MOMSMONEY.ID - Apa saja penyebab kekurangan zat besi pada wanita, ya? Mari intip pembahasan lengkapnya di sini!
Tubuh yang mudah lelah, wajah pucat, sulit fokus, hingga sering merasa pusing sering dianggap sebagai tanda kurang istirahat. Namun, kondisi tersebut juga bisa menjadi sinyal tubuh kekurangan zat besi. Masalah ini cukup sering dialami wanita karena kebutuhan zat besi cenderung lebih tinggi dibanding pria.
Zat besi memiliki peran penting dalam membantu pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Saat tubuh kekurangan zat besi, distribusi oksigen menjadi tidak optimal sehingga tubuh lebih mudah lemas dan tidak bertenaga.
Jika dibiarkan terlalu lama, kekurangan zat besi dapat memicu anemia dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab kondisi ini agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Baca Juga: 6 Minuman Tinggi Zat Besi untuk Menambah Energi
Mengutip dari Verywell Health, berikut ini beberapa penyebab kekurangan zat besi pada wanita:
1. Kurang asupan zat besi dari makanan
Salah satu penyebab paling umum kekurangan zat besi adalah pola makan yang tidak memenuhi kebutuhan tubuh.
Zat besi dibutuhkan untuk membantu pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika asupannya kurang, tubuh dapat mengalami anemia defisiensi besi.
Gejala yang sering muncul antara lain mudah lelah, kulit pucat, kuku rapuh, sesak napas, hingga keinginan mengunyah es.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, Anda dapat mengonsumsi makanan seperti daging merah, ayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, telur, makanan laut, dan sereal yang diperkaya zat besi. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan suplemen zat besi.
2. Menstruasi dengan pendarahan berat
Pendarahan menstruasi yang terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kehilangan zat besi dalam jumlah besar.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan menstruasi lebih dari 7 hari atau harus sering mengganti pembalut dalam waktu singkat.
Semakin banyak darah yang keluar, semakin besar pula zat besi yang hilang dari tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, risiko anemia dapat meningkat.
Gejala yang dapat muncul meliputi tubuh lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga sesak napas.
Pendarahan berat juga bisa dipicu oleh kondisi tertentu seperti fibroid rahim, ketidakseimbangan hormon, endometriosis, atau infeksi pada organ reproduksi.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Sayuran yang Tinggi Zat Besi, Cek di Sini!
3. Kehamilan dan menyusui
Saat hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung pertumbuhan janin dan meningkatkan volume darah ibu.
Setelah melahirkan dan selama menyusui, kebutuhan zat besi juga tetap tinggi. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, tubuh ibu lebih mudah mengalami kekurangan zat besi.
Zat besi penting untuk perkembangan otak dan saraf janin. Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan bayi dan kesehatan ibu.
Karena itu, ibu hamil biasanya dianjurkan mengonsumsi makanan kaya zat besi dan suplemen sesuai anjuran dokter.
4. Penyerapan zat besi yang tidak optimal
Tubuh menyerap zat besi terutama di usus kecil. Namun, beberapa kondisi kesehatan dapat mengganggu proses penyerapan tersebut.
Beberapa penyakit seperti celiac, radang usus, gangguan lambung, tukak lambung, hingga infeksi bakteri H. pylori dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap zat besi dari makanan.
Akibatnya, meski sudah mengonsumsi makanan bergizi, kadar zat besi tetap bisa rendah.
Baca Juga: 7 Makanan Kaya Zat Besi untuk Mencukupi Kebutuhan Harian Tanpa Suplemen
5. Pengaruh obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat juga dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.
Obat penurun asam lambung seperti omeprazole, pantoprazole, dan famotidine dapat mengurangi produksi asam lambung yang sebenarnya dibutuhkan untuk membantu penyerapan zat besi.
Selain itu, beberapa antibiotik, obat tiroid, dan suplemen kalsium juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan.
Karena itu, konsumsi suplemen zat besi biasanya dianjurkan dengan jarak waktu tertentu dari obat-obatan tersebut agar penyerapannya lebih optimal.
Itulah beberapa penyebab kekurangan zat besi pada wanita. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News