M O M S M O N E Y I D
Bugar

Perempuan Produktif Berisiko Terkena Autoimun, Benarkah?

Perempuan Produktif Berisiko Terkena Autoimun, Benarkah?
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Moms, penyakit autoimun masih jadi isu kesehatan yang hangat diperbincangkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penderita penyakit autoimun ini diperkirakan lebih dari 2,5 juta orang. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, justru menyerang sel dan jaringan sehat.

Hingga saat ini, lebih dari 100 jenis penyakit autoimun telah teridentifikasi. Sebagian diantaranya menyerang organ tertentu, sementara sebagian lainnya bersifat sistemik dan mempengaruhi berbagai organ tubuh sekaligus, termasuk kulit, sendi, paru-paru, usus, saraf, dan kelenjar tiroid.

Penyakit autoimun tidak muncul begitu saja. Penyebabnya sangat beragam dan sering kali merupakan kombinasi dari faktor genetik, lingkungan, serta kondisi tubuh seseorang. Resiko autoimun diketahui lebih tinggi pada perempuan usia produktif, terutama bila terdapat riwayat keluarga dengan penyakit autoimun.

Beberapa faktor lain juga dapat ikut berperan, seperti infeksi dan stress yang berlangsung berkepanjangan, ketidakseimbangan hormon, serta paparan polusi atau zat kimia tertentu termasuk asap rokok.

Baca Juga: 8 Tanaman Herbal yang Bisa Jadi Obat Alami untuk Pasien Autoimun

Selain itu, pola makan yang kurang seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat dapat memperburuk respons sistem imun dan memicu peradangan dalam tubuh.

Tanda-tanda autoimun bisa sangat berbeda pada setiap orang karena penyakit ini dapat menyerang organ tubuh yang berbeda. Namun, beberapa keluhan yang paling sering muncul antara lain kelelahan berat yang tidak kunjung pulih, nyeri atau bengkak pada sendi, ruam kulit atau sensitivitas berlebihan terhadap sinar matahari, gangguan pencernaan yang berulang, serta demam berulang tanpa penyebab yang jelas. Sering kali, gejala-gejala tersebut kerap dianggap keluhan kesehatan biasa sehingga banyak pasien datang ketika kondisinya sudah kronis.

dr, Syahrizal, Sp.PD, SubSp.A.I.(K) Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Alergi Imunologi (Konsultan) menegaskan  mengenali gejala sejak dini memiliki peran besar dalam keberhasilan penanganan. Dirinya menjelaskan apabila seseorang mulai merasakan keluhan tersebut, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Proses diagnosis idealnya dilakukan oleh dokter yang memiliki keahlian untuk menangani penyakit autoimun, melalui serangkaian tahapan mulai dari evaluasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, penilaian gejala, pemeriksaan fisik menyeluruh, hingga pemeriksaan laboratorium dan tes penunjang lainnya.

Menurut dr. Syahrizal, penyakit autoimun paling banyak ditemukan pada perempuan usia 15–44 tahun. Data dari Global Autoimmune Institute, 2024 menunjukkan bahwa sekitar 78% dari individu yang mengidap autoimun adalah perempuan.

"Kecenderungan ini diyakini kuat terkait dengan perbedaan biologis antar gender, termasuk keberadaan kromosom X tambahan, fluktuasi hormonal (khususnya estrogen), fungsi reproduksi, respons imun yang berbeda," ujar dr. Syahrizal dalam keterangan resmi yang diterima Senin (12/1).

Baca Juga: Autoimun Kerap Terlambat Terdeteksi, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Jika tidak dikendalikan, penyakit autoimun pada dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari kerusakan organ permanen (misalnya ginjal pada lupus atau saraf pada multiple sclerosis), peningkatan risiko penyakit jantung, hingga gangguan kehamilan seperti keguguran. Dampak psikologis juga tidak dapat diabaikan banyak pasien menghadapi kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup.

Setelah mendapatkan diagnosis, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai dengan jenis autoimun, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Penanganan dapat mencakup pengaturan pola makan, obat untuk mengendalikan peradangan, imunoterapi, hingga terapi plasma exchange untuk kondisi tertentu. Tujuannya bukan sekadar meredakan gejala, tetapi menstabilkan sistem imun agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan nyaman.

Pendekatan autoimun kini juga menekankan peran perubahan gaya hidup. Istirahat cukup, olahraga teratur, manajemen stres, dan kepatuhan terapi telah terbukti membantu menjaga stabilitas jangka panjang. Pendampingan psikologis dan edukasi keluarga turut berkontribusi besar, mengingat perjalanan penyakit autoimun bersifat kronis dan membutuhkan dukungan emosional.

Untuk memberikan layanan skrining, diagnosis, dan terapi secara komprehensif, Primaya Hospital Bekasi Barat menghadirkan Klinik Autoimun yang menangani berbagai jenis penyakit autoimun, termasuk Rheumatoid Arthritis, Psoriasis dan Psoriatic Arthritis, Penyakit Tiroid Autoimun (Graves & Hashimoto), Lupus (SLE), Multiple Sclerosis (MS), Celiac Syndrome, Sjogren’s Syndrome, Spondilitis Ankilosa, serta kondisi autoimun lainnya.

Klinik ini juga dilengkapi layanan imunoterapi, tes alergi, terapi plasma exchange, pemeriksaan laboratorium serta edukasi dan konseling bagi pasien maupun keluarga. Autoimun dapat menyerang siapa saja, resiko tertinggi terdapat pada perempuan di usia produktif. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang berkepanjangan, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih awal.

Baca Juga: 4 Fakta Kesehatan Menopause Perempuan, Bisa Terjadi di Sekitar Umur 30-an

Selanjutnya: Meski Kredit Macet KPR Membaik, Kredit Tanpa Agunan Masih Tekan NPL. NPL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Memahami Strategi Transaksi Saham: Swing Trading untuk Investor Pemula

PT BNI Sekuritas memberikan edukasi mengenai strategi transaksi saham swing trading bagi investor pemula. Bagaimana caranya?

320.365 Tiket KA Lebaran Terjual, Pelanggan Diminta Rencanakan Perjalanan Sejak Dini

KAI mencatat, hingga 2 Februari 2026 Pukul 10.00 WIB penjualan tiket Lebaran untuk tanggal 11-19 Maret 2026 telah tembus 320.465 tiket.

Promo Superindo Hari Ini 2-5 Januari 2026, Kurma Ajwa Diskon Rp 30.000

Cek promo Superindo hari ini periode 2-5 Januari 2026 untuk belanja hemat selama weekday di gerai Superindo terdekat.

Promo Indomaret Harga Spesial 1-9 Februari 2026, Sunsilk-Ciptadent Diskon hingga 30%

Belanja bulanan jadi lebih ringan dengan Promo Indomaret Harga Spesial. Diskon untuk beragam produk.

Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong

Drama Tiba-Tiba Brondong dijadwalkan tayang pada 13 Februari 2026 di aplikasi Viu, mempertemukan Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus

Aromaterapi Jadi Pilihan Anak Muda, So Fresh Luncurkan So Fresh Citrus

​So Fresh memperkenalkan varian terbaru So Fresh Citrus melalui So Fresh Manifreshting Festival di Jakarta.

Anker Hadirkan Smart Display Charger, Bisa Pantau Daya Secara Real-Time

​Pengisian daya tidak lagi sekadar cepat, tetapi juga transparan. Produk terbaru Anker menawarkan informasi real-time saat perangkat sedang diisi

Terungkap: Trik Resmi Punya 2 WhatsApp di Satu Ponsel Android

Punya dua nomor? Kini bisa aktifkan 2 akun WhatsApp di satu HP Android tanpa aplikasi tambahan. Ikuti panduan lengkapnya agar tidak salah langkah.

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 3 Februari 2026, Kendalikan Emosi

Simak ramalan keuangan dan karier 12 zodiak Selasa 3 Februari 2026, kolaborasi kerja jadi kunci peluang dan stabilitas masa depan.

Infokost.id Diluncurkan Kembali, Hadirkan Cara Baru Cari Kost

Infokost.id diluncurkan kembali dengan pembaruan menyeluruh pada website dan pengalaman dalam pencarian kost.​