunkan gula darah tinggi dengan cepat. Cek selengkapnya di sini!