MOMSMONEY.ID - Penyakit asam urat dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen tertentu. Penyakit asam urat adalah salah satu jenis radang sendi yang menyakitkan, menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan sendi.
David Zelman, dokter reumatologi dari Webmd.com, menjelaskan, penyakit asam urat terjadi ketika tubuh memproduksi asam urat berlebih. Tubuh akan memproduksi asam urat berlebih ketika memecah zat kimia purin yang ditemukan dalam minuman dan makanan tertentu.
Setelah dipecah, asam urat disaring melalui ginjal dan keluar dari tubuh saat buang air kecil. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena asam urat seperti kegemukan, gagal jantung kongestif, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, sindrom metabolik, diabetes dan penurunan fungsi ginjal.
Baca Juga: Ampela Ayam Mengandung Kadar Purin, Amankah Untuk Penderita Asam Urat?
Apakah suplemen bisa mengatasi asam urat tinggi?
Berikut ini beberapa suplemen yang membantu penyakit asam urat:
- Multivitamin yang mengandung vitamin A, C, E, dan vitamin B kompleks
- Magnesium, zinc, kalsium, dan selenium
- Asam lemak omega-3
- Inositol heksafosfat atau IP-6
- N-asetil sistein
- Vitamin C
- Acidophilus
- Metilsulfonilmetana
Nutrisi populer lainnya yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi peradangan dan nyeri adalah asam lemak omega-6 atau lebih spesifiknya asam gamma-linolenat. Asam ini dapat ditemukan dalam minyak seperti minyak biji black currant, minyak evening primrose, dan minyak borage.
Mengonsumsi suplemen evening primrose adalah cara yang bagus untuk meningkatkan asupan GLA. Selain suplemen-suplemen tersebut, beberapa herbal aman dikonsumsi penderita asam urat.
Herbal dapat membantu memperkuat dan menyehatkan sistem tubuh. Herbal populer yang dapat dikonsumsi antara lain cranberry, teh hijau, bromelain, dan kunyit.
Baca Juga: Trik Makan Mangga Tanpa Kambuh Asam Urat: Cek Batas Porsi Aman
Perubahan gaya hidup & pengobatan asam urat
Pengobatan medis dan manajemen diri sama-sama digunakan untuk mengobati asam urat. Dokter akan bekerja sama dengan pasien untuk menyusun rencana guna mengelola gejala asam urat secara efektif. Rencana tersebut meliputi:
- Dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat-obatan ini meliputi steroid, kolkisin, dan ibuprofen.
- Dokter akan merekomendasikan perubahan pola makan seperti mengurangi konsumsi alkohol dan makanan kaya purin.
- Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan kondisi lain seperti tofi atau endapan asam urat yang mengeras yang terbentuk di bawah kulit dan batu ginjal. Obat-obatan ini meliputi allopurinol, pegloticase, dan febuxostat.
- Menghindari alergi makanan seperti gluten, susu, pengawet, zat aditif, dan jagung.
- Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti buah-buahan dan sayuran.
- Tambahkan lebih banyak serat ke dalam piring seperti oat, kentang dan ubi jalar.
- Hindari makanan olahan seperti produk bergula, pasta, dan roti putih.
- Mengonsumsi lebih banyak makanan kaya magnesium dan menghindari makanan kaya kalsium.
- Menggunakan minyak zaitun dan minyak kelapa sebagai alternatif pengganti minyak masak yang kurang sehat.
- Mengonsumsi 6 hingga 8 gelas air yang disaring setiap hari.
- Berolahraga 5 hari seminggu, 30 menit sehari.
Selain pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan tes khusus seperti tes darah yang digunakan untuk mengukur jumlah asam urat di dalam darah. Dokter juga akan melakukan rontgen, MRI, dan USG untuk mengambil gambar sendi yang terkena. Sekian suplemen yang direkomendasika untuk penderita asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News