MOMSMONEY.ID - BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan kategori Awas di beberapa provinsi yang berlaku 11-20 Agustus 2026.
Kemarau terus meluas di Indonesia. Menurut BMKG, saat ini sudah 76,5% wilayah Indonesia atau 535 zona musim memasuki musim kemarau.
"Untuk periode Dasarian Agustus II, sejumlah wilayah di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT diprediksi mengalami kekeringan dengan kategori Awas," ungkap BMKG di akun Instagramnya, dikutip Jumat (14/8).
Dampak kekeringan meteorologis biasanya diikuti antara lain, berkurangnya persediaan air untuk rumahtangga dan pertanian serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan.
Baca Juga: Kering Kerontang! Daerah Ini Mengalami Tidak Turun Hujan Selama 100 Hari
Berikut ini provinsi yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis yang berlaku 11-20 Agustus 2026.
Kategori Awas, sejumlah kabupaten/kota di provinsi:
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- D.I. Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Kategori Siaga, sejumlah kabupaten/kota di provinsi:
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatra Selatan
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- D.I. Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
Baca Juga: BMKG: El Nino Kuat, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Alami Musim Kemarau Lebih Kering
Kategori Waspada, sejumlah kabupaten/kota di provinsi:
- Kepulauan Riau
- Bengkulu
- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
- Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- D.I. Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Nino bakal bertahan hingga awal 2027. Peluang intensitasnya 75% dengan kategori sangat kuat.
"Fenomena El Nino ini berdampak langsung terhadap berkurangnya curah hujan di sebagian besar Indonesia setidaknya hingga Oktober 2026," ungkap BMKG di akun Instagramnya.
BMKG memprediksikan, puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus-September 2026. Meski demikian, tidak semua wilayah mengalami puncak kemarau pada waktu yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News