MOMSMONEY.ID - Apakah telur ceplok dan telur dadar memengaruhi kolesterol normal? Metode memasak yang lebih cepat dianggap lebih aman karena mempertahankan gizi telur.
Jared Meacham, ahli gizi, mengungkapkan, telur mengandung kalori yang relatif sedikit, tetapi kaya akan protein, vitamin, mineral dan lemak sehat. Berdasarkan The American Journal of Clinical Nutrition, telur tidak berkontribusi pada tingginya kadar kolesterol LDL.
Peningkatan kadar LDL secara signifikan berhubungan dengan asupan lemak jenuh, tetapi tidak dengan asupan kolesterol dari telur. Bahkan, orang yang mengonsumsi dua butir telur per hari justru mengalami penurunan kadar LDL.
Lemak jenuh ditemukan dalam makanan seperti daging sapi, domba, daging olahan, mentega, keju, es krim, dan minyak sawit. Dilansir dari Healthlince.com, telur dapat dimasak dengan berbagai cara dan mudah dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya seperti sayuran.
Baca Juga: 10 Suplemen yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol Tinggi
Memasak telur juga menghancurkan bakteri berbahaya, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Berikut rincian metode memasak telur yang paling populer:
1. Telur rebus
Telur rebus dimasak dalam cangkangnya di dalam panci berisi air mendidih selama 6-10 menit. Semakin lama Anda memasaknya, semakin padat kuning telurnya.
2. Telur apung
Telur apung ini diolah dengan cara memecahkan telur ke dalam panci berisi air mendidih dengan suhu antara 71-82°C dan dimasak selama 2,5-3 menit. Biasanya, kebanyakan orang menambahkan telur ini saat memasak mie instan.
3. Telur goreng
Telur goreng dipecah ke dalam wajan panas yang berisi lapisan tipis minyak goreng. Mau telur ceplok maupun dadar sebaiknya memasaknya dengan minyak yang sedikit agar tidak menaikkan kadar kolesterol.
4. Telur orak-arik
Telur orak-arik dikocok dalam mangkuk, dituangkan ke dalam wajan panas dan diaduk dengan api kecil hingga matang.
5. Omelet
Untuk membuat omelet, telur dikocok, dituangkan ke dalam wajan panas, dan dimasak perlahan dengan api kecil hingga padat. Tidak seperti telur orak-arik, omelet tidak diaduk setelah berada di dalam wajan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Teh yang Secara Alami Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi
Jumlah kolesterol dalam sebutir telur
Sebagian orang ragu mengonsumsi telur karena takut kadar kolesterolnya meningkat. Padahal, tubuh manusia mampu memproduksi kolesterol yang dibutuhkan dan kolesterol tambahan dari makanan yang tidak diperlukan.
Kolesterol dipengaruhi oleh banyak faktor seperti berat badan, jumlah dan jenis lemak, serat makanan, dan kolesterol yang dikonsumsi. Menurut Singapore Heart Foundation, kuning telur mengandung sekitar 200 mg kolesterol.
Sebagai perbandingan, lemak jenuh dan lemak trans justru meningkatkan kolesterol darah lebih banyak daripada kolesterol dari makanan.
Sebagian besar kolesterol dalam aliran darah berasal dari hati, bukan dari makanan yang dikonsumsi seseorang termasuk telur. Konsumsi telur tidak dikaitkan dengan peningkatan kolesterol darah pada orang dewasa yang sehat, terutama jika dikombinasikan dengan asupan rutin makanan yang menyehatkan jantung yaitu ikan dan serat.
Mengonsumsi hingga satu butir telur per hari telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Sekian informasi mengenai konsumsi telur tidak menyebabkan kadar kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News