MOMSMONEY.ID - Obat asam urat kolkisin bisa bikin diare, pahami dosisnya untuk mencegah efek samping berbahaya. Kolkisin biasa digunakan untuk mengobati asam urat yang memiliki efek samping seperti diare dan mual.
Philip Ngo, apoteker dari Healthline.com mengungkapkan bahwa penderita masalah ginjal atau hati memerlukan dosis kolkisin yang lebih rendah. Pasien sebaiknya menghindari jeruk bali dan jus jeruk bali serta obat-obatan tertentu untuk membantu mengurangi risiko beberapa efek samping.
Kolkisin tersedia dalam bentuk tablet oral dan bentuk kapsul yang ditelan.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Wajib Tahu, Intip Suplemen dan Herbal Pereda Asam Urat
Apa saja efek samping kolkisin yang lebih umum?
Beberapa orang akan mengalami efek samping ringan hingga serius selama pengobatan kolkisin. Contoh efek samping kolkisin yang paling sering dilaporkan meliputi:
- Diare
- Mual dan muntah
- Sakit perut
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Ruam kulit
- Rasa gatal
- Kemerahan
- Pembengkakan di bawah kulit
Jika mengalami gejala ringan reaksi alergi, segera hubungi dokter. Dokter akan menyarankan pengobatan untuk mengatasi gejala seperti antihistamin dan krim hidrokortison.
Efek samping serius yang telah dilaporkan terkait dengan kolkisin meliputi:
- kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa atau kesemutan di jari tangan atau kaki
- Rhabdomyolisis atau kerusakan otot yang sudah rusak
- Gangguan darah
Penjelasan mengenai efek samping obat asam urat kolkisin
Berikut ini penjelasan detail mengenai efek samping obat asam urat kolkisin:
1. Diare
Beberapa orang mengalami diare saat mengonsumsi kolkisin. Dalam berbagai studi, diare tercatat sebagai salah satu efek samping yang umum dilaporkan oleh pengguna kolkisin.
Diare biasanya bersifat ringan, namun terkadang bisa menjadi parah. Jika tidak mengganti cairan yang hilang akibat diare, hal ini dapat menimbulkan masalah serius.
Kehilangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat memicu masalah ginjal. Jika mengalami masalah ginjal saat mengonsumsi kolkisin (colchicine), obat tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Jika Anda mengalami diare saat mengonsumsi kolkisin, penting untuk mengganti cairan yang hilang.
Perbanyak asupan cairan, terutama setelah setiap kali buang air besar. Anda bisa mengonsumsi air putih atau bisa juga menggunakan larutan rehidrasi seperti Pedialyte maupun minuman olahraga.
Minuman ini membantu mengganti elektrolit yang hilang akibat diare. Namun bila diare yang dialami tergolong parah atau tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Mereka akan menyarankan penggunaan obat seperti loperamid untuk mengatasi diare tersebut.
2. Rhabdomyolysis
Kolkisin dapat menyebabkan efek samping serius yang berpotensi mengancam jiwa yang disebut rhabdomyolysis. Pada kondisi ini, terjadi kerusakan dan penguraian otot di dalam tubuh.
Hal ini dapat menyebabkan penumpukan protein dalam aliran darah yang berpotensi memicu kerusakan ginjal. Belum diketahui seberapa sering rhabdomyolysis terjadi akibat penggunaan kolkisin. Risiko Anda mengalami efek samping ini akan lebih tinggi jika:
- Berusia 65 tahun atau lebih
- Memiliki masalah pada ginjal atau hati
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu bersamaan dengan kolkisin
Gejala rhabdomyolysis dapat meliputi:
- Nyeri atau rasa sakit pada otot
- Kelemahan otot
- Kelelahan
- Mual dan muntah
- Urine berwarna gelap
Sebelum mulai mengonsumsi kolkisin, beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah ginjal atau hati. Dokter akan meresepkan dosis yang lebih rendah dari biasanya.
Langkah ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya rhabdomyolysis. Untuk menghindari interaksi yang dapat meningkatkan risiko rhabdomyolysis, beri tahu dokter mengenai obat, herbal, atau suplemen lain yang sedang dikonsumsi.
Sebaiknya menghindari konsumsi jeruk bali karena bisa menyebabkan penumpukan kolkisin di dalam tubuh yang berpotensi meningkatkan risiko rhabdomyolysis.
Baca Juga: Tes Urine Asam Urat Jadi Solusi Akurat Deteksi Dini Penyakit Sendi
3. Gangguan darah
Kolkisin dapat menyebabkan gangguan darah yang serius. Sebagai contoh, obat ini dapat memicu penurunan kadar sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit.
Gejala gangguan darah dapat meliputi:
- Kelelahan
- Pusing
- Sering mengalami infeksi
- Demam
- Mudah memar
- Mimisan
- Gusi berdarah
Jika mengalami salah satu gejala, segera hubungi dokter. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kondisi sel-sel darah. Itulah efek samping dari obat asam urat kolkisin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News