MOMSMONEY.ID - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar ke luar negeri tak cukup hanya mengandalkan produk yang kompetitif. Jaringan bisnis dan akses ke mitra yang tepat juga menjadi bagian penting untuk membuka peluang ekspansi.
Hal tersebut menjadi perhatian International Creatives Exchange (ICE) melalui Trade Indonesia. Jejaring bisnis ini dirancang untuk menghubungkan pengusaha Indonesia dengan peluang kolaborasi, investasi, dan perdagangan global.
Bagi UMKM yang ingin mulai memperluas bisnis ke pasar internasional, berikut sejumlah hal yang bisa disiapkan berdasarkan layanan yang ditawarkan Trade Indonesia:
Baca Juga: Perang Iran Belum Berdampak Signifikan di Pasar Global, Ini Kata CEO Goldman Sachs
Pertama, perluas jaringan dan cari mitra bisni. Pelaku usaha dapat memanfaatkan business matching untuk menemukan mitra yang tepat. Jaringan bisnis juga dapat membuka peluang kolaborasi strategis dengan pelaku usaha lainnya.
Kedua, siapkan aspek legal dan bisnis. Pendampingan legal dan bisnis menjadi salah satu layanan yang disiapkan dalam ekosistem Trade Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari pendampingan bagi anggota dari tahap pengembangan hingga ekspansi.
Ketiga, maksimalkan promosi digital. Promosi digital juga menjadi bagian dari layanan Trade Indonesia untuk membantu anggota memperkenalkan bisnisnya dan memperluas jejaring.
Keempat, buka akses ekspor-impor.UMKM yang ingin masuk pasar internasional juga perlu memiliki akses ke jaringan perdagangan lintas negara. Trade Indonesia menyediakan layanan pembukaan akses ekspor-impor bagi anggotanya.
Kelima, mencari koneksi investor dan pembiayaan. Selain jaringan bisnis, pelaku usaha juga dapat memperluas koneksi dengan investor dan institusi pembiayaan untuk mendukung pengembangan bisnis.
Baca Juga: Transformasi Digital Sukses Bawa Kreatifafa dan Batik Farras Tembus Pasar Global
Founder & Global Head International Creatives Exchange (ICE), Atta Ul Karim, mengatakan tantangan pelaku usaha saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi juga memperoleh akses kepada jaringan yang mampu membuka peluang kolaborasi dan mempercepat ekspansi pasar.
"Kami percaya bahwa masa depan perdagangan tidak hanya dibangun melalui transaksi, tetapi melalui hubungan yang terpercaya," ungkapnya dalam keterangan resmi Rabu (12/8).
"Karena itu, Trade Indonesia hadir sebagai jejaring bisnis yang dikurasi secara profesional agar setiap anggota memiliki kesempatan bertemu dengan mitra yang tepat, membuka akses ke pasar baru, serta tumbuh bersama dalam ekosistem yang kredibel," imbuh Atta.
Trade Indonesia merupakan curated business network yang diinisiasi oleh International Creatives Exchange (ICE). Jejaring ini dirancang untuk menghubungkan pengusaha Indonesia dengan peluang kolaborasi strategis, investasi, dan jaringan perdagangan global.
Berbeda dengan komunitas bisnis konvensional, Trade Indonesia menerapkan seleksi keanggotaan untuk menjaga kualitas ekosistemnya.
Anggota nantinya dapat mengakses layanan seperti identitas bisnis resmi, promosi digital, business matching, pendampingan legal dan bisnis, kolaborasi strategis, dukungan komunitas, akses ekspor-impor, serta koneksi dengan investor dan institusi pembiayaan.
Trade Indonesia akan resmi diluncurkan pada 13 Oktober 2026. Sebelumnya, konsep jejaring bisnis tersebut telah diperkenalkan melalui D-8 Halal Expo Indonesia 2026 pada 8-12 Juli 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News