MOMSMONEY.ID - Hiperurisemia atau asam urat merupakan kondisi kadar asam urat tinggi, bisa terjadi karena disfungsi ginjal, konsumsi makanan tinggi purin atau konsumsi alkohol. Ketika tidak dikeluarkan dengan benar dari tubuh, asam urat dapat menumpuk di persendian.
Kondisi ini menyebabkan nyeri, pembengkakan, kekakuan, deformitas, dan kemerahan di area yang terkena. Dr. Clarisse Bezerra, dokter keluarga, memaparkan bahwa hiperurisemia bisa dikelola dan disembuhkan.
Pengobatan harus diarahkan oleh dokter dan ahli gizi, biasanya melibatkan penerapan kebiasaan makan yang lebih sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan meresepkan obat untuk meredakan gejala dan mencegah penumpukan asam urat lebih lanjut.
Baca Juga: Pantangan Asam Urat: Hindari Makanan Ini agar Kristal Tak Merusak Sendi
Gejala asam urat yang harus diwaspadai
Dilansir dari Tuasaude.com, tanda dan gejala hiperurisemia meliputi:
- Nyeri dan pembengkakan pada satu persendian.
- Kesulitan menggerakkan sendi yang terkena.
- Kemerahan dan rasa hangat di sekitar persendian.
- Deformitas sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal yang berlebihan.
- Batu ginjal.
Batu ginjal yang tertentu dapat menyebabkan nyeri punggung bawah yang parah dan membuat pasien kesulitan buang air kecil. Jika gejala-gejala ini muncul, penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan memulai pengobatan yang tepat.
Untuk menentukan apakah kadar asam urat tinggi, perlu dilakukan tes darah atau urin. Untuk pria, batas normalnya antara 3,7-8,0 mg/dL dan 2,7-6,1 mg/dL untuk wanita.
Penyebab umum asam urat tinggi
Penyebab utama hiperurisemia meliputi beberapa faktor seperti berikut:
- Konsumsi berlebihan makanan tinggi purin seperti daging merah, seafood, dan ikan.
- Konsumsi alkohol secara sering.
- Diet tinggi lemak jenuh.
- Kegemukan.
- Gagal ginjal.
- Diabetes.
- Faktor genetik.
Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik, beta-blocker, atau imunosupresan dapat meningkatkan risiko hiperurisemia.
Pilihan pengobatan asam urat yang tepat
Pengobatan hiperurisemia harus dipandu oleh dokter penyakit dalam atau reumatologi. Biasanya, dokter meresepkan obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat seperti allopurinoln dan obat antiinflamasi bernama indomethacin.
Menurut American College of Rheumatology, perubahan gaya hidup jadi bagian penting dalam mengelola penyakit ini.
Diet sehat untuk pasien asam urat
Diet untuk menurunkan asam urat sebaiknya berfokus pada makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Pada saat yang sama, makanan yang tinggi purin, tepung olahan, dan gula harus dibatasi, termasuk:
- Konsumsi daging merah berlebihan.
- Ikan dan seafood seperti kerang, makarel, sarden dan sebagainya.
- Konsumsi daging bebek berlebihan.
- Minuman beralkohol seperti bir dan anggur.
- Makanan dan minuman manis seperti soda, jus kemasan, saus tomat, dan saus dengan fruktosa.
- Karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, dan kue kering juga sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Asam Urat Mengancam: Daftar Makanan Sehari-hari yang Harus Dibatasi Sekarang
Hiperurisemia terjadi ketika asam urat berlebih menumpuk di dalam darah, seringkali disebabkan oleh masalah ginjal, pola makan, atau konsumsi alkohol. Diagnosis dilakukan melalui tes darah atau urin.
Pola makan rendah purin yang kaya akan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh membantu mencegah asam urat dan batu ginjal. Sekian gejala, kadar normal hingga pengobatan asam urat yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News